"Eggs can be affordable and easily accessible," ungkap Lora Iannotti dalam penelitian yang dilakukan di Brown School di Washington University in St. Louis di Ecuador pada tahun 2015.
Makan Telur Saat Sahur Bisa Tingkatkan Tinggi Badan Anak?

Telur menjadi menu sahur praktis yang dinilai dapat membantu mendukung pertumbuhan dan tinggi badan anak
Berbagai penelitian menunjukkan telur kaya protein dan nutrisi penting yang berperan dalam tumbuh kembang serta menurunkan risiko stunting
Meski tidak spesifik diteliti saat sahur, konsumsi telur rutin tetap bermanfaat untuk mendukung tinggi badan dan kesehatan anak
Memilih menu sahur yang tepat untuk anak menjadi perhatian penting bagi Mama, terutama yang ingin memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal selama bulan Ramadan.
Telur sering menjadi pilihan praktis dan terjangkau untuk menu sahur karena mudah diolah dan mengenyangkan.
Namun, apakah telur juga bisa membantu meningkatkan tinggi badan anak? Berbagai penelitian ilmiah telah mengungkap manfaat telur bagi pertumbuhan anak, termasuk dampaknya terhadap tinggi badan.
Berikut Popmama.com rangkum apakah makan telur saat sahur bisa bantu tinggi badan anak berdasarkan hasil penelitian ilmiah!
Table of Content
1. Penelitian buktikan telur meningkatkan pertumbuhan anak

Sebuah meta-analysis yang diterbitkan di National Library of Medicine oleh Elisabeth A Larson dan rekan-rekannya meneliti efek suplementasi telur terhadap pertumbuhan anak usia 6 bulan hingga 18 tahun.
Penelitian ini menggunakan metode Cochrane's GRADE untuk mengevaluasi kualitas studi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur merupakan pilihan nutrisi yang terjangkau untuk meningkatkan pertumbuhan anak.
Efek positif dari konsumsi telur terhadap pertumbuhan anak sudah terbukti, meskipun diperlukan lebih banyak studi dengan intervensi yang lebih panjang.
Kurangnya konsumsi makanan hewani terkait dengan penurunan pertumbuhan pada anak. Hal ini menjadikan telur sebagai solusi praktis untuk mengatasi masalah pertumbuhan.
2. Telur cocok dijadikan menu sahur untuk anak

Meskipun penelitian yang ada tidak secara spesifik membahas konsumsi telur saat sahur, telur tetap menjadi pilihan yang sangat baik untuk menu sahur anak.
Telur sangat praktis diolah dengan berbagai cara seperti direbus, dibuat dadar, atau diorak-arik, sehingga memudahkan Mama dalam menyiapkan sahur.
Selain praktis, telur juga mengenyangkan dan kaya nutrisi yang penting untuk menjaga stamina anak selama berpuasa hingga waktu berbuka. Kandungan protein dan lemak sehat dalam telur membantu anak merasa kenyang lebih lama.
Mama juga bisa mengombinasikan telur dengan menu sahur lain seperti nasi, roti, atau sayuran untuk mengoptimalkan asupan nutrisi anak. Kombinasi ini memastikan anak mendapatkan berbagai jenis nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal.
Telur efektif untuk pertumbuhan anak, menjadikannya pilihan tepat untuk menu sahur yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga mendukung pertumbuhan tinggi badan anak.
3. Kandungan nutrisi telur yang mendukung pertumbuhan

Telur disebut sebagai complete food atau makanan lengkap karena mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Telur dikemas secara alami dengan aman dan mengandung nutrisi yang sangat mendukung tumbuh kembang anak.
Kandungan protein dalam telur sangat penting untuk pertumbuhan otot dan pembentukan sel-sel baru dalam tubuh anak. Protein adalah bahan dasar untuk pembentukan jaringan tubuh, termasuk tulang yang berkaitan langsung dengan tinggi badan.
Selain itu, telur kaya akan essential fatty acids atau asam lemak esensial yang sangat penting untuk perkembangan otak anak. Kolin yang terkandung dalam telur juga berperan penting untuk fungsi otak dan perkembangan kognitif.
Vitamin A dalam telur mendukung kesehatan mata dan sistem imun anak, sementara vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Semua nutrisi ini bekerja bersama-sama untuk mendukung pertumbuhan optimal anak, termasuk pertumbuhan tinggi badan.
4. Telur lebih terjangkau dibanding protein hewani lain

