Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Ide Sarapan Tinggi Kalori untuk Anak Pejuang Berat Badan dan Asma

Ide sarapan tinggi kalori
Freepik
Intinya sih...
  • Sarapan tinggi kalori penting untuk anak pejuang BB
  • Pemilihan lauk hewani sebagai sumber lemak dan protein
  • Karbohidrat sumber tenaga yang tak kalah penting
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sarapan menjadi waktu makan yang penting untuk tumbuh kembang anak. Bahkan, manfaat sarapan bisa membantu si Kecil terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Setiap orang tua tentu punya cara masing-masing dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama bagi anak dengan kondisi khusus seperti pejuang berat badan dan asma.

Baru-baru ini, sebuah konten Mama pada laman Instagram @kiaraeliza.ramadhani membagikan menu sarapan anaknya yang berjuang mengejar berat badan. Dari pengalaman tersebut, berikut Popmama.com bagikan selengkapnya ide sarapan tinggi kalori untuk anak pejuang berat badan dan asma.

1. Sarapan tinggi kalori untuk anak pejuang BB

Makanan tinggi kalori
Freepik/Foodlesfeed

Anak pejuang berat badan sering kali membutuhkan asupan energi yang lebih tinggi dibanding anak seusianya. Karena itu, sebagian orang tua memilih menu sarapan yang padat kalori agar kebutuhan energi harian anak bisa tercukupi sejak pagi.

Makanan tinggi energi biasanya mengandung lemak dan protein yang cukup, sehingga anak tidak cepat lapar dan punya tenaga untuk beraktivitas. Namun, kebutuhan ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak dan tidak bisa disamakan satu sama lain.

Kemenkes RI memberikan panduan dalam memenuhi kebutuhan pada menu sarapan anak, yaitu:

  • 300 gram karbohidrat
  • 65 gram protein
  • 50 gram lemak
  • 23 gram serat
  • serta asupan berbagai vitamin dan mineral

2. Pemilihan lauk hewani sebagai sumber lemak dan protein

Dalam konten yang dibagikan, Mama Kiara memilih otak sapi yang dibalut telur bebek sebagai lauk sarapan anaknya. Lauk hewani memang dikenal sebagai sumber protein dan lemak yang tinggi, sehingga dapat membantu proses penambahan berat badan pada anak tertentu.

Meski demikian, makanan seperti ini juga mengandung kolesterol tinggi, sehingga tidak dianjurkan dikonsumsi sembarangan atau terlalu sering tanpa pertimbangan kesehatan.

Tak hanya itu Ma, Mama bisa coba sarapan tinggi kalori dan protein dari menu berikut:

  • Perkedel kentang daging
  • Telur orak-arik dengan keju
  • Telur rebus dengan alpukat
  • Daging ayam cincang tumis mentega
  • Ikan salmon kukus
  • Tempe orek basah
  • Olahan otak sapi
  • Olahan telur bebek
  • Pepes ikan

3. Karbohidrat sumber tenaga yang tak kalah penting

Makanan lengkap
Freepik/jcomp

Nasi uduk dipilih sebagai sumber karbohidrat dalam menu sarapan tersebut. Karbohidrat berperan penting sebagai sumber energi utama bagi tubuh anak. Sarapan dengan karbohidrat cukup dapat membantu anak lebih fokus dan aktif di pagi hari.

Untuk anak dengan kondisi kesehatan tertentu, jenis dan porsi karbohidrat sebaiknya disesuaikan agar tidak memicu keluhan lain, seperti gangguan pencernaan atau rasa begah.

4. Peran Vitamin D dalam tumbuh kembang anak

Ilustrasi Vitamin D
freepik.com/mrsiraphol

Vitamin D berperan penting dalam membantu pertumbuhan tulang, gigi, dan daya tahan tubuh anak agar tumbuh sehat dan kuat. Perannya akan membantu tubuh anak menyerap kalsium dan fosfor yang penting untuk mmebangun dan menjaga tulang serta gigi yang kuat.

Dosis vitamin D yang direkomendasikan untuk anak-anak bervariasi tergantung usia dan kondisi kesehatan.

Secara umum, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan:

  • Bayi 0-12 bulan: 400 IU (International Units) per hari
  • Anak-anak 1-18 tahun: 600 IU per hari

Konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk menentukan dosis yang tepat untuk anak, terutama jika anak memiliki kondisi medis tertentu.

5. Pentingnya pendampingan orangtua

Ilustrasi bekal anak
foodformyfamily.com

Pengalaman orangtua dalam mengasuh anak pejuang BB dan asma tentu lahir dari niat baik dan perhatian penuh. Meski begitu, menu atau pola makan yang berhasil pada satu anak belum tentu cocok untuk anak lainnya.

Karena itu, orangtua disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menerapkan menu khusus atau memberikan suplemen tertentu. Pendampingan tenaga kesehatan membantu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi tanpa mengabaikan faktor keamanan.

Semoga ide sarapan tinggi kalori untuk anak pejuang berat badan dan asma bermanfaat untuk si Kecil!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

Kisah Inspiratif Afnan, Siswa 5 SD di Kalimantan Tembus Lari 5KM dengan Pace 3

07 Jan 2026, 15:53 WIBBig Kid