Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Tanpa Les, Anak Lancar Bahasa Inggris Modal Nonton dan Berani Lomba

Tanpa Les, Anak Lancar Bahasa Inggris Modal Nonton dan Berani Lomba
Freepik

Ma, ternyata mengajarkan anak agar bisa mahir bahasa Inggris nggak melulu harus ikut les, lho!

Seorang mama kreator dengan akun @mamtal33 justru membagikan pengalaman menarik bahwa anaknya, Thalita, mulai familiar dengan bahasa Inggris dari hal-hal sederhana di rumah.

Sejak usia 2 tahun, sang anak sudah senang mendengar dan menonton tayangan berbahasa Inggris lewat kartun-kartun favoritnya. Dari kebiasaan sederhana itu, perlahan tumbuh rasa suka, percaya diri, hingga berani lomba storytelling.

Kisah Mama Tal ini menjadi bukti nyata bahwa lingkungan rumah yang mendukung bisa lebih efektif daripada sekadar memasukkan anak ke kursus bahasa Inggris, Ma.

Nah, berikut Popmama.com rangkumkan kisah inspiratifnya yang mungkin bisa jadi motivasi agar anak antusias belajar Inggris sejak balita.

1. Pilih tontonan yang mengedukasi dalam kehidupan sehari-hari

thalita jago bahasa inggris (1).jpg
Instagram.com/mamtal33

Dalam unggahan yang dibagikan Mama Tal, ia bercerita bahwa anak perempuannya itu memanfaatkan tontonan kartun yang mengedukasi, Ma.

Dari rekomendasi yang dibagikan, ada 3 kartun favorit yang bisa menemani keseharian si Kecil di rumah sembari belajar bahasa Inggris. Di antaranya adalah:

  • Bluey – Kartun asal Australia tentang anak anjing bernama Bluey yang aktif, imajinatif, dan suka bermain bersama keluarganya.
  • Peppa Pig – Kartun asal Inggris yang mengisahkan anak babi kecil bernama Peppa, dengan cerita dekat dunia anak seperti bermain, pergi ke taman, sekolah, keluarga, dan rutinitas sederhana.
  • Hey Duggee – Kartun asal Inggris tentang anjing bernama Duggee yang menjadi pemimpin kelompok anak-anak kecil bernama The Squirrels. Di setiap episode, mereka bermain, belajar hal baru, menyelesaikan aktivitas sederhana, dan mendapatkan badge di akhir cerita.

Nah, dari ketiga kartun di atas, si Kecil Thalita tak cuma terhibur, tapi bisa ikut belajar kosakata baru dari setiap episode yang ditontonnya.

Seperti dikutip dari University of Washington, anak usia dini yang menonton tayangan edukatif dengan interaksi sosial sederhana cenderung memiliki kosakata lebih banyak dibandingkan yang tidak.

Jadi, memilih kartun yang tepat sama saja dengan membuka pintu pertama anak pada bahasa Inggris, Ma.

2. Ikut lomba storytelling murah, tapi berhasil tingkatkan keberanian

thalita jago bahasa inggris (2).jpg
Instagram.com/mamtal33

Setelah terbiasa mendengar dari deretan kartun yang ditontonnya, Thalita pun mulai berani terbiasa berbaha Ingris dan mau tampil di hadapan banyak orang, lho.

Bahkan sejak masih TK, ia suka mengikuti lomba storytelling dengan biaya hanya Rp30.000, tapi mendapatkan medali dan merchandise.

Bukan dilihat dari biaya pendaftaran yang murah, justru kegiatan yang seperti ini jika dilakukan rutin akan sangat membantu melatih tiga hal penting, yakni keberanian, kepercayaan diri, dan kebiasaan memakai bahasa Inggris.

Para ahli juga menyebutkan bahwa kegiatan bercerita di depan umum sejak dini mampu meningkatkan self-efficacy anak dan mengurangi rasa takut membuat kesalahan.

Nah, jadi dari situlah anak justru semakin nyaman menggunakan bahasa Inggris sebagai alat berekspresi, bukan sekadar pelajaran yang didapat di sekolah saja, Ma.

3. Lanjut ikut Speeling Bee yang buat kosakata meningkat pesat

thalita jago bahasa inggris.jpg
Instagram.com/mamtal33

Setelah rutin storytelling, anak Mama Tal melanjutkan ke lomba Spelling Bee. “Wah ini bagus banget!! bikin anakku jadi rajin berlatih,” tulisnya.

Lomba ini adalah ajang untuk mengeja kata bahasa Inggris yang dibacakan juri, dengan kata-kata yang biasanya cukup menantang, Ma.

Lomba ini cukup populer di berbagai dunia, termasuk di Indonesia, yang tujuannya tentu untuk bantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan rasa percaya diri anak.

Mengikuti lomba ini bukan hanya untuk melatih anak mengasah hafalan, tapi juga membangun koneksi antara bunyi dan tulisan dalam memori jangka panjang.

Terlebih, lomba ini juga dilakukan dengan suasana yang menyenangkan, Ma. Dengan begitu, anak pun merasa sedang bermain, bukan tertekan.

Kisah Thalita, yang dibagikan sang Mama ini bisa jadi pengingat bahwa anak bisa suka bahasa Inggris tak harus selalu mulai dari les, tapi dari apa yang ia sukai.

Cukup dengan mendampingi menonton kartun yang mengedukasi, mengajak ikut lomba sederhana, dan memberi ruang untuk berani tampil, anak-anak bisa membangun fondasi bahasa asing dengan bahagia.

Semangat selalu untuk Thalita, semoga bisa menginspirasi anak-anak lainnya, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More

5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membesarkan Anak Perempuan

30 Apr 2026, 23:34 WIBKid