Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Perbedaan Penggunaan Bahasa Inggris di Rumah dan di Sekolah
Freepik/jcomp

Pernahkah Mama mendengar anak bilang "ain't no way" saat terkejut, atau menyapa temannya dengan "sup"? Atau sebaliknya, di rumah dia malah bilang "I apologize" yang terdengar sangat formal?

Bahasa Inggris anak ternyata bisa berbeda banget tergantung situasi dan lawan bicaranya, lho. Memahami perbedaan ini penting biar anak nggak salah ucap, Ma.

Yang di rumah santai, yang di sekolah harus lebih sopan. Nah, biar anak makin paham, Mama bisa mengajarkan anak perbedaan home English dan school English.

Berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya.

1. Sapaan keluarga dan formal

Freepik

Di rumah, anak mungkin biasa manggil Ma, Pa, Bro, Sis, atau Fam. Ini memang terasa hangat, akrab, dan dekat ya, Ma.

Tapi di sekolah, terutama saat berbicara dengan guru atau dalam tulisan resmi, anak harus terbiasa menggunakan Mother, Father, Brother, Sister, dan Family saat bercerita kepada lawan bicaranya.

Mengajarkan perbedaan ini membantu anak menghormati lingkungan sekolah tanpa kehilangan keakraban di rumah.

2. Singkatan santai dan kata lengkap yang lebih sopan

Freepik

Kalau anak sering bilang I'll, I'm gonna, atau bahkan ain't no way saat ngobrol santai bersama teman sebaya, itu sah-sah saja kok, Ma.

Namun saat di kelas, saat presentasi, atau saat menjawab pertanyaan guru, bentuk lengkap seperti I will, I'm going to, dan ekspresi oh my gosh akan terdengar lebih sopan.

Mama bisa bilang, "Kalau sama teman boleh pakai gonna, tapi kalau sama guru pakai going to, ya."

3. Ungkapan kaget dan emosi

Freepik

Damn dan sup mungkin terdengar keren bagi anak-anak zaman sekarang, baik saat bicara dengan teman atau saat bermain bersama saudara di rumah.

Namun di sekolah, ekspresi seperti that's crazy dan what's up yang lebih netral akan lebih diterima daripada dua kata tadi, Ma.

Ini bukan soal benar-salah, ya, tapi soal kesadaran bahwa guru dan teman yang baru dikenal itu punya ekspektasi kesopanan yang berbeda.

4. Ungkapan dan menjawab terima kasih

Freepik/ASphotofamily

Di rumah anak bilang I appreciate atau my pleasure itu sudah bagus dan terdengar tulus. Tapi di sekolah, thank you dan you're welcome adalah standar paling aman dan universal yang cukup sopan, Ma.

Ajarkan anak bahwa memilih kata yang lebih umum tidak berarti kaku, justru menunjukkan bahwa dia bisa berkomunikasi dengan siapa saja.

5. Ungkapan meminta maaf

Freepik

Saat anak melakukan kesalahan, di rumah dia mungkin cukup bilang I apologize. Tapi di sekolah, bentuk yang lebih singkat yaitu sorry justru seringkali lebih efektif dan alami, asal diucapkan dengan sungguh-sungguh.

Mama bisa jelaskan bahwa lingkungan sekolah biasanya lebih terbiasa dengan sorry yang cepat dan tulus, terlebih lagi kalimat ini juga lebih universal untuk diucapkan dengan siapa saja, termasuk teman dan guru di sekolah.

6. Saat meminta pengulangan

Freepik

Di rumah anak mungkin bilang I have no idea, come again, atau could you clarify ketika meminta penjelasan ulang dari apa yang didengarnya.

Tapi di sekolah, lebih sopan dan jelas menggunakan I don't know, Can you repeat that, atau I don't understand. Ini penting banget biar anak nggak dianggap kasar saat bertanya di kelas, Ma.

7. Ucapan perkenalan dan perpisahan

Freepik

How is going dan it's my pleasure to meet you terdengar ramah dan boleh dipakai di rumah ketika bertemu saudara yang berkunjung.

Tapi di sekolah, ajarkan how are you dan nice to meet you yang lebih standar daan universal kepada teman atau guru.

Sementara saat akan berpamitan, take care terdengar hangat untuk keluarga, tapi good bye adalah pilihan paling netral dan sopan, terutama saat berpamitan dengan guru.

Bukan berarti bahasa Inggris di rumah itu salah ya, Ma, justru dengan memahami perbedaan ini, anak akan punya kemampuan menyesuaikan diri yang luar biasa.

Mereka bisa tetap santai bersama teman, tapi langsung sopan saat di depan guru. Yuk, ajarkan anak agar lebih bahasa Inggris nya jadi yang luwes dan penuh rasa hormat.

Editorial Team