Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Studi: Mainan Squishy Berpotensi Mengandung Bahan Kimia Pemicu Kanker

5 min read
Studi: Mainan Squishy Berpotensi Mengandung Bahan Kimia Pemicu Kanker
Magnific/magnific
  • Penelitian Denmark terhadap 12 sampel menemukan bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan dalam seluruh mainan squishy yang diuji.

  • Beberapa zat dikaitkan dengan potensi kanker, kerusakan hati, gangguan pernapasan, masalah kesuburan, dan iritasi mata.

  • Orangtua perlu memilih squishy dengan informasi bahan dan produsen yang jelas serta memperhatikan standar keselamatan dan petunjuk penggunaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mainan squishy menjadi salah satu mainan yang digemari anak-anak berkat bentuknya yang menggemaskan, warna-warni, serta teksturnya yang lembut saat diremas.

Popularitas mainan ini juga semakin meningkat berkat tren di media sosial, seperti TikTok dan YouTube, yang kerap menampilkan video meremas squishy dengan cara seru.

Meski terlihat menyenangkan, orangtua tetap perlu memperhatikan keamanan mainan yang digunakan si Kecil. Pasalnya, sejumlah penelitian menemukan adanya kandungan bahan kimia berbahaya pada beberapa mainan squishy.

Paparan zat tertentu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, mulai dari iritasi hingga gangguan pada organ tubuh. Berikut Popmama.com siap membahas lebih lanjut studi mengenai mainan squishy berpotensi mengandung bahan kimia pemicu kanker.

  1. 1. Anak yang bermain squishy tetap membutuhkan perhatian orangtua

    Anak yang bermain squishy tetap membutuhkan perhatian orangtua
    Magnific/magnific

    Mengutip dari Good Housekeeping, mainan squishy umumnya dirancang untuk memberikan stimulasi sensorik melalui aktivitas meremas, menekan, atau menarik permukaannya.

    Sensasi tersebut membuat mainan ini menarik bagi anak-anak, bahkan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai barang koleksi. Namun, di balik popularitasnya, sejumlah laporan menunjukkan adanya risiko keselamatan dari jenis mainan ini.

    Beberapa anak dan remaja dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar serius yang berkaitan dengan penggunaan mainan squishy. Salah satu produk yang sempat menjadi perhatian adalah NeeDoh, yakni mainan dengan isian berupa gel kental.

    Hal ini semakin menjadi perhatian setelah beredar informasi hoaks di media sosial yang menyebutkan bahwa mainan tersebut dapat dipanaskan menggunakan microwave. Padahal, memanaskan mainan dengan cara yang tidak sesuai petunjuk produsen dapat menimbulkan bahaya.

  2. 2. Penelitian di Denmark menemukan bahan kimia berbahaya pada squishy

    Penelitian di Denmark menemukan bahan kimia berbahaya pada squishy
    Magnific/magnific

    Kekhawatiran mengenai keamanan mainan squishy juga muncul dari penelitian yang dilakukan oleh Agensi Perlindungan Lingkungan Denmark.

    Dalam pengujian terhadap 12 sampel mainan squishy, peneliti menemukan bahwa seluruh sampel mengandung bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan.

    Sejumlah zat yang ditemukan dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, termasuk potensi kanker, kerusakan hati, gangguan pernapasan, masalah kesuburan, hingga iritasi mata.

  3. 3. Denmark mengambil langkah untuk menghentikan peredaran squishy

    Denmark mengambil langkah untuk menghentikan peredaran squishy
    Magnific/magnific

    Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Pangan Denmark periode 2018-2019, Jakob Ellemann-Jensen, menilai temuan bahan kimia berbahaya perlu ditanggapi secara serius.

    Penemuan bahan-bahan berbahaya dari 12 sampel squishy menjadi sebuah indikasi untuk mulai menghentikan penggunaannya, terutama pada anak-anak. Sebagai langkah pencegahan, Denmark mengambil tindakan untuk menghentikan peredaran mainan squishy.

