5 Cara Menstimulasi Mirror Neuron agar Anak Lebih Berempati

Memahami dan berbagi perasaan dengan orang lain merupakan definisi dari empati yang kita pahami. Hal seperti ini harus diajarkan kepada si Anak sejak dini agar saat beranjak dewasa ia mampu berempati.
Salah satu cara yang efektif dalam pengajaran empati adalah stimulasi mirror neuron.
Stimulasi mirror neuron membiarkan kita mensimulasikan tindakan orang lain, niat, dan emosi di balik tindakan tersebut, pernyataan tersebut dikutip dari Psychology Today.
Dengan menerapkan stimulasi mirror neuron pada si Anak, ia akan lebih memahami niat serta tindakan seseorang berdasarkan perasaannya. Hal ini memicu tumbuh rasa empati pada anak.
Untuk membantu mama, Popmama.com akan mengumpulkan cara menstimulasi mirror neuron agar anak lebih berempati. Yuk dibaca.
1. Memberi contoh pada anak

Ilustrasi - Pexels/Ketut Subiyanto Peran orangtua dalam perkembangan si Anak sangat dibutuhkan. Apalagi, anak yang belum mengetahui apa-apa pasti akan meniru perilaku orang-orang di sekitarnya.
Nah, Mama sebagai orang yang sering berada di sekitar anak pasti akan menjadi panutan baginya. Anak akan mengamati lalu meniru hal-hal yang Mama lakukan.
Melansir kontributor Forbes Carol Kinsey Goman melalui IDN Times, "Tiru meniru ini sebenarnya sudah dilakukan anak sejak dalam kandungan. Detak jantung dan fungsi tubuh mereka mengikuti ritme ibu dan berlanjut hingga lahir lalu bertumbuh."
Hal-hal sederhana seperti ikut berempati saat anak menangis atau merasa sedih, menyemangatinya ketika gagal, memberikan afeksi seperti pelukan setiap hari, dan ikut berbahagia saat anak mendapat pencapaian baru adalah bentuk empati yang bisa Mama tunjukan pada anak.
Dari situ, perasaan empati anak juga akan tersalurkan dengan positif.
2. Pilih lingkungan yang baik untuk anak

Pexels/Agung Pandit Wiguna Sekolah juga penting dalam membentuk karakter seorang anak, terutama di awal kelas 1 SD. Anak pasti akan berinteraksi dengan teman-teman, guru, dan orang-orang di lingkungan sekolah.
Peran Mama di sini juga penting, lho. Anak tentu tidak dapat memilih sekolah mana yang ingin ia datangi di umur yang masih belia.
Maka, orangtua perlu menentukan dan memikirkan sekolah mana yang terbaik untuk menjadi tempat anak menimba ilmu.
Apalagi, Mama tidak bisa melihat apa yang dilakukan anak atau yang terjadi padanya selama di lingkungan sekolah. Guru dan teman-teman yang sejahtera dapat menimbulkan rasa empati yang hangat dalam perasaan si Anak.
3. Berikan film atau tontonan yang menunjukkan empati

Pexels/Ivan Samkov Mengajak anak menonton film atau seri yang sesuai dengan usianya juga dapat meningkatkan rasa empati. Terutama jika tontonan tersebut menunjukkan empati.
Seperti yang telah dibahas tadi, si Anak adalah peniru yang handal. Dengan memanfaatkan pendengaran dan penglihatannya, anak akan meniru apa yang ia lihat dalam tontonan.
Namun, tetap ingat kalau Mama masih harus mengawasi tontonan anak ya. Menstimulasi otak melalui tontonan pun bersifat sebagai tambahan saja.
Apabila ingin menerapkan cara ini, ada beberapa tontonan anak yang cocok. Seperti Inside Out, Zootopia, E.T.: The Extra-Terrestrial, Finding Nemo, Up, dan beberapa film atau seri lainnya.
4. Ajak anak membayangkan perasaan orang lain

Pexels/Artem Podrez Terkadang anak bisa berselisih dengan orang-orang seperti teman atau saudaranya ketika berbicara atau bermain.
Di sini juga Mama harus bisa mengajak anak membayangkan perasaan si teman atau saudaranya secara lembut. Contohnya ketika anak saling berebut mainan dengan temannya.
Tunjukkan empati kepada anak, seperti "Mama tau kamu masih ingin main. Tapi temanmu juga pasti sedih kalau tidak dapat kesempatan main. Boleh ya gantian bermainnya?" atau ucapan-ucapan sejenisnya.
Meski ada beberapa anak yang mungkin masih bersikeras dan tidak langsung mengalah, tapi tidak apa-apa. Berikan ia waktu sampai akhirnya ingin mengalah, karena berempati memang awalnya membutuhkan proses.
5. Berikan contoh melalui hewan peliharaan

Pexels/Matheus Bertelli Hewan peliharaan juga menjadi contoh yang mengajarkan empati pada anak. Apalagi, kebanyakan anak cenderung menyukai atau penasaran dengan hewan peliharaan.
Mama bisa mencoba memelihara binatang peliharaan seperti kucing, anjing, kelinci, ikan, atau lainnya sebagai salah satu cara mengajari tanggung jawab dan empati.
Contohnya, ketika hewan peliharaan sakit, anak akan ikut berempati dengannya.
Selain itu, anak juga perlu diajarkan bagaimana cara merawat, menyayangi, dan memberi perhatian pada hewannya. Sikap seperti inilah yang menstimulasikan mirror neuron pada otak anak.
Demikian 5 cara menstimulasi mirror neuron agar anak lebih berempati. Ingat terus kalau Mama adalah role-model (panutan) utama anak ketika berbicara tentang empati, ya!




















