Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Teknik Ngobrol dengan Anak Laki-Laki ala Psikolog Steve Biddulph

Papa dan Anak Lakinya
Freepik

Mengajak anak laki-laki, terutama yang sudah remaja, untuk terbuka dan bercerita seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Bukan begitu, Ma, Pa?

Biasanya, anak laki-laki akan cenderung lebih tertutup dan membutuhkan pendekatan khusus agar merasa nyaman mengungkapkan isi hatinya.

Menurut Steve Biddulph, psikolog dan penulis buku pengasuhan ternama, rahasianya terletak pada penciptaan momen obrolan yang "tanpa tekanan". Ia menekankan bahwa kesalahan pola ngobrol justru bisa membuat anak semakin menjauh.

Lalu, bagaimana teknik yang tepat? Simak ulasan selengkapnya dalam artikel yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Ajak anak ngobrol samping-sampingan

father and his sondaughter
Freepik

Posisi duduk berhadapan secara langsung sering kali diinterpretasi oleh anak laki-laki sebagai situasi serius, seperti interogasi atau pertemuan formal.

Ketika anak berhadapan dengan orang tuanya, mereka bisa merasa seperti dihakimi dan bisa memicu rasa gelisah erta ingin cepat menyudahi pembicaraan.

Steve Biddulph dalam salah satu bukunya menjelaskan bahwa menciptakan posisi "samping-sampingan", seperti duduk bersebelahan saat kegiatan di dapur, di kursi mobil, atau di sofa sambil nonton TV.

Posisi ini mengurangi tekanan kontak mata yang intens dan membuat suasana terasa lebih santai, sehingga anak merasa lebih aman untuk mulai bercerita secara mengalir.

2. Ajak anak ngobrol sambil melakukan kegiatan

mengajarkan anak
Freepik.com

Anak laki-laki, khususnya remaja, lebih mudah berbicara ketika perhatiannya dan tak sepenuhnya terfokus pada percakapan itu sendiri.

Jadi, teknik "shoulder-to-shoulder" (bahu-membahu) ini sangat efektif, Ma, Pa. Ajaklah ia ngobrol sambil melakukan aktivitas fisik ringan seperti memperbaiki sesuatu, mencuci mobil, berjalan kaki, atau sekadar membereskan rak.

Fokusnya pada aktivitas akan membuatnya lebih rileks dan kata-kata akan mengalir lebih natural. Anak tak akan merasa dirinya terlalu "disorot", sehingga punya waktu untuk menyusun pikiran dan perasaannya sebelum diungkapkan.

3. Jadikan kegiatan di dapur sebagai tempat nyaman bercerita

anak laki-laki
Freepik

Psikolog keluarga ternama ini secara khusus merekomendasikan dapur sebagai lokasi terbaik untuk percakapan yang mendalam.

Alasannya sederhana, Ma, karena aktivitas di dapur secara alami menempatkan orang dalam posisi samping-sampingan atau saling membelakangi dengan ritme yang tenang.

Ciptakan momen di mana Mama memasak, sementara anak membantu menyiapkan bahan, mencuci sayur, atau sekadar menemani.

Aktivitas yang berulang dan tangan yang sibuk akan menurunkan defensifnya. Dalam kondisi ini, cerita-cerita kecil tentang sekolah, pertemanan, atau kekhawatirannya sering kali keluar tanpa diminta.

Dengan menerapkan teknik ngobrol ini, Mama dan Papa bisa mengganti "wawancara" dengan "kebersamaan yang berbicara" untuk mengurangi tekanan dan menciptakan momen yang lebih hangat.

Anak pun perlahan merasa bahwa berbicara dengan orang tua adalah hal yang aman dan nyaman, bukan suatu beban. Yuk, Ma, Pa, coba praktikkan hari ini untuk komunikasi yang lebih mengalir bersama buah hati.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

7 Gaya Parenting Terkini yang Dianggap Bisa Membuat Orangtua Dekat dengan Anak

29 Jan 2026, 13:40 WIBBig Kid