Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan Permen, Ini Penyebab Gigi Bolong pada Anak 3 Tahun

Bukan Permen, Ini Penyebab Gigi Bolong pada Anak 3 Tahun
Pexels/Sean P. Twomey
Intinya Sih
  • Gigi bolong pada anak usia 3 tahun tidak hanya disebabkan permen, tapi juga sereal manis, biskuit, dan camilan lengket yang meninggalkan sisa gula di sela gigi.

  • Perawatan efektif meliputi flossing sejak dini, penggunaan tablet pendeteksi plak, serta pasta gigi dengan fluoride minimal 1000 ppm untuk mencegah karies.

  • Langkah tambahan seperti probiotik gigi dan masker gigi sebelum tidur membantu menjaga pH mulut seimbang serta memperkuat enamel agar gigi si Kecil tetap sehat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjaga kesehatan gigi si Kecil memang tantangan tersendiri ya, Ma. Apalagi di usia 3 tahun, si Kecil sedang hobi-hobinya mengeksplorasi berbagai rasa makanan. 

Sering kali Mama hanya menyalahkan permen saat gigi si Kecil mulai berlubang, padahal ada banyak faktor lain, mulai dari jenis makanan tersembunyi hingga kebiasaan perawatan yang kurang maksimal, yang justru jadi pemicu utamanya.

Berikut Popmama.com rangkum penyebab gigi bolong pada si Kecil dan cara mengatasinya!

Table of Content

1. Sereal manis yang berpotensi picu karies gigi

1. Sereal manis yang berpotensi picu karies gigi

Semangkuk sereal cokelat
Pexels/Mateusz Feliksik

Sereal manis sering kali dianggap sebagai menu sarapan yang praktis, namun Mama perlu waspada terhadap teksturnya yang lengket dan kandungan gulanya yang tinggi. 

Saat si Kecil mengunyah sereal, sisa-sisa makanan ini mudah sekali menempel di sela-sela gigi dan sangat susah dibersihkan hanya dengan berkumur. Gula yang tertinggal tersebut menjadi makanan empuk bagi bakteri penyebab karies untuk berkembang biak dengan cepat. 

Sikat gigi saja terkadang tidak cukup jika masih banyak sisa sereal yang menyangkut di bagian terdalam geraham. Jika dibiarkan terus-menerus, asam yang dihasilkan bakteri akan mulai merusak lapisan pelindung gigi dan menyebabkan lubang dalam waktu singkat.

2. Bahaya tersembunyi dari keripik atau biskuit

Tumpukan biskuit bulat
Pexels/Food Story

Selain makanan manis, keripik pati atau biskuit yang gurih juga menjadi penyebab gigi bolong yang jarang disadari Mama. Makanan berkarbohidrat tinggi ini memiliki sifat yang sangat mudah hancur dan menjadi bubur lengket saat terkena air liur si Kecil. 

Serpihan biskuit ini sering kali terjebak di ceruk gigi dalam waktu lama, bahkan lebih lama daripada cokelat yang lebih cepat lumer. Karbohidrat tersebut kemudian akan dipecah menjadi gula oleh enzim di mulut, yang pada akhirnya tetap memicu produksi asam oleh bakteri. 

Oleh karena itu, sangat penting bagi Mama untuk segera mengajak si Kecil minum air putih atau menyikat gigi setelah ia selesai mengonsumsi camilan yang bertekstur tepung dan lengket ini.

3. Mulai biasakan penggunaan dental floss pada anak

Peralatan kebersihan gigi termasuk sikat gigi manual dan elektrik, benang gigi, obat kumur, dan alat suntik
Pexels/Marta Branco

Memasuki usia 2 hingga 3 tahun, si Kecil sudah dianjurkan untuk mulai menggunakan flossing atau benang gigi, tentunya di bawah pengawasan ketat Mama. Sikat gigi biasa sering kali tidak bisa menjangkau sela-sela gigi yang sangat rapat, di mana plak biasanya menumpuk. 

Agar si Kecil lebih antusias, Mama bisa memilih produk flossing khusus anak yang memiliki rasa buah-buahan segar. Selain itu, pilihlah benang gigi yang mengandung xylitol karena zat ini efektif membantu melawan bakteri jahat di mulut. 

Bentuk gagang floss yang kecil dan berwarna-warni akan sangat pas di mulut si Kecil, sehingga proses membersihkan sela gigi jadi terasa seperti permainan yang menyenangkan bagi mereka.

