Sering kali anak usia sekolah akan mengatakan kalimat seperti "aku nggak peduli" atau "biarkan saja" saat mereka mengalami kegagalan atau konflik sosial, namun sebenarnya hal tersebut akan terus mereka pikirkan sepanjang malam dengan penuh kegelisahan.
Sikap acuh tak acuh tersebut hanyalah sebuah mekanisme pertahanan diri untuk menutupi rasa malu atau rasa takut yang mereka rasakan agar tidak terlihat lemah di mata orang lain maupun orangtua mereka sendiri.
Apa yang paling anak butuhkan saat mereka sedang berjuang dengan perasaan tersebut adalah pemahaman yang mendalam, jaminan keamanan emosional, serta cinta yang tulus dari Mama tanpa adanya dihakimi sedikit pun.
Mama harus belajar untuk menembus benteng pertahanan tersebut dengan pendekatan yang lembut dan meyakinkan bahwa setiap tantangan yang mereka hadapi adalah bagian dari proses pertumbuhan yang wajar.
Memberikan cinta dan dukungan yang tidak bersyarat akan membantu anak melepaskan beban pikirannya sehingga mereka dapat tidur dengan tenang dan siap menghadapi hari esok dengan semangat yang baru.
Intinya, Ma, menghadapi perubahan emosional di usia 6-10 tahun ini memang membutuhkan kesabaran yang luar biasa agar Mama tetap bisa menjadi tempat berlindung yang paling nyaman bagi anak.
Memberikan rasa aman dan cinta tanpa syarat adalah kunci utama agar anak tetap memiliki kekuatan untuk membangun rasa percaya diri yang sehat di tengah dunia luar yang semakin kompleks.
Jadi, sudahkah Mama memberikan pelukan hangat pada anak Mama?