Hal ini telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya tidak menghormati bulan suci Ramadan tetapi mereka juga tidak menghormati keadaan masyarakat yang sedang berpuasa, mereka tidak menghormati anak-anak yang masih SD dalam serangan mereka ke negara kami. 200 anak-anak dibunuh oleh mereka dan lebih dari 5 rumah sakit dijadikan sasaran penyerangan," ujarnya.
Pemakaman Haru Siswa Sekolah Korban Tragedi di Iran

- Ratusan warga di Kota Minab, Iran, menghadiri pemakaman massal setelah serangan militer menghantam sekolah dasar putri dan menewaskan lebih dari 170 siswa serta guru.
- UNESCO mengecam keras tragedi tersebut sebagai pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan menegaskan pentingnya perlindungan fasilitas pendidikan di wilayah konflik.
- Keluarga korban mengalami duka mendalam dan trauma berat, sementara relawan serta tenaga kesehatan mental mulai memberikan pendampingan psikososial bagi para penyintas.
Konflik antarnegara yang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir kembali menyisakan luka mendalam. Kali ini, kabar duka datang dari sebuah kota di negara Iran, ketika ratusan siswa sekolah dasar kehilangan nyawa dalam sebuah insiden tragis yang mengguncang dunia pendidikan dan kemanusiaan.
Dalam video yang beredar, terlihat ratusan warga berpakaian hitam memadati sepanjang jalan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Selasa, (3/3/2026).
Mereka berdiri dan menggenggam foto anak-anak dengan seragam sekolah, menunggu prosesi pemakaman dimulai. Sekitar lebih dari 170 siswa dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah bangunan sekolah mereka terdampak serangan ledakan militer yang terjadi di wilayah tersebut.
Untuk memahami informasi ini secara lebih mendalam. Berikut Popmama.com telah merangkum detail kejadian serangan yang berdampak pada siswa di Iran. Disimak, ya!
Table of Content
Mendapat kecaman dari Iran

Kejadian naas ini bermula pada serangan udara ke sebuah sekolah anak khusus perempuan di Minab pada Sabtu, (28/02/2026). Hal ini turut mendapat perhatian dari Mohammad Boroujerdi selalu Duta Besar Republik Islam, mengecam akan tindakan tak bermoral tersebut.
Serangan ini diketahui berdampak pada sejumlah masyarakat setempat dan menewaskan sebanyak lebih dari 170 baik siswa maupun guru.
2. Mendapatkan kecaman dari UNESCO

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO), menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak eskalasi militer yang terus berlangsung di Timur Tengah terhadap institusi pendidikan, siswa, serta tenaga pendidik. Lembaga tersebut menyoroti peristiwa yang menimpa sebuah sekolah dasar putri di Minab, wilayah selatan Iran, yang menyebabkan banyak korban jiwa dari kalangan anak-anak.
UNESCO juga menegaskan bahwa pembunuhan murid di sekolah dasar (SD) putri di Minab, Iran selatan, merupakan pelanggaran berat hukum kemanusiaan internasional. Dalam pernyataannya, organisasi tersebut kembali mengingatkan bahwa sekolah dan fasilitas pendidikan harus dilindungi dalam situasi apa pun, termasuk di tengah konflik bersenjata.
Utusan Perdamaian PBB Malala Yousafzai, turut menyampaikan pernyataan melalui media sosial pada Minggu, (1/3/2026). Ia menyatakan turut berduka cita atas pengeboman sekolah dasar putri tersebut.
"Pembunuhan warga sipil, terutama anak-anak, adalah tindakan yang tidak bisa diterima. Saya mengecamnya secara tegas," tulis Malala melalui unggahan di media sosial.
Ia juga menyerukan agar eskalasi kekerasan di kawasan ini segera dihentikan dan menegaskan pentingnya keadilan dan akuntabilitas secepatnya.
3. Duka dan trauma yang dirasakan keluarga

Selain korban jiwa, tragedi ini meninggalkan luka psikologis yang mendalam bagi keluarga serta masyarakat setempat. Banyak orangtua yang kehilangan lebih dari satu anggota keluarga dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah relawan dan tenaga kesehatan mental dilaporkan mulai memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga korban dan anak-anak yang selamat. Pendampingan ini penting untuk membantu mereka mengatasi trauma, rasa takut, serta kehilangan mendalam akibat peristiwa tersebut.
Itulah ma, informasi mengenai berita yang terjadi di Iran. Mari kita berdoa agar peristiwa ini dapat segera terselesaikan dengan baik.


















