Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Basic Life Skill yang Harus Orangtua Ajarkan pada Anak

4 min read
5 Basic Life Skill yang Harus Orangtua Ajarkan pada Anak
Pexels/Gustavo Fring
  • Orangtua perlu melatih keterampilan hidup anak lewat rutinitas harian, karena prestasi akademis saja tidak cukup untuk membantu anak beradaptasi di dunia nyata.

  • Anak perlu diberi kesempatan mandiri mengerjakan tugas sesuai usia, menyampaikan kebutuhan dengan jelas, serta mengenali dan mengekspresikan emosi secara aman dan sehat.

  • Orangtua juga dianjurkan melatih anak menyelesaikan masalah sederhana, mengambil keputusan, mengenali batas kemampuan, dan meminta bantuan setelah berusaha sendiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengajarkan anak agar berprestasi secara akademis tentu menjadi impian setiap orangtua. Namun, kepintaran saja tidak cukup untuk membekali anak mama menghadapi kerasnya dunia nyata.

Di luar nilai ujian yang memuaskan, anak-anak membutuhkan ketrampilan hidup supaya tumbuh menjadi pribadi yang mampu beradaptasi.

Tapi pembentukan karakter anak tidak terjadi secara instan, melainkan lewat proses harian yang terus dilatih.

Seringkali Mama refleks langsung membantu ketika melihat si Anak kesusahan memakai sepatu. Padahal, momen-momen kecil seperti inilah yang menjadi kesempatan emas bagi anak untuk belajar mandiri dan ketrampilan hidup, Ma.

Mulai dari melatih kemandirian hingga menyelesaikan masalah sederhana, berikut sudah Popmama.com rangkum 5 basic life skill yang wajib diajarkan orangtua pada anak.

  1. 1. Ajari anak kemandirian melakukan tugas sesuai usianya

    Anak laki-laki mencuci piring di wastafel
    Pexels/Gustavo Fring

    Mama, mengajarkan kemandirian bukan berarti menuntut anak bisa melakukan segala hal sendirian sejak awal.

    Justru, kemandirian tumbuh saat anak diberi kepercayaan dan kesempatan untuk menyelesaikan tugas sederhana sesuai tahap usianya. Hal ini turut memupuk rasa percaya diri serta tanggung jawab pada diri anak.

    Untuk mengembangkan keterampilan tersebut, orangtua dapat melibatkan anak dalam kegiatan harian di rumah. Ajarkan pula rasa tanggung jawab dengan memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan usianya di rumah.

    Yang harus dilakukan agar ketrampilan ini dapat diingat oleh anak ialah, Mama jangan mudah untuk membantunya. Biarkan ia mengerjakan sendiri dulu, sambil berkata:

    "Mau coba sendiri dulu ya, nanti kalau tidak bisa baru Mama yang lakukan"

    Setelah itu, rayakan ketika anak menunjukkan inisiatif atau membantu orang lain. Supaya ia menjadi bangga pada dirinya.

  2. 2. Ajarkan anak kemampuan menyampaikan kebutuhan secara jelas

    Mama membantu anak laki-laki dengan tabletnya
    Pexels/Ketut Subiyanto

    Anak sering kali merasa kesulitan mengekspresikan apa yang diinginkan.

    Padahal kemampuan mengungkapkan pikiran dengan jelas, mendengarkan secara aktif, dan terhubung dengan orang lain merupakan salah satu keterampilan hidup yang berharga.

    Komunikasi yang kuat dapat menjadi dasar untuk membangun kepercayaan diri, memengaruhi orang lain, dan bekerja sama secara efektif, lho.

    Untuk mengembangkan ketrampilan tersebut, orangtua dapat mendorong anak menyampaikan pendapatnya saat berdiskusi bersama keluarga di akhir pekan.

    Berikan kesempatan kepada anak untuk berbicara di depan umum atau tampil di hadapan penonton. Selain itu, orangtua dapat memancingnya dengan pertanyaan, "Kamu kalau butuh sesuatu bilang ya."

  3. 3. Ajarkan cara regulasi dan pengelolaan emosi

    Regulasi emosi bantu anak mengenali apa yang dirasakannya
    Pexels/Gustavo Fring

    Mama, mengelola emosi bukan berarti melarang anak untuk merasa marah, sedih, atau takut. Semua emosi itu valid dan wajar dirasakan olehnya.

    Ketrampilan ini penting supaya anak belajar bahwa meski semua perasaan boleh dialami, cara mengekspresikannya tetap memiliki batasan yang aman dan sehat.

    Untuk mengembangkan ketrampilan ini, orangtua bisa bantu anak mengenali apa yang sedang ia rasakan saat emosinya meluap.

    Tegaskan juga pada anak bahwa merasa marah itu boleh, tetapi tindakan menyakiti tetap tidak diperbolehkan. Sembari mengatakan hal ini kepada anak, "Mama tahu Adik kecewa dan marah karena mainannya rusak, tapi kita tidak boleh melempar barang, ya. Coba tarik napas dulu."

  4. 4. Ajarkan anak menyelesaikan masalah sederhana

    Menyelesaikan masalah membentuk pola pikir kritis anak
    Pexels/Pavel Danilyuk

    Kemampuan menganalisis situasi, serta mengambil keputusan dapat membantu mempersiapkan anak menghadapi berbagai tantangan di dunia nyata.

    Hal ini penting untuk anak supaya membentuk pola pikir kritis dan melatih anak untuk belajar dari kesalahan tanpa rasa takut.

    Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, orangtua dapat memberikan tugas atau pertanyaan untuk mengundang rasa ingin tahunya seperti, "Menurut kamu boneka ini harus diapakan? "

    Namun, jangan terburu-buru mengambil alih saat anak menemui kendala. Ajak mereka berdiskusi untuk menemukan solusinya sendiri.

    Selain itu, berikan juga kesempatan kepada anak untuk membuat keputusan sederhana di rumah. Mama bisa ajak anak menentukan menu makanan atau memilih kegiatan di akhir pekan.

  5. 5. Ajarkan keberanian dan kesadaran untuk meminta bantuan

    Anak menjadi tahu batasan diri
    Pexels/Gustavo Fring

    Meminta bantuan bukan tanda kegagalan atau kelemahan, melainkan ketrampilan hidup yang penting, Ma.

    Anak perlu belajar mengenali batas kemampuannya. Supaya tahu kapan harus berusaha sendiri dan kapan perlu meminta pertolongan tanpa merasa malu atau takut.

    Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, orangtua dapat mengapresiasi usaha anak setelah menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu sebelum meminta bantuan.

    Ajarkan pula bahwa meminta tolong merupakan hal yang wajar karena orang dewasa juga terkadang membutuhkan bantuan orang lain.

    Selain itu, orangtua dapat melatih anak dengan pola sederhana, yaitu mencoba terlebih dahulu, mengenali ketika mengalami kesulitan, lalu berani meminta bantuan ketika membutuhkannya.

    Nah itu dia, 5 basic life skill yang harus Mama ajarkan pada anak. Hal ini tidak hanya membangun karakteristiknya tetapi juga masa depannya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More