    Informasi mengenai hasil penelitian juga dibagikan kepada sejumlah negara lain agar temuan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi keamanan produk serupa.

  4. 4. Sejumlah zat kimia dalam squishy berpotensi mengganggu kesehatan anak

    Sejumlah zat kimia dalam squishy berpotensi mengganggu kesehatan anak
    Magnific/pvproductions

    Pengujian terhadap mainan squishy tidak hanya berfokus pada bahan yang terkandung di dalamnya, tetapi juga zat yang dapat dilepaskan setelah mainan dikeluarkan dari kemasan.

    Penelitian di Denmark menganalisis bahan kimia yang muncul ketika seseorang berada di dekat mainan tersebut, termasuk dalam kondisi tidur sambil memegang squishy.

    Salah satu zat yang menjadi perhatian adalah dimetilformamida atau dimethylformamide (DMF). Senyawa ini dapat diserap melalui kulit dan diketahui berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, seperti kerusakan hati, sembelit, dan muntah-muntah.

    Selain DMF, penelitian tersebut menemukan kandungan triethylenediamine dan cyclohexanone dalam jumlah tinggi pada sampel yang diuji. Keberadaan zat-zat ini menjadi perhatian karena paparan bahan kimia tertentu dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila melebihi batas yang dianggap aman.

    Penelitian juga turut menyoroti kemungkinan anak terpapar bahan kimia selama beberapa hari setelah mainan dibuka dari kemasannya. Oleh sebab itu, para distributor dan importir di Denmark diminta menghentikan peredaran produk terkait sampai keamanannya dapat dibuktikan.

  5. 5. Tidak semua squishy berbahaya, tetapi orangtua perlu cermat memilih

    Tidak semua squishy berbahaya, tetapi orangtua perlu cermat memilih
    Magnific/magnific

    Melansir dari laman Our Cancer Stories, keamanan mainan squishy bergantung pada bahan yang digunakan, proses pembuatannya, serta pemenuhan standar keselamatan yang berlaku.

    Produk dari produsen terpercaya dan telah menjalani pengujian keamanan dapat memiliki tingkat risiko kecil dibandingkan produk tiruan atau mainan yang asal usulnya tidak jelas.

    Sejumlah laporan mengenai keamanan produk konsumen juga menyoroti kemungkinan mainan berbahan busa melepaskan senyawa organik yang mudah menguap atau volatile organic compounds (VOCs).

    Tidak semua VOC bersifat memicu kanker, tetapi beberapa di antaranya perlu diwaspadai, seperti benzena, formaldehida, dan trikloroetilena yang diketahui memiliki kaitan dengan risiko kanker.

    Anak-anak berpotensi terpapar senyawa tersebut melalui udara yang dihirup ketika berada dekat dengan mainan, maupun melalui kontak dengan kulit. Risiko paparan dapat menjadi perhatian apabila mainan digunakan dalam waktu lama dan pada jarak dekat.

    Meski demikian, besarnya risiko bergantung pada jenis bahan kimia, konsentrasi yang dilepaskan, serta lamanya paparan. Untuk membantu menjaga keamanan anak, orangtua sebaiknya memilih mainan yang memiliki informasi produsen dan bahan jelas,

    Pastikan juga squishy yang diberikan anak telah memenuhi standar keselamatan. Hindari memberikan squishy atau mainan dengan bau kimia yang sangat menyengat, permukaan yang rusak, atau kemasan tanpa informasi produk jelas.

    Orangtua juga perlu memperhatikan petunjuk penggunaan dan usia yang direkomendasikan. Jika anak mengalami iritasi kulit atau keluhan lain setelah bermain, segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan kondisinya dengan dokter.

    Demikian informasi mengenai mainan squishy berpotensi mengandung bahan kimia pemicu kanker. Pada akhirnya, orangtua tidak perlu langsung menganggap semua mainan squishy berbahaya.

    Namun, temuan penelitian ini dapat menjadi pengingat bahwa keamanan mainan perlu menjadi pertimbangan utama agar anak tetap bisa bermain dengan nyaman dan aman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More