Saat anak sering sakit, kebanyakan orangtua akan langsung mencari penyebabnya dari makanan, cuaca, virus, atau alergi. Padahal, dalam beberapa kasus, ada faktor lain yang juga perlu diperhatikan, yaitu kondisi emosional keluarga.
Hal ini diceritakan oleh dokter anak dr. Herlin Ramadhanti melalui akun Instagram @dr.herlin.ramadhanti. Ia membagikan kisah seorang anak berinisial R yang sebelumnya jarang sakit ketika tinggal di Bogor. Namun setelah keluarganya pindah rumah, anak tersebut hampir setiap bulan mengalami batuk, pilek, hingga sesak yang kemudian mengarah pada diagnosis asma.
Awalnya, keluarga mengira perubahan lingkungan menjadi penyebab utama. Namun setelah berkonsultasi lebih dalam, dr. Herlin menemukan bahwa keluarga tersebut juga sedang menghadapi berbagai tekanan, mulai dari proses adaptasi di tempat baru, kondisi ekonomi, hingga stres yang dialami sang ibu setelah kepindahan.
Meski begitu, dr. Herlin tidak menyimpulkan bahwa stres menjadi penyebab utama penyakit anak. Menurutnya, kesehatan anak dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan, sehingga penanganannya pun perlu melihat kondisi keluarga secara menyeluruh.
Lantas, benarkah stres orangtua memang bisa memengaruhi kesehatan anak? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.
