5 Jenis Makanan yang Wajib Dihindari Anak dengan Rhinitis Alergi!

Diet eliminasi selama dua hingga empat minggu dapat digunakan untuk memantau perbaikan gejala rhinitis alergi anak dengan menghentikan asupan alergen sementara.
Kelompok makanan yang disebut perlu dihindari meliputi buah tinggi histamin, susu sapi beserta turunannya, serta seluruh jenis telur unggas dan olahannya.
Ikan laut, seafood, kacang-kacangan, produk turunannya, serta makanan berbumbu yang mengandung bahan tersebut perlu diawasi; kebersihan rumah dari debu juga dianjurkan.
Mama dan Papa yang memiliki anak dengan rhinitis alergi bingung gak sih harus bertindak seperti apa?
Melihat si Kecil terus-menerus menderita pilek dan bersin tentu membuat hati para Mama merasa cemas dan tidak tenang.
Kondisi rhinitis alergi sering kali terpicu oleh makanan tertentu yang dikonsumsi anak sehari-hari tanpa disadari, lho.
Untuk membantu memulihkan kesehatannya, metode diet eliminasi dapat diterapkan dengan menghentikan total asupan alergen selama dua hingga empat minggu, Ma!
Proses diet eliminasi ini bertujuan untuk memantau perbaikan gejala rhinitis pada anak secara bertahap dan berkala.
Namun, mengeliminasi beberapa jenis makanan favorit anak memang membutuhkan kesabaran serta ketelitian ekstra dari orangtua, ya.
Maka dari itu, Mama perlu mengetahui daftar makanan apa saja yang harus dihindari agar proses pemulihan si Kecil berjalan optimal.
Berikut Popmama.com sajikan 5 makanan yang wajib dihindari anak dengan rhinitis alergi!
Simak terus ya, Ma.
1. Buah-buahan tinggi histamine

Pinterest.com/weliketohurt, Pinterest.com/flyofmay, & Pinterest.com/Aadil3DWallpapers Menyajikan buah-buahan kepada si Kecil memang penting Ma, selain memenuhi asupan serta, buah juga dapat memberikan tambahan gula alami.
Namun Ma, beberapa buah mengandung kadar histamine yang tergolong tinggi.
Kandungan histamine ini dapat memicu pelepasan reaksi alergi dan memperparah gejala rhinitis alergi pada si Kecil, lho.
Jenis buah yang perlu dihindari antara lain pisang, nanas, pepaya, jeruk, lemon, jeruk nipis, stroberi, ceri, kiwi, hingga buah kering (kismis, aprikot, dan mangga kering).
Mengonsumsi buah-buahan tersebut justru dapat membuat hidung anak tersumbat dan pilek semakin parah.
Mama sebaiknya mengganti pilihan buah dengan jenis lain yang lebih aman dan tidak berisiko tinggi pemicu histamine.
Misalnya buah apel, buah naga, mangga, delima, bluberi, hingga kranberi.
Pemilihan asupan buah yang tepat akan sangat membantu meredakan gejalanya dengan lebih cepat, deh.
2. Susu sapi, cokelat, dan produk turunannya

Pinterest.com/lolatiffanyhur & Pinterest.com/mariabrigadeiro Susu sapi beserta olahannya merupakan salah satu pemicu alergi yang sangat umum ditemui pada anak-anak, Ma.
Mama harus menghindari pemberian coklat batang, susu coklat, es krim, keju, yogurt, mentega, hingga susu kental manis.
Produk olahan olahan makanan seperti kue kering atau selai juga wajib dihentikan sementara waktu, ya.
Nah, penting juga bagi Mama untuk selalu memeriksa label kandungan pada kemasan makanan atau bumbu instan.
Bahan olahan yang berpotensi memicu alergi biasanya dicetak dengan huruf tebal pada kemasan produk.
Menghindari turunan susu sapi akan mencegah reaksi peradangan saluran pernapasan si Kecil berulang.
3. Semua jenis telur unggas

Pinterest.com/nancyahswan & Pinterest.com/SeDaTi Telur unggas sering kali sulit dipisahkan antara bagian putih dan kuningnya secara sempurna saat diolah.
Meskipun si Kecil hanya alergi pada salah satu bagian telur, mengonsumsi keduanya tetap berisiko tinggi lho, Ma.
Oleh karena itu, semua jenis telur seperti telur ayam kampung, telur ayam negeri, telur bebek, puyuh, angsa, dan itik harus dihindari si Kecil.
Olahan makanan yang mengandung bahan telur seperti mie, roti, dan kue juga perlu distop sementara waktu, ya.
Mama dapat mencari alternatif sumber protein lain yang lebih aman bagi saluran pernapasan si Kecil.
Pembatasan asupan telur ini sangat krusial demi menyukseskan program diet eliminasi anak, deh.
4. Semua jenis ikan laut dan seafood

Pinterest.com/wofik & Pinterest.com/yaninataliayoyo Hidangan laut atau seafood memiliki potensi pemicu reaksi alergi yang cukup kuat pada tubuh si Kecil, Ma.
Jenis ikan laut seperti tuna, kakap merah, salmon, tenggiri, kembung, tongkol, dan kerapu wajib dihindari sementara.
Begitu pula dengan makanan laut lainnya seperti cumi-cumi, udang, kepiting, lobster, hingga kerang.
Makanan pelengkap yang mengandung unsur seafood seperti petis, terasi, dan kerupuk ikan juga harus dihindari, Ma.
Kandungan senyawa alami dalam seafood dapat merangsang timbulnya reaksi alergi hidung secara spontan.
Menjauhkan menu olahan laut ini akan membantu menjaga stabilitas kondisi fisik si Kecil, deh.
5. Semua jenis kacang-kacangan

Pinterest.com/Gkfooddiary Kacang-kacangan juga menjadi kelompok bahan makanan pemicu alergi yang patut diwaspadai oleh para Mama.
Berbagai jenis kacang seperti kacang tanah, hijau, mete, almond, kenari, pistachio, walnut, macadamia, hazelnut, hingga chickpea harus dihindari.
Produk turunan seperti kecambah atau bahan makanan yang mengandung kacang juga tidak boleh dikonsumsi oleh si Kecil, ya.
Mama perlu teliti mengawasi makanan seperti hunkwe, su'un, serta bumbu sate, pecel, atau gado-gado.
Kandungan kacang pada bumbu makanan juga dapat memicu kambuhnya rhinitis alergi anak mama.
Menghilangkan menu berbasis kacang akan mengoptimalkan proses pemulihan kesehatan si Kecil, deh!
Menjalani diet eliminasi memang membutuhkan kedisiplinan ekstra serta kerja sama yang baik dari seluruh anggota keluarga.
Itu dia Ma, 5 makanan yang wajib dihindari anak dengan rhinitis alergi!
Mama tidak perlu berkecil hati karena langkah pencegahan ini sifatnya sementara demi kebaikan dan kesehatan si Kecil.
Selain menjaga asupan makanan, pastikan juga untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah dari debu dan pemicu alergi lainnya, ya.






















