Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Sekolah di Jepang Larang Siswa Perempuan Kuncir Rambut, Apa Alasannya?

Sekolah di Jepang Larang Siswa Perempuan Kuncir Rambut, Apa Alasannya?
Freepik/jcomp
Share Article

Baru-baru ini, beredar kabar bahwa ratusan sekolah di Jepang telah melarang siswa perempuan mereka untuk mengikat rambutnya dengan kuncir kuda saat di sekolah. Meski terdengar cukup aneh, namun nyatanya peraturan seperti ini bukanlah yang pertama di negeri sakura itu.

Sebelumnya, diketahui bahwa Jepang juga membuat sejumlah peraturan aneh lainnya untuk siswa perempuan, misalnya larangan warna rambut, panjang rok, atiran panjang kaus kaki, bentuk alis, bahkan hingga pakaian dalam sekali pun.

Disebutkan karena menghindari rangsangan seksual, benarkah larangan kuncir rambut di sekolah Jepang karena hal tersebut? Melansir dari berbagai sumber, berikut akan Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Dapat merangsang seksual laki-laki

Freepik/pressfoto
Freepik/pressfoto

Melansir dari Opindia, terdapat laporan dari seorang mantan guru menengah di Jepang mengatakan kepada VICE World News, bahwa perempuan yang memperlihatkan tengkuknya dapat memicu rangsangan seksual pada laki-laki.

Dalam laporan yang sama, seorang mantan guru tersebut kembali menegaskan alasan di balik aturan tersebut. Meski terdengar sangat tidak masuk akal bagi negara lain, namun para siswa terpaksa menerima norma tersebut karena sangat jarangnya kritik yang menentang di sana.

Lebih lanjut, survei yang dilakukan pada tahun 2020 lalu menyebutkan bahwa satu dari sepuluh sekolah di Fukuoka, Jepang, telah melarang siswa perempuannya untuk mengikat rambut mereka dengan kuncir kuda

2. Jepang sering kali menerapkan aturan yang terdengar aneh

Pexels/Ron Lach
Pexels/Ron Lach

Rupanya, peraturan yang melarang siswa perempuan mereka untuk tidak mengikat rambutnya bukanlah yang pertama kali dilakukan di Jepang. Fakta menyebutkan bahwa sekolah-sekolah di Jepang sebelumnya telah melakukan banyak aturan aneh sekaligus menyulitkan bagi para siswanya.

Kendati begitu, nyatanya pihak sekolah pun tidak pernah menjelaskan apa pun di balik penerapan peraturan-peraturan aneh tersebut. Hal ini yang kemudian membuat banyak siswa hanya bisa menerima norma yang ditetapkan, tanpa bisa mengkritik.

Contoh larangan lain yang bisa diambil adalah gaya rambut bob yang diperbolehkan meski memperlihatkan leher seperti kuncir kuda, namun potongan pendek lainnya sangat dilarang.

Aturan lainnya adalah perihal warna rambut yang hanya boleh berwarna hitam dan juga lurus. Jika memang warna atau gaya tersebut alami, mereka perlu membuktikan kepada pihak sekolah kealamiannya.

3. Aturan yang mengikuti sistem pendidikan terdahulu

Freepik/pressfoto
Freepik/pressfoto

Melansir dari NYPost, peraturan-peraturan aneh dan menyulitkan siswa ini dikenal sebagai buraku kosoku atau "aturan hitam". Di mana peraturan ini sudah ada pada tahun 1870-an ketika pemerintah Jepang pertama kali menetapkan sistem pendidikan yang diatur.

Kala itu, peraturan sekolah yang sangat ketat dilakukan untuk mengurangi kekerasan dalam bentuk apa pun di sekolah. Meski sudah berjalannya waktu dan banyaknya generasi lain yang bervariasi, namun nyatanya semua orang masih menerapkan peraturan yang sama.

Menurut Asao Naito, seorang profesor sosiologi dari Universitas Meiji, dampak yang diinginkan dari aturan pelarangan siswa perempuan kuncir rambut ini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada yang menonjol dari yang lain.

Dmeikianlah informasi terkait sekolah di Jepang melarang siswa perempuannya mengikat rambut dengan kuncir kuda. Bagaimana pendapat Mama terkait peraturan tersebut?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More