Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membesarkan Anak Perempuan

5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membesarkan Anak Perempuan
Freepik/jcomp
Intinya Sih
  • Orangtua perlu mengajarkan kesadaran tubuh dan komunikasi terbuka agar anak perempuan memahami batasan serta merasa aman dari potensi kekerasan seksual sejak dini.

  • Anak perempuan sering menghadapi stereotip gender dan penurunan kepercayaan diri, sehingga dukungan positif serta kesempatan setara penting untuk membangun keyakinan akan kemampuan mereka.

  • Lingkungan keluarga yang hangat, suportif, dan menghargai emosi membantu anak perempuan tumbuh dengan kesehatan mental baik serta rasa percaya diri menghadapi masa depan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Membesarkan anak perempuan tentu memiliki tantangan tersendiri bagi orangtua. Selain mendukung tumbuh kembangnya, Mama juga perlu memperhatikan aspek emosional, kepercayaan diri, hingga rasa aman yang anak rasakan sejak kecil. Pengalaman yang didapatkan anak perempuan selama masa kanak-kanak dapat membentuk cara mereka melihat diri sendiri dan dunia di sekitarnya.

Tak hanya itu, berbagai temuan juga menunjukkan bahwa anak perempuan menghadapi beberapa kerentanan khusus, mulai dari isu kepercayaan diri, kesehatan mental, hingga keamanan diri. Dilansir dari Instagram @the.science.mama, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan orang tua saat membesarkan anak perempuan.

Berikut Popmama.com rangkum selengkapnya.

1. Ajarkan kesadaran tentang sexual abuse sejak dini

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membesarkan Anak Perempuan
Freepik.com

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan saat membesarkan anak perempuan adalah mengenalkan batasan tubuh dan kesadaran terhadap potensi kekerasan seksual. Hal ini bukan untuk membuat anak merasa takut, tetapi agar ia memahami bahwa tubuhnya berharga dan harus dijaga.

Mama bisa mulai dengan mengajarkan bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain, kecuali dalam kondisi tertentu seperti pemeriksaan medis dengan pendampingan orang tua. Selain itu, penting juga untuk mengajarkan anak bahwa ia boleh mengatakan “tidak” ketika merasa tidak nyaman, bahkan kepada orang yang dikenal.

Perlu disadari bahwa pelaku kekerasan seksual pada anak sering kali justru berasal dari lingkungan terdekat. Oleh karena itu, membangun komunikasi terbuka menjadi kunci penting.

Pastikan anak merasa aman untuk bercerita tanpa takut dimarahi atau tidak dipercaya. Dengan begitu, anak perempuan dapat tumbuh dengan rasa aman dan mampu melindungi dirinya sejak dini.

2. Sejak usia sekitar 6 tahun anak perempuan mulai menganggap laki-laki lebih pintar

Anak perempuan dan anak laki-laki sedang berinteraksi
Freepik/Freepik

Pada usia sekitar 6 tahun, banyak anak perempuan mulai mengembangkan persepsi bahwa anak laki-laki lebih pintar dibandingkan perempuan. Anggapan ini sering terbentuk dari lingkungan sekitar, baik dari media, sekolah, maupun interaksi sosial sehari-hari.

Kalimat opini yang orang dewasa sampaikan, seperti "Itu lihat Doni, berbarisnya rapi kan.", atau "Wah, Rizky nilai matematikanya 100 lagi, hebat ya!", maka ini perlahan membangun persepsi bahwa anak laki-laki lebih hebat dan mengagumkan dalam benak anak perempuan.

Jika tidak disadari, pola pikir ini bisa memengaruhi kepercayaan diri anak perempuan dalam mencoba hal-hal baru. Misalnya, mereka menjadi ragu untuk mencoba aktivitas yang dianggap “lebih sulit”, seperti olahraga atau permainan tertentu. Padahal, kemampuan anak tidak ditentukan oleh gender.

Mama dapat membantu anak perempuan mama dengan memberikan dorongan positif dan kesempatan yang sama. Ajak anak mencoba berbagai aktivitas tanpa membatasi berdasarkan stereotip gender. Selain itu, penting juga untuk memberikan contoh bahwa perempuan juga bisa sukses di berbagai bidang. Dukungan seperti ini membantu anak perempuan tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan yang sama untuk berkembang.

3. Anak perempuan lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental

Anak perempuan bersedih dan menutupi wajahnya dengan tangan
Freepik/8photo

Anak perempuan juga dapat menunjukkan sensitivitas emosional yang lebih tinggi. Karena itu, penting bagi Mama untuk membantu anak mengenali emosi yang dirasakannya.

Misalnya saat anak terlihat sedih atau kesal, Mama bisa membantu menamai emosinya. Katakan bahwa tidak apa-apa merasa sedih atau marah. Dengan begitu, anak belajar bahwa semua emosi itu wajar dan dapat diungkapkan dengan cara yang sehat.

Lingkungan yang hangat dan suportif juga membantu anak merasa aman secara emosional. Ketika anak merasa didengarkan, ia akan lebih mudah membangun kepercayaan diri. Dukungan ini penting untuk membantu anak perempuan tumbuh dengan kondisi mental yang lebih sehat.

4. Kepercayaan diri anak perempuan mulai menurun saat beranjak dewasa

Anak perempuan menutupi sebelah wajahnya dengan tangan
Freepik/8photo

Seiring bertambahnya usia, banyak anak perempuan mulai mengalami penurunan kepercayaan diri, terutama pada rentang usia 8 hingga 14 tahun. Pada fase ini, mereka mulai lebih sadar terhadap penilaian orang lain, penampilan fisik, serta perbandingan dengan teman sebaya.

Media sosial, standar kecantikan, dan lingkungan pergaulan sering kali membuat anak perempuan merasa kurang percaya diri. Mereka mungkin mulai ragu untuk berbicara, mencoba hal baru, atau mengekspresikan pendapatnya.

Mama bisa membantu dengan memberikan pujian yang fokus pada usaha, bukan hanya hasil. Selain itu, dorong anak untuk mencoba berbagai aktivitas yang ia sukai agar ia menemukan kekuatan dan minatnya sendiri. Ketika anak merasa didukung dan dihargai, kepercayaan dirinya akan berkembang dengan lebih kuat.

5. Cara orangtua membesarkan anak perempuan sangat penting

Anak dan ibu ingin berpelukan di taman
Freepik/Freepik

Pengalaman masa kecil memiliki peran besar dalam membentuk cara anak perempuan melihat dirinya sendiri. Rasa percaya diri, keamanan, dan dukungan yang mereka dapatkan sejak kecil akan memengaruhi bagaimana mereka menghadapi tantangan di masa depan.

Anak perempuan yang tumbuh dengan dukungan positif cenderung lebih berani mencoba hal baru, percaya pada kemampuan dirinya, dan mampu mengambil keputusan dengan lebih baik. Sebaliknya, kurangnya dukungan dapat membuat anak ragu terhadap potensinya.

Mama dapat membantu dengan memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi, mendengarkan pendapatnya, dan menghargai usahanya. Lingkungan yang aman dan suportif membantu anak perempuan tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka mampu mencapai apa pun yang mereka inginkan.

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More