Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026, Pentingnya Latih Sikap Kritis Anak

Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026, Pentingnya Latih Sikap Kritis Anak
YouTube.com/MPRRIOfficial
Intinya Sih
  • Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat mempertemukan sembilan SMA terbaik dan menjadi ajang adu pengetahuan tentang sistem ketatanegaraan Indonesia.

  • Kontroversi muncul saat perbedaan penilaian antara SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas memicu protes peserta, karena jawaban serupa mendapat nilai berbeda dari dewan juri.

  • MPR RI menyampaikan permohonan maaf serta berkomitmen mengevaluasi sistem penilaian agar kompetisi berikutnya lebih transparan, sekaligus menyoroti pentingnya sikap kritis generasi muda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung Sabtu (9/5/2026) kemarin mendadak jadi sorotan. 

Acara yang seharusnya menjadi wadah prestasi bagi sembilan SMA terbaik ini diwarnai protes dari peserta terkait keputusan dewan juri.

Berikut Popmama.com rangkum kronologi dan pelajaran berharga dari kejadian tersebut!

Table of Content

1. Kompetisi yang melibatkan siswa berprestasi

1. Kompetisi yang melibatkan siswa berprestasi

SMAN 1 Sanggau di Lomba Cerdas Cermat 2026 di Kalimantan Barat
YouTube.com/MPRRIOfficial

Lomba cerdas cermat ini merupakan wadah bagi para siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia. 

Dalam babak final yang sengit, para peserta diuji langsung oleh juri berkompeten, di antaranya Dyastasita WB selaku Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI serta Indri Wahyuni sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI. 

Ajang ini awalnya berjalan lancar sebagai tempat adu kecerdasan antar sekolah unggulan di Kalimantan Barat dan diikuti oleh 9 sekolah, yaitu:

  • SMAN 1 Pontianak

  • SMAN 3 Singkawang

  • SMAN 1 Seponti

  • SMA Santo Paulus Pontianak

  • MAS Darussalam Sengkubang

  • SMAN 1 Sambas

  • SMAN 1 Sanggau

  • MAN 1 Sintang

  • SMA Katolik Santu Petrus Pontianak

2. Perbedaan penilaian pada jawaban yang sama

SMAN 1 Sanggau di Lomba Cerdas Cermat 2026 di Kalimantan Barat
YouTube.com/MPRRIOfficial

Ketegangan dimulai saat babak final yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau. 

Muncul pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan dalam pemilihan anggota BPK. Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab dengan tegas bahwa DPR memilih anggota BPK dengan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden. Namun, juri justru memberikan poin minus lima karena dianggap salah.

Hal yang memicu protes keras adalah ketika pertanyaan yang sama dilempar ke Regu B dari SMAN 1 Sambas. Mereka memberikan jawaban yang persis sama, kata demi kata, dengan jawaban Regu C sebelumnya. Anehnya, untuk jawaban yang identik ini, juri justru memberikan poin sempurna 10 dengan alasan inti jawabannya sudah benar.

Juri (Indri Wahyuni) berdalih bahwa saat Regu C menjawab, suara mereka dianggap kurang jelas atau artikulasinya tidak tegas. Juri mengklaim mereka tidak mendengar Regu C menyebutkan kata "pertimbangan DPD".

Ia menekankan bahwa dalam sebuah kompetisi besar, kemampuan menyampaikan gagasan dengan suara yang lantang dan jelas sangatlah krusial.

3. Evaluasi dan permohonan maaf dari pihak penyelenggara

Juri dalam Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026 di Kalimantan Barat
YouTube.com/MPRRIOfficial

Pada akhir lomba cerdas cermat, SMAN 1 Sanggau meraih juara 3, sedangkan SMAN 1 Pontianak menduduki juara 2. Posisi juara 1 diduduki oleh SMAN 1 Sambas.

Merespons kegaduhan yang terjadi, Sekretariat Jenderal MPR RI akhirnya memberikan keterangan resmi pada Senin (11/5/2026). 

Pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kelalaian dalam proses penilaian tersebut.

Sebagai bentuk tanggung jawab, MPR RI berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan dan kinerja dewan juri. 

Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan kualitas kompetisi pendidikan di Indonesia tetap terjaga sportivitasnya.

4. Bangga dengan keberanian anak berpikir kritis

SMAN 1 Pontianak di Lomba Cerdas Cermat 2026 di Kalimantan Barat
YouTube.com/MPRRIOfficial

Di balik drama penilaian tersebut, ada pelajaran berharga tentang karakter anak zaman sekarang. 

Mama patut bangga melihat para remaja yang tidak hanya cerdas menghafal materi, tapi juga berani berpikir kritis dan lantang menyuarakan pendapat ketika merasakan adanya ketidakadilan. 

Sikap berani bertanya dan meminta transparansi di atas panggung lomba menunjukkan bahwa mereka adalah generasi yang kritis dan punya mental pemimpin yang kuat. 

Apakah Mama sudah mulai membiasakan anak untuk berani berpendapat jika ia merasa ada sesuatu yang kurang tepat? 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More