Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Alasan Parenting Orangtua Tidak Tegas Justru Gagal, Aturan Perlu Ada
Pexels/Artem Podrez
  • Penelitian IFS Survey of American Family Culture 2025 menunjukkan bahwa aturan rumah tangga yang tegas dan konsisten justru mempererat hubungan emosional antara orangtua dan anak.
  • Orangtua disarankan memilih aturan yang efektif seperti jam bebas gadget atau waktu bermain di luar, agar kedisiplinan tetap berjalan tanpa menambah stres pengasuhan.
  • Meskipun terasa berat di awal, ketegasan dan konsistensi dalam menerapkan aturan terbukti menjadi investasi jangka panjang bagi keharmonisan serta kualitas hubungan keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang tua suka jadi teman buat anak dan bikin aturan longgar di rumah. Tapi ada penelitian bilang kalau aturan yang jelas malah bikin hubungan lebih baik. Awalnya capek, tapi nanti jadi enak dan dekat. Kalau tidur, belajar, dan main pakai waktu yang teratur, semua jadi lebih bahagia dan saling sayang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak orangtua, pilihan dalam mendidik anak sangat memengaruhi seberapa berat beban keseharian yang mereka tanggung. Saat ini, sedang tren cara mendidik yang santai, memposisikan anak sebagai teman, dan cenderung fleksibel soal aturan rumah. Eits, justru penelitian menyebutkan bahwa kebebasan tanpa batas ini justru akan menjadi tantangan berat bagi orangtua di kemudian hari.

Berdasarkan penelitian IFS Survey of American Family Culture 2025, terungkap bahwa aturan rumah tangga yang jelas justru membuat peran orangtua dalam mendidik anak terasa lebih ringan dalam jangka panjang. Tidak hanya mempermudah keseharian, keberadaan aturan yang konsisten di rumah juga terbukti efektif mempererat kedekatan emosional dan kualitas hubungan antara orang tua dan anak.

Satu hal yang perlu digarisbawahi: Menegakkan aturan itu berbeda jauh dengan bersikap galak atau pemarah. Tegas berarti orangtua memahami dan mampu mengajarkan batasan serta norma yang sesuai dengan visi keluarga. Jadi, memiliki aturan yang kuat bukan berarti orangtua bisa bersikap semena-mena, melainkan memberikan panduan agar anak tumbuh dengan rasa hormat.

Berikut Popmama.com rangkum alasan parenting modern gagal, tetap perlu aturan tegas. 

1. Dilema aturan di rumah, ketegasan justru pererat hubungan

Pexels/Vitaly Gariev

Ada yang menarik dari hasil penelitian IFS Survey of American Family Culture 2025, adanya aturan yang tegas di rumah yang konsisten memang awalnya melelahkan bagi orangtua. Wajar saja, karena menjaga konsistensi dan menegakkan aturan memang menguras energi serta kesabaran.

Namun, sisi menariknya adalah aturan-aturan tersebut justru menjadi kunci hubungan yang lebih harmonis di masa depan. Hampir semua bentuk kedisiplinan dari hasil survei (kecuali membatasi pergaulan sosial anak) terbukti mempererat ikatan antara orangtua dan anak. 

Alasannya? Anak-anak yang memiliki batasan yang jelas cenderung merasa lebih dekat dan menghargai orangtua mereka. Ini bisa terjadi karena anak menganggap orangtua tidak hanya ‘teman’ yang santai tapi juga sosok yang perlu didengar dan dipertimbangkan keberadaannya.

2. Strategi parenting yang bisa diambil: Pilih aturan yang efektif

Freepik/peoplecreations

Tentu sebagai orangtua energi kita terbatas. Ada hal lain yang harus dilakukan juga di luar rumah. Oleh karenanya, penelitian dari survey kepada 24.000 orangtua di Amerika Serikat itu menyebut jika orangtua harus pintar memilih "pertempuran" mereka. 

Berikut beberapa poin menarik dari hasil penelitian tersebut:

  • Aturan mengenai screen time vs. jam bebas gadget: Membatasi durasi bermain ponsel (misalnya "hanya boleh 2 jam") sering kali memicu drama yang melelahkan. Sebaliknya, orangtua bisa menerapkan aturan "jam bebas gadget" (misalnya: semua ponsel diletakkan di meja makan setelah jam 7 malam) jauh lebih mudah dijalankan.Hasilnya lebih efektif untuk menciptakan waktu berkualitas tanpa membuat orang tua pening.

  • Aturan mengenai waktu anak bermain di luar: Ini bisa menjadi diskusi win-win solution bagi anak dan orangtua. Karena dari hasil penelitian memperlihat jika aturan ini terbukti mempererat hubungan sekaligus meringankan beban orangtua dalam pengasuh. Orangtua tetap perlu membiarkan anak untuk bermain di luar rumah setiap hari. Orangtua yang menerapkan ini merasa lebih santai, dan anak-anak pun merasa lebih bahagia serta dekat dengan orangtua mereka.

  • Ada kesepakatan antara orangtua dan anak: Hampir di semua kategori, anak remaja merasa hubungan mereka lebih baik saat ada aturan tegas. Meskipun peningkatannya tidak setinggi yang dirasakan orangtua.

3. Ketegasan terasa berat di awal, tapi membuahkan hasil kelak

Freepik

Dari grafik hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun orangtua merasa lelah (representasi: batang jingga tinggi), kualitas hubungan mereka dengan anak justru meningkat signifikan (representasi: batang biru dan abu-abu tinggi). Contoh yang paling menonjol adalah:

  • Waktu tidur yang ketat (strict bedtime): Memberikan dampak positif paling besar pada kualitas hubungan menurut orang tua, meskipun tingkat kesulitannya cukup tinggi.

  • Waktu belajar/PR yang khusus (dedicated home work time): Menunjukkan peningkatan kualitas hubungan yang sangat tinggi, baik dari sudut pandang orang tua maupun remaja.

  • Waktu pengumpulan gadget (device drop off time): Aturan ini juga berkontribusi besar pada kualitas hubungan yang lebih baik.

4. Konsistensi di parenting layaknya investasi

Pexels/Gustavo Fring

Banyak orangtua merasa sungkan memberikan aturan karena takut hubungan dengan anak menjadi renggang atau menjauh. Namun, laporan IFS Survey of American Family Culture 2025 ini membuktikan hal sebaliknya bahwa ketegasan dalam menjaga norma dan aturan keluarga justru menciptakan hubungan yang lebih hangat dan saling menghormati.

Menerapkan aturan memang melelahkan dan sering kali menjadi bagian tersulit dalam mengasuh anak. Namun, kerja keras itu akan terbayar lunas dengan hubungan keluarga yang lebih kuat dan berkualitas dalam jangka panjang.

Itulah tadi informasi mengenai aturan tegas perlu ada di rumah dan orangtua tidak permisif ke anak. Siapa yang baru tahu? Semoga membantu ya!

Editorial Team