Melansir dari laman Our Cancer Stories, keamanan mainan squishy bergantung pada bahan yang digunakan, proses pembuatannya, serta pemenuhan standar keselamatan yang berlaku.
Produk dari produsen terpercaya dan telah menjalani pengujian keamanan dapat memiliki tingkat risiko kecil dibandingkan produk tiruan atau mainan yang asal usulnya tidak jelas.
Sejumlah laporan mengenai keamanan produk konsumen juga menyoroti kemungkinan mainan berbahan busa melepaskan senyawa organik yang mudah menguap atau volatile organic compounds (VOCs).
Tidak semua VOC bersifat memicu kanker, tetapi beberapa di antaranya perlu diwaspadai, seperti benzena, formaldehida, dan trikloroetilena yang diketahui memiliki kaitan dengan risiko kanker.
Anak-anak berpotensi terpapar senyawa tersebut melalui udara yang dihirup ketika berada dekat dengan mainan, maupun melalui kontak dengan kulit. Risiko paparan dapat menjadi perhatian apabila mainan digunakan dalam waktu lama dan pada jarak dekat.
Meski demikian, besarnya risiko bergantung pada jenis bahan kimia, konsentrasi yang dilepaskan, serta lamanya paparan. Untuk membantu menjaga keamanan anak, orangtua sebaiknya memilih mainan yang memiliki informasi produsen dan bahan jelas,
Pastikan juga squishy yang diberikan anak telah memenuhi standar keselamatan. Hindari memberikan squishy atau mainan dengan bau kimia yang sangat menyengat, permukaan yang rusak, atau kemasan tanpa informasi produk jelas.
Orangtua juga perlu memperhatikan petunjuk penggunaan dan usia yang direkomendasikan. Jika anak mengalami iritasi kulit atau keluhan lain setelah bermain, segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan kondisinya dengan dokter.
Demikian informasi mengenai mainan squishy berpotensi mengandung bahan kimia pemicu kanker. Pada akhirnya, orangtua tidak perlu langsung menganggap semua mainan squishy berbahaya.
Namun, temuan penelitian ini dapat menjadi pengingat bahwa keamanan mainan perlu menjadi pertimbangan utama agar anak tetap bisa bermain dengan nyaman dan aman.