Pabrik Vitamin Palsu Digerebek Bareskrim, Ini Cara Pencegahan Obat Palsu untuk Anak

Bareskrim Polri menggerebek pabrik vitamin anak palsu bermerek Apialys di Lampung dan menetapkan IKS sebagai tersangka setelah laporan pemilik merek sah.
Pabrik ilegal sejak 2021 meracik suplemen berbahan madu hutan tanpa izin, lalu menjual produk tiruan seharga sekitar Rp50.000 melalui e-commerce dan media sosial.
Orang tua disarankan memeriksa kemasan, NIE BPOM, kondisi cairan, serta membeli di penjual resmi; kemasan bekas obat juga perlu dirusak sebelum dibuang.
Pengungkapan kasus obat ilegal oleh pihak kepolisian kembali menjadi perhatian besar para Mama.
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri resmi menggerebek pabrik pembuat suplemen dan vitamin anak palsu bermerek Apialys di Lampung pada Jumat (9/10/2026).
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan PT Lapi Laboratories selaku pemilik merek sah yang menemukan produk tiruan di pasar online.
Mengingat suplemen palsu berisiko mengandung ancaman berbahaya hingga memicu kerusakan organ tubuh anak, orangtua dituntut untuk lebih teliti.
Mama perlu melakukan pencegahan supaya anak mama tidak menerima risiko yang seharusnya tidak ia terima.
Intip rangkuman Popmama.com mengenai cara pencegahan obat palsu untuk anak. Di simak yuk Ma!
Table of Content
Kronologi Penggerebekan Pabrik Vitamin Palsu

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Aksi kejahatan ini bermula pada tahun 2021. Ketika tersangka berinisial IKS mendirikan dan mengoperasikan pabrik gelap pembuat vitamin anak palsu di wilayah Lampung.
Tanpa izin resmi, IKS meracik sendiri cairan suplemen menggunakan bahan baku madu hutan. Kemudian mengemasnya hingga mirip dengan produk vitamin anak bermerek Apialys.
Selama hampir 5 tahun beroperasi secara sembunyi-sembunyi, tersangka memasarkan produk tiruan tersebut secara masif ke seluruh penjuru Indonesia. Memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial dengan menawarkan harga miring sekitar Rp50.000 per botol.
Praktik ilegal ini akhirnya terendus oleh PT Lapi Laboratories selaku pemilik sah hak atas merek Apialys. Setelah menemukan maraknya peredaran produk palsu, pihak PT Lapi Laboratories langsung melaporkan temuan ke Bareskrim Polri.
Menindaklanjuti laporan, tim penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri melakukan penyelidikan mendalam hingga berhasil melacak dan menggerebek lokasi pabrik gelap di Lampung.
Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti penting. Mulai dari stiker dan kemasan bermerek Apialys, perangkat komputer, printer, alat pengemasan dan penyegelan, bahan baku cairan, hingga buku catatan transaksi.
Bareskrim Polri secara resmi merilis pengungkapan kasus ini dan menetapkan IKS sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana merek.
Saat ini, berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilanjutkan ke tahap persidangan.
Syukurlah sudah tertangkap ya, Ma. Lalu bagaimana cara mencegah obat palsu ini sampai ke tangan Mama?
Terapkan 4 Langkah untuk Cek Keaslian Obat dan Vitamin

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Tenang, Mama tidak perlu pusing dan bingung. Berdasarkan konten edukasi dari Apoteker Rahmato @apoteker_rahmat, berikut langkah mengecek kemasan obat:
Cek fisik kemasan dan label obat. Pastikan cetakan tulisan tajam, rapi, tidak buram, luntur, atau malah terkelupas ya Ma. Nomor kode produksi dan tanggal kedaluwarsa di botol harus sama persis dengan yang tertera di bungkusnya. Pastikan pula boks dan botol masih tersegel utuh dan rapat.
Periksa izin edar BPOM. Selalu cek keabsahan Nomor Izin Edar (NIE) BPOM yang tertera pada kemasan melalui aplikasi BPOM Mobile atau situs resmi cekbpom.pom.go.id.
Periksa cairan dan tekstur. Waspadai jika produk obat khususnya yang cair Ma. Apabila memiliki aroma atau bau kimia yang aneh, waspadai ya. Selain itu, jika tekstur cairannya terlalu encer, mengendap, atau mengalami perubahan konsistensi secara tidak wajar. Segera berhenti mengonsumsinya.
Pastikan tidak sembarangan membeli obat. Mama dapat membeli obat di apotek resmi, rumah sakit, dan toko resminya.
Lakukan Pembuangan Kemasan Bekas Obat yang Benar

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Mama melakukan pencegahan tidak hanya sebelum membeli obat. Ketika Mama memiliki wadah bekas obat, agar tidak dimanfaatkan kembali oleh oknum produsen obat palsu, lakukan cara pembuangan berikut menurut BPOM-RI:
1. Produk sirup atau obat cair non-antibiotik:
Periksa jika ada endapan, tambahkan air lalu kocok hingga larut. Tuangkan cairan ke dalam plastik berisi saluran air atau campurkan dengan bahan yang tidak enak. Tutup dan ikat plastik dengan rapat sebelum dibuang ke tempat sampah.
2. Produk tablet, pil, puyer, salep, dan krim:
Pisahkan obat dari kemasannya. Rusak kemasan untuk menghilangkan identitas obat. Hancurkan obat dan campur dengan barang yang tidak enak (ampas kopi, tanah, dll.). Masukkan ke dalam wadah tertutup lalu buang ke tempat sampah.
3. Produk inhaler atau aerosol:
Jika sudah kosong, buang langsung ke tempat sampah. Kalau asih ada dan sudah tidak terpakai, kembalikan ke Dokter. Rusak label pada kemasan wadah dengan menyobek atau mencoret. Wadah jangan dilubangi, digepengkan, atau dibakar karena dapat meledak. Buang wadah ke tempat sampah khusus.
Demikian cara pencegahan obat palsu untuk anak. Maraknya peredaran obat dan vitamin anak palsu membuat Mama harus semakin jeli saat membeli maupun membuang produk kesehatan di rumah.
Selalu terapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) serta beli di tempat resmi supaya si Kecil terhindar dari risiko produk ilegal.























