5 Cara Membangun Hubungan Harmonis dengan Anak

Ini yang bisa Mama lakukan untuk semakin dekat dengan anak mama

20 Juni 2020

5 Cara Membangun Hubungan Harmonis Anak
Unsplash/Jessica To'oto'o

Apa yang terjadi ketika kita tidak berhubungan dengan anak-anak kita secara teratur? 

Akhirnya koneksi antara orangtua dan anak tidak intim dan tak ada yang spesial.

Sayangnya, anak-anak yang tidak memiliki hubungan yang baik dengan orangtuanya seringkali bertingkah mencari perhatian dengan segala macam cara. Anak mungkin juga menjadi memiliki harga diri yang lebih rendah dan mengalami ketegangan yang menumpuk. 

Anak juga menjadi pemurung, suka marah, dan tidak terlihat bahagia dibandingkan teman-temannya. Mereka juga sulit bersyukur dan selalu punya pikiran negatif. Alhasil anak-anak yang seperti itu akan tumbuh sebagai pembangkang dan sulit diberi pengarahan. 

Kenyataannya, anak-anak hanya perlu perhatian dan hubungan yang sederhana. Ini lima cara ala Popmama.com untuk membangun hubungan harmonis dengan anak. 

1. Sentuhan kasih sayang

1. Sentuhan kasih sayang
Unsplash/ Valentina Dominguez

Lebih sering memberikan sentuhan kepada si Anak bisa menyalurkan rasa sayang dari Mama ke mereka.

Sentuhan dapat meringankan rasa sakit, mengurangi kecemasan, meringankan tekanan kehidupan, membangkitkan harapan, dan menyembuhkan. 

Bagaimana menyentuh yang baik? Pegang tangannya, berikan sesekali gosokan di kaki dan punggung. Saat tidur, berikan anak pelukan hangat dan bisa juga Mama dan si Anak meringkuk bersama di sofa sambil menonton film kesukaan atau bercerita.

Editors' Picks

2. Hilangkan pikiran lain, fokus pada anak mama

2. Hilangkan pikiran lain, fokus anak mama
Freepik

Ketika Mama menatap wajah si Anak, pastikan fokus dan pikiran hanya tertuju padanya.

Jangan alihkan pandangan ke tempat lain apalagi menatap layar smartphone sementara koneksi sedang berlangsung. Kebiasaan mengalihkan pandangan saat sedang bersama anak hanya akan membuat hubungan orangtua dan anak semakin jauh. 

3. Menanyakan pendapat dan saran dari anak

3. Menanyakan pendapat saran dari anak
Unsplash/bady qb

Tanyakan saran anak mama tentang sesuatu yang sedang dihadapi secara pribadi.

Lalu gunakan saran mereka sebaik mungkin dan kemudian bagikan hasilnya kepada mereka.

Katakan pada anak mama, kalau saran dari mereka itu hebat. Mama sukses setelah mengikuti itu.

Ini membuat harga diri anak mama meningkat.

Dengan cara ini anak mama bisa melihat betapa ia memiliki pengaruh pada orang lain dan ia merasa dirinya berguna dan memiliki manfaat untuk orang-orang di sekitarnya.

4. Memberikan nilai jelang waktu tidur

4. Memberikan nilai jelang waktu tidur
cloudfront.net

Pada waktu tidur, minta anak mama menilai Mama sebagai orangtua pada hari itu. Nol menjadi yang terburuk dan 10 menjadi yang terbaik. 

Jika kurang dari 10, tanyakan bagaimana kamu bisa memperbaikinya. 

Lakukan juga yang sebaliknya untuk anak mama, berikan penilaian untuknya. Bicarakan juga apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan anak mama di hari itu. 

Perhatikan dengan seksama, mata anak mama selama komunikasi dengan mereka.

Tidak ada hal lain termasuk smarphone, ini adalah kesempatan mama untuk menghormati dan menghargai mereka. 

5. Menjadi teman ngobrol

5. Menjadi teman ngobrol
Unsplash/Tomas Vyšniauskas

Mengobrol bukan berarti saling bersahutan suara saja. Yang paling penting dilakukan saat mengobrol adalah kontak mata. Ini menandakan komunikasi yang dilakukan mengutamakan keterbukaan.

Bicarakan apa yang mama kerjakan saat anak mama tidak di rumah. Ini juga bisa dilakukan oleh si Papa.

Tanyakan juga bagaimana harinya di sekolah, apa yang membuat ia senang atau sedih di hari itu. 

Pastikan Mama mengetahui, apakah hari anak mama berjalan dengan baik atau tidak.

Pilih salah satu cara untuk meningkatkan koneksi orangtua dan anak di atas. Buat catatan tentang apa yang sudah Mama lakukan dan hasil yang didapatkan. Selamat menjadi bahagia!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.