Ayudia Bing Slamet Mulai Membangun Ruang Privasi untuk Sekala

Ayudia meminta agar tidak ada yang merekam Sekala secara diam-diam

3 Mei 2019

Ayudia Bing Slamet Mulai Membangun Ruang Privasi Sekala
Instagram.com/ayudiac

Dia Sekala Bumi, putra pertama dari Ayudia Bing Slamet dan Ditto termasuk salah satu anak artis yang banyak digemari oleh masyarakat. Tingkah lucu Sekala yang menggemaskan semakin menarik perhatian melalui unggahan foto atau video dari unggahan kedua orangtuanya. 

Baru-baru Ayudia mengunggah sebuah keinginannya yang meminta kepada siapa saja untuk memberikan ruang privasi untuk Sekala. Ia ingin agar putranya tidak direkam secara diam-diam atau terang-terangan. 

Untuk teman-teman followers yang kami hormati. Mungkin di antara kalian ada yang punya kesempatan untuk ketemu Sekala di Stuja atau di manapun itu, kapanpun itu. Karena satu dan lain hal, aku dan Ditto sebagai orangtua dari Sekala memohon dengan sangat kepada teman-teman untuk tidak merekamnya secara diam-diam atau terang-terangan ya. 

Teman-teman boleh tatap matanya, sapa atau langsung ajak bicara sambil bercanda. He'll response! Karena kita kenal sekali dengannya, kami yakin Sekala akan sangat senang menyambut sapaan teman-teman dan lebih menghargai itu. Terima kasih atas pergertiannya.

Begitulah tulisan dari Ayudia melalui InstaStory pribadinya. Sebagai seorang Mama yang ingin membangun ruang privasi untuk Sakala khususnya di ruang publik. Untuk itu, Ayudia berusaha memberikan penjelasan kepada para pengikutnya di Instagram.   

Jika Mama perhatikan, tanggapan yang diberikan mengenai InstaStory Ayudia pun cukup positif untuk memberikan ruang privasi anaknya. 

"Cara yang dilakukan oleh Ayudia untuk putranya ini sangat tepat apalagi dengan announcement yang dilakukannya di Instagram. Tujuannya pun baik agar bisa menciptakan ruang privasi anak," kata Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht. 

Sebagai seseorang yang mengetahui kesehatan mental, Alexandra Gabriella juga menambahkan bahwa ruang privasi anak perlu dilakukan apalagi ketika ada yang tiba-tiba memaksa untuk meminta foto. Kondisi inilah yang mengganggu perkembangan anak terlebih jika terjadi pemaksaan. 

Bicara mengenai ruang privasi anak yang diterapkan oleh Ayudia, Popmama.com telah membahasnya bersama Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht. apalagi rasa nyaman sangat dibutuhkan setiap anak.

Untuk Mama yang ingin mengetahui dampak buruk jika si Kecil tidak memiliki ruang privasi, berikut rangkumannya.

Disimak ya, Ma!

Editors' Pick

1. Selalu ingin menjadi pusat perhatian

1. Selalu ingin menjadi pusat perhatian
Freepik/Anchaleeyates

Si Kecil ruang privasinya diganggu orang lain bahkan orang yang tidak dikenal olehnya dapat memicu dampak buruk. Walau sepele, tanpa disadari dirinya akan menyukai saat menjadi pusat perhatian.

Ketika menjadi sorotan publik, anak mama menjadi terbiasa. Padahal si Kecil belum memahami bahwa kondisi seperti ini dapat berdampak baik atau buruk. 

Jika dirinya merasa nyaman saat tidak memiliki ruang privasi serta merasa nyaman di posisi itu, maka anak mama akan berusah mempertahankan ketenaran tersebut sama usia dewasa. Namun, dikhawatirkan kalau si Kecil akan sulit mempertimbangkan pilihannya.

Keinginan atau mulai tertarik saat menjadi pusat perhatian dapat memicu anak mama melakukan hal-hal yang sensasional, asalkan bisa disorot banyak orang. Hati-hati karena semua hal bisa dilakukan si Kecil nih, Ma. 

2. Memicu rasa trauma saat anak merasa tidak nyaman

2. Memicu rasa trauma saat anak merasa tidak nyaman
Freepik/Jcomp

Ketika si Kecil benar-benar sampai tidak suka saat ruang privasinya diganggu, maka tanpa disadari dapat memicu rasa trauma atau phobia. 

Perlu Mama sadari bahwa si Kecil bisa mengami cemas hingga ketakutan luar biasa ketika bertemu dengan orang lain. Perasaan tidak nyaman yang terjadi pada anak-anak yang ruang privasinya diganggu, seperti sebuah cubitan dari orang lain atau tindakan kurang menyenangkan lainnya. 

Untuk menjaga ruang privasi anak-anaknya, beberapa artis dan selebgram pun melakukan hal serupa seperti Ayudia. Usia si Kecil yang sudah tidak mau lagi nyaman ketika dihadapkan oleh sebuah kamera membuat orangtua mulai mengurangi kebiasaan mendokumentasikan kegiatan anak dalam sebuah foto atau video. 

Bahkan ada juga yang mulai mengingatkan orang lain agar tidak merekam anaknya secara diam-diam.  

Baca juga: 

3. Mulai kesulitan dalam membangun batasan diri

3. Mulai kesulitan dalam membangun batasan diri
Maxpixel.net

Anak-anak yang tidak memiliki ruang privasi dapat memudahkan dirinya terpengaruh oleh orang lain. Perlu Mama sadari bahwa, usianya yang kecil tentunya masih merasa kesulitan dalam menentukan batasan diri kepada orang lain. 

Tidak ruang privasi pada anak-anak akan memudahkan dirinya akan mulai masuk ke dalam lingkaran atau lingkungan yang salah. Apalagi si Kecil masih belum bisa untuk membuat sebuah pertimbangan sendiri. 

Itulah beberapa dampak buruk yang bisa dirasakan ketika si Kecil kehilangan ruang privasinya sebagai anak-anak. 

Sebelum ini terjadi, ada baiknya dicegah. Semoga informasi mengenai ruang privasi anak ini bisa berguna ya, Ma!

Baca juga: 

The Latest