Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Anak Kena Infeksi Paru, Dokter Ungkap Asap Rokok Bisa Jadi Penyebabnya

Anak Kena Infeksi Paru, Dokter Ungkap Asap Rokok Bisa Jadi Penyebabnya
Pexels/Geri Tech
Intinya Sih
  • Dokter Rinal Dhuhri menjelaskan bahwa paparan asap rokok di sekitar anak dapat menjadi penyebab infeksi paru, karena organ pernapasan anak masih berkembang dan lebih sensitif terhadap zat berbahaya.
  • Natasya Limano menambahkan bahwa anak bernapas lebih cepat dibanding orang dewasa, sehingga racun dari asap rokok lebih banyak masuk ke tubuh dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan serius.
  • Asap rokok, termasuk thirdhand smoke yang menempel di benda sekitar, dapat melemahkan pertahanan alami paru-paru anak; berhenti merokok sepenuhnya jadi langkah terbaik melindungi kesehatan mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Asap rokok bukan hanya membahayakan orang yang merokok, tetapi juga orang-orang di sekitarnya, termasuk anak-anak.

Sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa kebiasaan merokok di dekat anak dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan pernapasan, salah satunya infeksi paru.

Hal ini disampaikan oleh dr. Rinal Dhuhri melalui video yang diunggah di akun Instagram @dr_brewok.

Dalam video tersebut, ia menanyakan kepada orangtua pasien apakah memiliki kebiasaan merokok, lalu menjelaskan bahwa salah satu penyebab infeksi paru pada anak bisa berasal dari paparan asap rokok.

Penjelasan tersebut kemudian ditambahkan oleh Natasya Limano, seorang fitness coach sekaligus health influencer yang fokus pada body recomposition dan pola hidup sehat.

Ia menjelaskan bahwa paru-paru anak masih belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan mengalami dampak buruk saat menghirup asap rokok.

Selain itu, anak juga bernapas lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga jumlah racun yang masuk ke dalam tubuh mereka bisa lebih banyak.

Lantas, mengapa asap rokok bisa memberikan dampak yang begitu besar pada kesehatan paru-paru anak? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya. Yuk, simak!

1. Paru-paru anak masih berkembang sehingga lebih mudah mengalami gangguan

Paru-paru anak belum berkembang secara optimal
Popmama.com/Violin Heldina/AI

Salah satu alasan utama mengapa anak lebih rentan mengalami infeksi paru akibat asap rokok adalah karena organ pernapasan mereka belum berkembang secara sempurna.

Dibandingkan orang dewasa, paru-paru dan saluran napas anak masih terus bertumbuh hingga usia remaja.

Pada masa ini, jaringan paru, saluran udara, serta sistem pertahanan tubuh di dalam saluran pernapasan masih dalam proses pematangan sehingga lebih sensitif terhadap zat-zat berbahaya.

Dalam video yang dibagikan Natasya Limano, ia menjelaskan bahwa ketika anak menghirup asap rokok, dampaknya bisa jauh lebih berat dibandingkan orang dewasa.

Hal ini karena tubuh anak belum memiliki kemampuan optimal untuk melindungi diri dari berbagai racun yang terkandung dalam asap rokok, seperti nikotin, karbon monoksida, formaldehida, hingga partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.

Akibatnya, paparan asap rokok dapat memicu peradangan pada saluran napas, mengganggu fungsi paru, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit pernapasan, termasuk infeksi paru atau pneumonia.

Bila paparan berlangsung terus-menerus, bukan tidak mungkin kondisi tersebut juga memengaruhi pertumbuhan paru-paru anak dalam jangka panjang.

Bahkan jika anak tidak memegang atau mengisap rokok secara langsung, menghirup asap dari orang di sekitarnya tetap bisa memberikan dampak yang serius bagi kesehatannya, Ma.

2. Anak bernapas lebih cepat sehingga menghirup lebih banyak racun

Racun lebih mudah masuk ke paru-paru karena anak bernapas lebih cepat
Popmama.com/Violin Heldina/AI

Menurut penjelasan Natasya Limano, anak-anak memiliki laju pernapasan yang lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

Artinya, dalam waktu yang sama mereka menghirup udara lebih sering, termasuk jika udara tersebut telah tercemar oleh asap rokok.

Semakin cepat frekuensi napas, semakin banyak pula partikel berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Racun seperti nikotin, karbon monoksida, serta ribuan zat kimia lain yang terkandung dalam asap rokok dapat lebih mudah mencapai saluran pernapasan hingga paru-paru anak.

Mengingat ukuran tubuh mereka masih kecil, jumlah racun yang masuk akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa.

