Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Fakta Kebiasaan Langsung BAB Setelah Makan, Normal atau Bahaya?

8 Fakta Kebiasaan Langsung BAB Setelah Makan, Normal atau Bahaya?
Pexels/elinafairytale
Intinya Sih
  • Kondisi anak langsung BAB setelah makan umumnya disebabkan refleks gastrokolika, yaitu respons alami tubuh saat makanan masuk ke lambung dan merangsang usus besar mengeluarkan sisa sebelumnya.
  • Feses yang keluar bukan makanan baru dimakan karena proses pencernaan hingga menjadi feses memerlukan waktu 24–72 jam, jadi nutrisi tetap terserap dengan baik di usus halus.
  • Orangtua perlu waspada jika anak BAB terlalu sering, feses sangat cair atau berdarah, berat badan sulit naik, atau tumbuh kembang terganggu karena bisa menandakan gangguan pencernaan serius.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah nggak sih Ma, anak baru beberapa suap makan tiba-tiba langsung bilang mau BAB? Banyak orangtua langsung khawatir dan berpikir makanan yang baru dimakan “langsung keluar lagi”. Padahal, kondisi ini belum tentu berbahaya, lho.

Belakangan bahkan sempat viral pembahasan soal anak yang selalu BAB setelah makan. Dilansir dari instagram @frieda.handayani, seorang dokter spesialis anak. Kondisi ini bisa saja normal karena adanya refleks gastrokolika, yaitu respons alami tubuh saat makanan masuk ke lambung.

Saat makanan masuk, tubuh akan mengirim sinyal ke otak lewat nervus vagus. Setelah itu, usus besar ikut terangsang untuk mendorong “isi lama” keluar. Jadi sebenarnya, yang keluar bukan makanan yang baru saja dimakan.

Lalu, kapan kondisi ini masih normal dan kapan Mama perlu waspada? Berikut Popmama.com telah merangkum 8 fakta kebiasaan langsung BAB setelah makan yang perlu diketahui.

1. Anak langsung BAB setelah makan bisa jadi refleks alami tubuh

Seorang anak sedang buang air besar
Pinterest.com/hellobaby101

Tidak semua anak yang langsung BAB setelah makan mengalami gangguan pencernaan, Ma. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai refleks gastrokolika.

Refleks ini terjadi ketika makanan masuk ke lambung, lalu tubuh memberikan sinyal agar usus besar ikut bergerak dan mengeluarkan sisa makanan sebelumnya.

Pada beberapa anak, refleks ini memang lebih sensitif sehingga dorongan BAB terasa lebih cepat setelah makan.

2. Feses yang keluar bukan makanan yang baru dimakan

balita sedang buang besar
Pinterest.com/greenme

Banyak orangtua khawatir karena merasa makanan anak “langsung keluar lagi”. Dilansir dari idai.or.id, makanan membutuhkan waktu sekitar 3–4 jam untuk bergerak dari lambung menuju usus.

Bahkan, proses hingga menjadi feses bisa memakan waktu 24–72 jam.

Artinya, ketika anak BAB setelah makan, yang keluar sebenarnya adalah sisa makanan dari sebelumnya, bukan makanan yang baru saja masuk.

3. Refleks ini paling sering terjadi pada bayi dan balita

Balita sedang buang air besar
Pinterest.com

Pada bayi dan balita, sistem pencernaan serta saraf tubuh masih berkembang. Karena itu, respons tubuh terhadap makanan biasanya jauh lebih sensitif dibanding orang dewasa.

Itulah sebabnya bayi atau anak kecil bisa lebih sering BAB setelah makan, terutama setelah minum susu atau makan dalam porsi cukup banyak.

Seiring bertambahnya usia, refleks ini biasanya akan menjadi lebih stabil.

4. Frekuensi BAB anak memang bisa berbeda-beda

balita sedang buang air besar
Pinterest.com/care.com

Tidak ada patokan pasti soal seberapa sering anak harus BAB dalam sehari. Dilansir dari eric.org.uk, normalnya anak-anak buang air besar 4 kali dalam sehari. Tetapi yang paling penting bukan jumlah BAB-nya, melainkan kondisi anak secara keseluruhan. Selama anak aktif, nafsu makan baik, dan berat badan naik, Mama tidak perlu terlalu khawatir.

5. Bentuk feses lebih penting daripada frekuensinya

Seorang anak sedang buang air besar
Pinterest.com

Menurut idai.or.id, hal yang paling perlu diperhatikan justru konsistensi feses anak.

Feses yang masih berbentuk seperti pasta, pisang matang, atau sosis lunak biasanya masih tergolong normal. Namun, Mama perlu waspada jika feses anak sangat cair, berlendir, berdarah, atau keluar terus-menerus dalam jumlah banyak.

Jadi, jangan langsung panik hanya karena anak sering BAB setelah makan, ya, Ma.

6. Jenis makanan tertentu bisa membuat anak lebih cepat BAB

Seorang anak sedang buang air di toilet
Pinterest.com/bannerhealth

Beberapa makanan memang dapat merangsang gerakan usus menjadi lebih aktif.

Misalnya makanan tinggi lemak yang dapat memicu hormon tertentu sehingga kontraksi usus meningkat. Selain itu, makanan tinggi serat juga membantu mempercepat gerakan pencernaan.

Karena itu, wajar jika setelah makan besar atau makan makanan tertentu anak jadi lebih cepat ingin BAB.

7. BAB setelah makan bukan berarti nutrisi anak terbuang

Seorang anak sedang buang air besar
Pinterest.com/huckelberrycare

Ini juga sering jadi kekhawatiran orangtua. Banyak yang takut nutrisi makanan anak jadi tidak terserap karena langsung BAB.

Padahal sebenarnya, proses penyerapan nutrisi terjadi di usus halus, jauh sebelum makanan berubah menjadi feses.

Jadi selama anak tumbuh aktif, berat badan naik, dan tidak ada keluhan lain, kondisi ini umumnya tidak membuat nutrisi anak terbuang percuma.

8. Mama perlu waspada jika muncul tanda-tanda tertentu

Seorang anak sedang buang air besar
Pinterest.com/Makena

Meski sering kali normal, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan lebih serius. Dr. Frieda juga membagikan kapan Mama sebaiknya mulai curiga jika:

  • Anak BAB terus-menerus dalam frekuensi tidak wajar
  • Feses sangat cair atau “ambyar”
  • Berat badan anak sulit naik
  • Anak sering sakit perut
  • Tumbuh kembang anak mulai terganggu
  • Ada darah atau lendir pada feses

Jika muncul tanda-tanda tersebut, kondisi ini bisa mengarah pada masalah seperti malabsorpsi, infeksi, atau alergi makanan. Karena itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar anak mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Jadi, sekarang Mama nggak perlu langsung panik kalau si Kecil baru makan lalu ingin BAB, ya. Selama kondisi anak aktif, berat badan naik, dan bentuk feses masih normal, hal tersebut bisa jadi hanya refleks alami tubuhnya saja.

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More