Mama Wajib Tahu: Ini Tanda-Tanda Menelantarkan Anak dan Risikonya!

Mungkin Mama tidak menyadari tindakan-tindakan biasa ini tergolong penelantaran anak, lho

21 Februari 2020

Mama Wajib Tahu Ini Tanda-Tanda Menelantarkan Anak Risikonya
Freepik

Semua anak layak untuk dicintai, diberi perhatian, dan dipenuhi kebutuhannya. Namun 1 dari 10 anak ada yang mengalami penelantaran.

Penelantaran dapat dilakukan oleh orangtua sendiri maupun oleh pengasuhnya. Orangtua bisa menelantarkan anaknya sendiri mungkin karena mereka lagi banyak tekanan sehingga tidak sempat atau tidak peduli dengan anak.

Lalu apa itu penelantaran, apa sih tipe-tipe penelantaran, tanda-tanda anak di telantarkan, efeknya untuk anak, dan bagaimana cara menanganinya. Di sini Popmama.com akan merangkum semua hal itu.

1. Definisi penelantaran anak

1. Definisi penelantaran anak
themagpieproject

Pengabaian atau penelataran anak adalah kegagalan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak. 

Penelantaran anak adalah bentuk paling umum dari pelecehan anak-anak. Seorang anak mungkin dibiarkan kelaparan atau kotor, atau tanpa pakaian, tempat tinggal, pengawasan atau perawatan kesehatan yang layak. Ini bisa membahayakan anak-anak dan remaja. Hal ini dapat menimbulkan efek jangka panjang pada kesejahteraan fisik dan mental mereka.

    2. Tipe-tipe penelantaran

    2. Tipe-tipe penelantaran
    Freepik/A3pfamily

    Ada 4 jenis penelantaran/pengabaian pada anak:

    1. Pengabaian fisik: Kebutuhan dasar seorang anak, seperti makanan, pakaian atau tempat tinggal, tidak terpenuhi atau tidak diawasi dengan baik.
    2. Pengabaian pendidikan: Orangtua tidak memastikan anak mereka diberikan pendidikan yang layak.
    3. Pengabaian emosional: Seorang anak diabaikan, dihina, diintimidasi, atau diisolasi. sehingga kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi. 
    4. Kelalaian medis: Seorang anak tidak diberikan perawatan kesehatan yang tepat. Seperti tidak ke dokter anak, ke dokter gigi, atau mendapat imunisasi, dll.

    3. Tanda-tanda anak ditelantarkan

    3. Tanda-tanda anak ditelantarkan

    Ada beberapa tanda anak-anak ditelantarkan. Memiliki salah satu tanda dari beberapa tanda tidak menjadi penanda bahwa anak ditelantarkan. Berikut adalah tanda-tandanya:

    1. Penampilan buruk dan kebersihan yang kurang 
      • Bau atau kotor karena tidak membersihkan diri dan tidak memiliki pakaian bersih,
      • sering kelaparan karena jarang disediakan makan, 
      • menggunakan pakaian yang salah mislanya udara sedang dingin, malah memakai pakaian tipis,
      • memiliki ruam popok yang sering dan tidak diobati pada bayi
    2. Memiliki masalah kesehatan dan perkembangan
      • Mengalami anemia,
      • melewatkan janji medis, seperti untuk vaksinasi,
      • tidak diberikan obat yang benar,
      • kemampuan bahasa atau sosial yang buruk,
      • terkena penyakit atau infeksi yang sering,
      • cedera berulang yang tidak disengaja, seringkali disebabkan oleh kurangnya pengawasan,
      • masalah kulit, seperti luka, ruam, gigitan kutu, kudis atau kurap,
      • perut tipis atau bengkak,
      • kelelahan,
      • cedera yang tidak diobati.
    3. Masalah rumah dan keluarga 
      • Tinggal di lingkungan rumah yang tidak cocok, seperti tidak memiliki kamar yang layak,
      • ditinggalkan sendirian untuk waktu yang lama,
      • mengambil peran pengasuh untuk anggota keluarga lainnya.
    4. Perubahan emosi
      • Menjadi agresif,
      • sering terlihat tertekan atau cemas,
      • perubahan kebiasaan makan,
      • menampilkan perilaku obsesif,
      • merasa sulit berkonsentrasi atau mengambil bagian dalam suatu kegiatan,
      • jarang masuk sekolah,
      • menunjukkan tanda-tanda melukai diri sendiri,
      • menggunakan narkoba atau alkohol.

    Editors' Picks

    4. Penyebab anak ditelantarkan

    4. Penyebab anak ditelantarkan
    Shutterstock/ZNAYMERU

    Kebanyakan orangtua tidak sengaja menelantarkan anaknya. Para peneliti mengatakan bahwa pola asuh yang lalai dapat muncul karena pengalaman masa kecil yang dialami atau tekanan psikologis yang dialami oleh orangtua atau pengasuh. Ini masalah orangtua yang menyebabkan anak terabaikan:

    • Banyak orangtua yang lalai dikarenakan pada masa kecilnya ia diabaikan atau dilecehkan,
    • orangtua yang sangat muda atau tidak berpengalaman juga mungkin tidak sepenuhnya memahami cara merawat seorang anak,
    • keadaan yang membuat keluarga berada di tekanan yang luar biasa seperti kemiskinan, perceraian, sakit, atau cacat, 
    • orangtua yang menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang juga dapat  menelantarkan anak-anak mereka.

    5. Dampak untuk anak yang ditelantarkan

    5. Dampak anak ditelantarkan
    Pexels.com

    Mengabaikan anak pada masa kecilnya dapat menimbulkan efek jangka panjangnya, seperti:

    • Memiliki masalah dengan perkembangan otak,
    • mengambil risiko, seperti melarikan diri dari rumah, menggunakan narkoba dan alkohol atau melanggar hukum,
    • masuk ke dalam hubungan yang berbahaya misalnya bergaul dengan kelompok kriminal,
    • kesulitan membangun hubungan dengan orang lain,
    • cenderung menjadi pelaku kekerasan,
    • peluang lebih tinggi untuk memiliki masalah kesehatan mental, termasuk depresi.

    6. Bagaimana cara mengatasinya?

    6. Bagaimana cara mengatasinya
    parents.com
    mom talk with daughter

    Untuk mengatasi penelantaran pada anak, alangkah baiknya bila orang tua melakukan hal berikut:

    • Mengikuti kelas pendidikan orangtua,
    • mengikuti program perawatan penyalahgunaan zat bila orangtua mengonsumsi obat-obatan terlarang atau kecanduan alkohol,
    • mengikuti komunitas terkait hal tersebut,
    • kebijakan yang diinformasikan pemerintah dapat membantu melindungi anak dengan mengatasi keadaan yang membuat orang tua menelantarkan atau melecehkan anaknya, begitu sebaliknya,
    • orangtua yang memiliki tekanan psikologis akan lebih baik bila diterapi di psikolog agar anak tidak menjadi pelampiasan orangtua.

    Sekian penjelasan tentang penelantaran anak. Semoga ke depannya para orangtua lebih memperhatikan anaknya. Sehingga tidak ada dampak buruk yang harus dihadapi anak di masa depan.

    Baca juga:

    Tanya Ahli

    Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

    Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.