Paparan ini dapat mengiritasi saluran napas, mengganggu mekanisme pertahanan alami paru-paru, hingga membuat tubuh anak lebih mudah terserang infeksi.

Tidak heran jika anak yang sering menjadi perokok pasif memiliki risiko lebih tinggi mengalami batuk berkepanjangan, bronkitis, pneumonia, hingga infeksi saluran pernapasan berulang.

3. Asap rokok dapat melemahkan pertahanan alami saluran pernapasan anak

Pernapasan anak bisa melemah karena pengaruh asap rokok
Pexels/Bayram Yalçın

Paru-paru memiliki sistem pertahanan alami yang berfungsi menangkap dan mengeluarkan kuman, debu, maupun partikel berbahaya sebelum masuk lebih dalam ke saluran pernapasan.

Namun, paparan asap rokok dapat mengganggu mekanisme perlindungan tersebut, terutama pada anak-anak yang sistem imunnya masih berkembang.

Zat-zat kimia di dalam asap rokok dapat memicu peradangan pada saluran napas dan merusak silia, yaitu rambut-rambut halus yang bertugas menyapu lendir beserta kuman keluar dari paru-paru.

Ketika fungsi silia menurun, bakteri dan virus menjadi lebih mudah bertahan serta berkembang biak di saluran pernapasan.

Kondisi inilah yang membuat anak lebih rentan mengalami infeksi, termasuk infeksi paru atau pneumonia.

Dalam video yang diunggah dr. Rinal Dhuhri mengingatkan orangtua bahwa infeksi paru pada anak tidak selalu muncul begitu saja.

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risikonya adalah kebiasaan merokok di sekitar anak.

Rumah yang bebas asap rokok dapat membantu sistem pernapasan anak bekerja lebih optimal sekaligus mengurangi risiko infeksi yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

4. Menjadi perokok pasif tetap berbahaya bagi kesehatan anak

Asap rokok dapat menempel ke semua sudut rumah
Popmama.com/Violin Heldina/AI

Banyak orangtua yang beranggapan bahwa merokok di dekat jendela, di ruangan lain, atau saat anak tidak berada tepat di sampingnya sudah cukup untuk melindungi anak.

Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar. Asap rokok dapat menyebar ke berbagai sudut ruangan dan bertahan di udara selama beberapa waktu, sehingga anak tetap berisiko menghirup zat-zat berbahaya meski tidak berada tepat di dekat perokok.

Selain asap yang terlihat, terdapat pula sisa partikel dan zat kimia dari rokok yang menempel pada pakaian, rambut, kulit, sofa, karpet, hingga kursi mobil.

Paparan ini dikenal sebagai thirdhand smoke.

Ketika anak menyentuh permukaan tersebut lalu memasukkan tangan ke mulut atau menghirup udara di sekitarnya, racun dari asap rokok tetap dapat masuk ke dalam tubuh.

Karena ukuran tubuh yang lebih kecil dan sistem pernapasan yang belum matang, anak lebih rentan mengalami dampak dari paparan tersebut.

Risiko yang muncul bukan hanya infeksi paru, tetapi juga batuk berulang, asma yang lebih mudah kambuh, infeksi telinga, hingga gangguan fungsi paru dalam jangka panjang.

Itulah sebabnya para tenaga kesehatan terus mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang benar-benar bebas asap rokok bagi anak.

5. Berhenti merokok adalah bentuk perlindungan terbaik untuk kesehatan anak

Berhenti merokok dapat bermanfaat untuk kesehatan anak di masa depan
Pexels/cottonbro studio

Pesan yang ingin disampaikan dr. Rinal Dhuhri maupun Natasya Limano bukan untuk menyalahkan orangtua yang merokok, melainkan mengajak mereka lebih memahami dampak kebiasaan tersebut terhadap kesehatan anak.

Sebab, banyak orangtua mungkin belum menyadari bahwa asap rokok yang mereka hasilkan dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada si Kecil.

Jika berhenti merokok terasa sulit, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah tidak merokok di dalam rumah, di dalam mobil, atau di dekat anak.

Namun, perlu diingat bahwa cara paling efektif untuk melindungi keluarga dari paparan zat berbahaya rokok adalah dengan berhenti merokok sepenuhnya.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan diri sendiri, keputusan ini juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi tumbuh kembang anak.

Anak berhak menghirup udara bersih agar paru-parunya dapat berkembang secara optimal.

Semoga informasi ini dapat menjadi pengingat bahwa kesehatan anak dimulai dari lingkungan terdekatnya.

Yuk, bersama-sama ciptakan rumah yang lebih sehat agar anak bisa tumbuh dan bernapas dengan lebih nyaman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More