Pada usia 2–4 tahun, kebutuhan utama anak bukan sekadar adab dan aturan, tetapi rasa aman yang stabil secara emosional. Di fase ini, anak belum mampu mengelola emosinya sendiri sehingga masih bergantung pada Mama dan Papa untuk membantu menenangkan diri.
Ketika anak merasa takut, menangis, atau marah, respons hangat dari Mama akan menjadi “penyangga” bagi sistem emosinya. Inilah yang disebut sebagai co-regulation, yaitu proses di mana anak belajar mengatur emosi melalui kedekatan dengan Mama.
Kalimat sederhana seperti “Mama ada di sini” atau “Tenang, kamu aman bersama Mama” memiliki dampak besar terhadap perkembangan otak anak. Rasa aman ini membantu menurunkan hormon stres dan memberi sinyal bahwa lingkungan di sekitarnya tidak mengancam.
Dari sini, otak anak mulai belajar bagaimana menghadapi tekanan secara perlahan. Jika kebutuhan ini terpenuhi, anak akan tumbuh dengan dasar kepercayaan yang kuat, tidak mudah cemas, dan lebih stabil secara emosional dalam menghadapi situasi baru.