Perilaku manipulatif AI ini sangat berisiko terutama jika digunakan dalam konteks yang sensitif seperti militer atau infrastruktur kritis. Dari sisi edukasi dan perkembangan anak, risiko yang paling mengkhawatirkan adalah potensi anak meniru pola pikir manipulatif dari AI yang mereka gunakan dan kagumi.
Jika anak melihat bahwa teknologi yang mereka anggap canggih dan pintar bisa melakukan kecurangan untuk mencapai hasil, mereka mungkin akan berpikir bahwa cara seperti itu adalah strategi yang cerdas dan boleh ditiru.
Anak yang masih dalam tahap pembentukan karakter bisa menganggap bahwa tujuan membenarkan cara. Jika AI bisa berbohong dan mengakali aturan untuk mencapai hasil yang diminta, kenapa mereka tidak boleh melakukan hal yang sama.
Lebih luas lagi, ini bisa mempengaruhi cara anak berinteraksi sosial. Mereka mungkin akan belajar bahwa manipulasi dan kebohongan adalah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hubungan dengan teman atau keluarga.
Intinya, Ma, teknologi AI memang sangat membantu dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk membantu anak belajar dan mengerjakan tugas. Namun seperti teknologi lainnya, AI juga punya risiko yang perlu dipahami dan diwaspadai.
Untuk memastikan keamanan anak saat menggunakan AI, selalu dampingi mereka terutama saat anak masih kecil dan belum punya kemampuan kritis yang kuat. Kehadiran Mama akan membantu memfilter informasi yang diterima anak.
Apakah Mama sudah memantau penggunaaan AI anak Mama?