Salah satu keunggulan utama telur adalah harganya yang relatif terjangkau dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya seperti daging sapi, ayam, atau ikan.
Keterjangkauan dan aksesibilitas telur ini menjadikannya solusi praktis dan realistis untuk mengatasi masalah gizi dan stunting pada anak, terutama di negara-negara berkembang.
5. Telur aman untuk anak tanpa efek samping alergi

Salah satu kekhawatiran Mama saat memberikan telur kepada anak adalah kemungkinan alergi. Namun, penelitian Iannotti mengungkapkan faktanya.
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti dengan cermat memantau reaksi alergi terhadap telur pada anak-anak yang menjadi subjek penelitian. Selama kunjungan rumah mingguan yang dilakukan, tidak ada insiden alergi yang diamati atau dilaporkan oleh pengasuh anak.
Berdasarkan temuan ini, Iannotti menyimpulkan bahwa telur merupakan sumber nutrisi yang layak dan direkomendasikan untuk anak-anak, terutama di negara-negara berkembang.
Meskipun demikian, Mama tetap perlu memperhatikan anak saat pertama kali memberikan telur, terutama jika ada riwayat alergi dalam keluarga.
6. Telur mengurangi stunting hingga 47 persen

Dalam randomized controlled trial yang dilakukan oleh Iannotti di Ecuador pada tahun 2015, anak-anak berusia 6-9 bulan secara acak diberi satu telur per hari selama 6 bulan, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menerima telur.
Hasilnya sangat mengesankan. Telur terbukti mengurangi prevalensi stunting (gagal tumbuh) hingga 47 persen dan underweight (berat badan kurang) hingga 74 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dari yang pernah ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya.
Efek yang ditunjukkan dalam penelitian ini mencapai 0.63, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 0.39. Ini menunjukkan bahwa telur memiliki potensi yang sangat besar untuk mengurangi stunting di seluruh dunia.
Telur terbukti meningkatkan standardized length-for-age score (skor tinggi badan menurut usia) dan weight-for-age score (skor berat badan menurut usia), yang merupakan indikator penting pertumbuhan anak.
7. Telur meningkatkan kualitas diet anak

Kurangnya keragaman diet dan rendahnya konsumsi makanan hewani berhubungan dengan penurunan pertumbuhan anak. Telur dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas diet anak secara keseluruhan.
Anak yang mengonsumsi telur menunjukkan peningkatan asupan diet yang lebih tinggi dan penurunan konsumsi makanan manis. Ini menunjukkan bahwa telur tidak hanya menambah nutrisi, tetapi juga membantu mengurangi konsumsi makanan yang kurang sehat.
Intinya, Ma, telur bisa membantu tinggi badan anak. Meskipun penelitian yang ada tidak secara spesifik membahas konsumsi telur saat sahur, bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi telur secara rutin sangat efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi badan anak.
Telur yang dikonsumsi saat sahur tetap memberikan manfaat nutrisi yang sama seperti saat dikonsumsi di waktu lain. Dengan kandungan nutrisi lengkap, keterjangkauan harga, kemudahan akses, dan keamanan konsumsi, telur merupakan pilihan menu sahur yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Apakah Mama sudah rutin menyajikan telur sebagai menu sahur untuk anak?
FAQ Seputar Makan Telur Saat Sahur Bisa Tingkatkan Tinggi Badan Anak
| Apakah makan telur di sahur lebih efektif dari makan telur di waktu lain? | Tidak ada bukti kuat bahwa waktu makan telur (misalnya saat sahur) sendiri membuatnya lebih efektif untuk tinggi badan. Yang lebih penting adalah total asupan nutrisi hariannya, protein, kalsium, vitamin D, dan mineral lain — bukan khusus waktu sahur. |
| Apakah makan telur bisa menggantikan peran faktor lain seperti tidur atau olahraga dalam pertumbuhan? | Tidak. Tinggi badan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk genetik, kualitas tidur, hormon pertumbuhan, aktivitas fisik (olahraga), serta nutrisi. Telur memberi nutrisi penting, tetapi tidak bisa menggantikan kebutuhan tidur cukup atau gaya hidup sehat secara keseluruhan. |
| Kalau anak cuma makan telur terus tanpa makanan lain, tetap bisa tinggi? | Tidak. Pertumbuhan optimal membutuhkan pola makan seimbang, bukan hanya satu jenis makanan saja. Telur sangat bergizi, tetapi tubuh juga perlu sumber kalsium dari susu/produk susu, buah-buahan, sayur-sayuran, dan cereal untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi anak. |


