4. Tablet pendeteksi plak untuk hasil sikat gigi yang maksimal

Sikat gigi bambu dengan tablet pasta gigi di atasnya
Pexels/Sarah Chai

Salah satu inovasi yang sering dipakai di luar negeri dan sangat berguna adalah tablet pendeteksi plak. Alat ini berfungsi untuk memberi tahu bagian gigi mana yang belum bersih setelah disikat, sehingga bisa segera disikat ulang hingga benar-benar bersih. 

Cara pakainya pun sangat mudah dan disukai si Kecil, yaitu cukup dikunyah saja seperti memakan vitamin. Tablet ini biasanya memiliki rasa buah-buahan yang enak dan akan meninggalkan warna pada area gigi yang masih memiliki tumpukan plak. 

Dengan bantuan warna tersebut, Mama bisa mengajarkan si Kecil secara visual tentang area mana saja yang sering terlewatkan saat menyikat gigi, sehingga kebersihan mulutnya pun jadi lebih terjamin.

5. Manfaat probiotik gigi dalam menjaga pH mulut

Mulut tersenyum memperlihatkan gigi putih dengan kapsul
Pexels/lil artsy

Selain perawatan dari luar, memberikan probiotik khusus gigi bisa menjadi langkah proteksi tambahan yang efektif. Probiotik ini bekerja dengan cara menaikkan pH mulut agar tidak terlalu asam, sehingga lingkungan mulut tidak lagi kondusif bagi bakteri penyebab gigi bolong. 

Selain itu, bakteri baik dalam probiotik ini juga berfungsi menahan pertumbuhan jamur di mulut dan membantu mengembalikan kekuatan enamel gigi yang mulai terkikis. 

Hasilnya, gusi si Kecil akan menjadi lebih sehat dan napas pun terasa lebih segar. Mengonsumsi probiotik ini secara rutin membantu menciptakan kesehatan mulut yang seimbang, sehingga gigi si Kecil jadi lebih kuat dan tidak gampang berlubang meski terdapat sisa makanan.

6. Gunakan pasta gigi dengan kandungan 1000 ppm fluoride

Anak kecil sedang dibantu orang dewasa mengoleskan pasta gigi ke sikat gigi.
Pexels/RDNE Stock Project

Memilih pasta gigi yang tepat sangat krusial, pastikan Mama memberikan pasta gigi dengan kandungan minimal 1000 ppm fluoride untuk anak usia 3 tahun.

Kandungan fluoride pada level ini jauh lebih efektif dalam mencegah karies dan memperkuat struktur gigi sejak dini dibandingkan pasta gigi tanpa fluoride

Namun, Mama harus sangat memperhatikan takarannya sesuai usia agar tetap aman jika tidak sengaja tertelan. Untuk anak di bawah usia 3 tahun, cukup gunakan sebesar biji beras, sedangkan untuk anak di atas 3 tahun bisa ditingkatkan menjadi sebesar biji jagung. 

Dengan takaran yang pas dan kandungan fluoride yang tepat, gigi si Kecil akan mendapatkan perlindungan maksimal dari serangan asam bakteri sepanjang hari.

7. Gunakan masker gigi sebelum tidur untuk nutrisi tambahan

Seorang anak tidur nyenyak di tempat tidur dengan selimut cokelat
Pexels/RDNE Stock Project

Sebagai langkah perlindungan terakhir, Mama bisa mencoba memberikan masker gigi setelah si Kecil selesai menyikat gigi di malam hari. Masker gigi ini memiliki manfaat luar biasa untuk membantu memperbaiki struktur gigi si Kecil yang sudah mulai mengalami kerusakan ringan atau dekalsifikasi. 

Selain itu, masker ini bekerja menetralkan kondisi asam di dalam mulut saat si Kecil tidur, sehingga gigi tidak mudah bolong meskipun produksi air liur berkurang di malam hari. 

Kelebihannya, masker gigi ini tidak perlu dibilas, sehingga formulanya bisa bekerja maksimal melindungi gigi sepanjang malam. Ini adalah solusi praktis bagi si Kecil yang giginya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda lubang agar kerusakannya tidak semakin parah.

Menjaga gigi si Kecil tetap sehat memang butuh ketelatenan ekstra, terutama dalam memilih produk perawatan yang tepat dan mengawasi pola makannya. Dengan kombinasi nutrisi yang baik dan kebersihan yang terjaga, Mama bisa memastikan si Kecil tumbuh dengan senyum yang sehat dan percaya diri.

Dari beberapa alat perawatan baru seperti tablet pendeteksi plak atau masker gigi di atas, mana yang menurut Mama paling membuat si Kecil tertarik untuk mencoba rutin membersihkan giginya setiap hari?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More