Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Benar Setan Dikurung saat Bulan Puasa? Cari Tahu Faktanya, Yuk!

Apakah Benar Setan Dikurung saat Bulan Puasa? Cari Tahu Faktanya, Yuk!
Freepik/user18526052
Intinya Sih
  • Hadis tentang setan dikurung saat Ramadan tidak dimaknai secara harfiah, melainkan menggambarkan terbatasnya pengaruh setan karena umat Muslim lebih fokus beribadah.
  • Perbuatan buruk tetap bisa terjadi karena dorongan hawa nafsu dan pengaruh lingkungan, bukan semata godaan setan.
  • Bulan Ramadan menjadi momen latihan mengendalikan diri, menahan emosi, serta membentuk kebiasaan positif yang diharapkan terus berlanjut setelah puasa berakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Ramadan selalu identik dengan berbagai cerita keagamaan yang turun-temurun kita dengar sejak kecil.

Salah satunya adalah keyakinan bahwa setan-setan dikurung selama bulan puasa, sehingga umat Muslim bisa lebih fokus beribadah tanpa gangguan.

Tapi pernah nggak sih kita berpikir lebih jauh terkait apakah benar setan dikurung saat bulan puasa? Kalau setan benar-benar dikurung, kenapa masih ada orang yang melakukan hal buruk di bulan Ramadan?

Tak jarang juga anak mama mungkin mengeluhkan temannya yang masih suka bikin mereka marah, kesal, atau berujung bertengkar dengannya.

Daripada bingung menjelaskannya ke anak, yuk simak rangkuman yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.

1. Makna dari setan dikurung saat bulan puasa

doa puasa ramadan
Pexels/Alena Darmel

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa hadis yang menjelaskan tentang setan yang "dikurung" di bulan Ramadan tidak bisa diartikan secara harfiah.

Makna ini bisa diibaratkan seperti terbatasnya ruang gerak setan untuk menggoda manusia, Ma.

Di bulan Ramadan, umat Muslim disibukkan dengan berbagai ibadah. Nggak cuma menjalankan puasa yang wajib hukumnya, tapi berbagai ibadah sunnah lain seperti salat tarawih, tadarus Al-Quran, dan sedekah menjadi aktivitas yang mendominasi keseharian.

Kesibukan positif inilah yang membuat setan kesulitan mencari celah untuk masuk ke hati manusia, itulah mengapa sering disebut setan dikurung saat bulan puasa.

Nah, meski disebut demikian, bukan berarti setan benar-benar dipenjara dan nggak bisa berbuat apa-apa. Mereka tetap ada, tapi pengaruhnya melemah karena kita sedang dalam "mode ibadah" yang lebih intensif.

2. Godaan tetap bisa datang dari dalam diri dan lingkungan

doa puasa ramadan
Pexels/Muhammad Shamaoon Malik

Pertanyaan selanjutnya, kalau setan lagi lemah karena dikurung selama bulan puasa ini, kenapa masih ada orang yang berbuat dosa? Kenapa masih banyak orang yang bikin kita kesal atau marah?

Jawabannya sederhana, Ma, sumber kejahatan nggak cuma dari setan. Dalam diri manusia ada yang namanya hawa nafsu.

Nah, nafsu untuk marah, iri, malas, atau ingin mengambil hak orang lain bisa muncul tanpa perlu bisikan setan sekalipun. Ini adalah bagian dari ujian sebagai manusia.

Selain itu, ada juga pengaruh dari lingkungan, seperti teman, pergaulan, atau konten media sosial yang kita konsumsi sehari-hari juga bisa membentuk perilaku kita.

Kadang kita melakukan hal buruk bukan karena digoda setan, tapi karena terbawa arus lingkungan.

3. Bulan Ramadan jadi momen melatih diri

doa puasa ramadan
Freepik/rawpixel

Dengan pemahaman yang sudah dijelaskan di atas, hal ini justru bikin Ramadan makin bermakna. Bulan puasa bukan sekadar "setan libur mengganggu manusia", tapi lebih sebagai momen latihan mengendalikan diri.

Karena puasa nggak sekadar untuk melatih diri menahan lapar dan haus, tapi juga menahan emosi, menjaga lisan, dan mengontrol perilaku.

Bulan puasa ini jadi momen yang tepat untuk orangtua melatih anaknya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dengan begitu, saat Ramadan berakhir, diharapkan anak pun terbiasa mengendalikan hawa nafsu.

Kalau sudah terbiasa seperti ini, anak pun punya benteng diri yang lebih kuat meskipun setan kembali bebas "beraktivitas" setelah bulan puasa.

Jadi, daripada sibuk memikirkan apakah setan dikurung saat bulan puasa, lebih baik ajak anak untuk fokus memanfaatkan momen Ramadan sebagai bentuk introspeksi diri.

Di bulan suci ini, anak-anak bisa menjadikannya momen emas untuk upgrade diri, Ma. Yuk, ajak anak untuk maksimalkan sisa hari Ramadan dengan hal-hal positif.

Apakah setan dibelenggu saat Ramadan?

Apa arti setan dibelenggu?

Menurut Ibn Hajar al-Asqalani, arti setan dibelenggu adalah menunjukkan ruang gerak setan terbatas saat menggoda manusia. Itu karena kaum Muslim lebih fokus menjalankan ibadah seperti puasa, tarawih, membaca Al-Qur’an, dan sering berzikir.

Kenapa setan dikurung saat Ramadan?

Demi umat Islam lebih mudah menjaga ketaatan dalam beribadah. Agar mereka tidak mencari alasan lagi untuk berbuat maksiat.

Apakah tetap ada hawa nafsu saat berpuasa?

Bisa saja. Al-Qur’an Surah Yusuf ayat 53 dijelaskan bahwa nafsu cenderung mendorong kepada keburukan apabila manusia kesulitan untuk mengendalikannya.Inilah alasan mengapa maksiat masih mungkin terjadi meskipun setan dibelenggu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More