Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Cara Mengatasi Anak Susah Dengar Kata Orangtua

3 min read
Cara Mengatasi Anak Susah Dengar Kata Orangtua
Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI
  • Mengulang perintah terus-menerus dapat membuat anak menunda tindakan hingga orangtua marah, sekaligus memicu ketegangan dan kelelahan emosional di rumah.

  • Orangtua perlu mengelola rasa marah dan jengkel karena ledakan emosi dapat mengalihkan perhatian anak dari instruksi yang diberikan.

  • Sampaikan instruksi sekali, beri pengingat singkat, lalu tindak lanjuti dengan tenang; tetapkan batasan yang jelas, penuh kasih, dan konsisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah Mama dan Papa merasa lelah karena harus mengulang perintah yang sama berulang kali kepada si Kecil? 

Situasi seperti ini tentu sering membuat para orangtua kehilangan kesabaran dan hampir lepas kendali, ya. 

Rasanya semakin sering kita mengulang ucapan, si Kecil makin tidak ingin mendengarkan.

Kondisi tersebut sebenarnya sangat wajar kok, Ma!

Namun, mengulang-ulang perintah justru dapat membentuk pola komunikasi yang kurang efektif, lho. 

Akibatnya, Mama atau Papa akan kehabisan energi, sering marah, dan timbul kejengkelan yang menumpuk.

Agar si Kecil lebih responsif dan mau mendengarkan, ada beberapa hal penting yang perlu Mama pahami. 

Yuk, simak penjelasan lengkapnya di Popmama.com tentang anak susah dengar kata orangtua, ini rahasia mengatasinya!

  1. 1. Memahami dampak dari kebiasaan mengulang perintah

    Mama yang mengajak anaknya membereskan mainannya
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Ma, semakin kita sering mengulang kalimat yang sama, semakin si Kecil tidak memercayai ucapan tersebut.

    Setiap kali Mama memberikan instruksi berulang, anak akan menganggap bahwa mereka belum perlu bergerak atau bertindak sekarang juga. 

    Anak akan berpikir bahwa tindakan nyata dari orangtua baru benar-benar hadir saat Mama sudah mulai marah atau emosi memuncak. 

    Hal ini akhirnya membuat si Kecil terbiasa menunda kewajibannya hingga batas kesabaran orangtua habis. 

    Pada akhirnya Ma, kebiasaan ini hanya membuat suasana rumah menjadi penuh ketegangan, lho.

  2. 2. Pentingnya orangtua mengelola emosi

    Mama memanggil anaknya tapi tidak didengar
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Ketika si Kecil tidak ingin mendengarkan Mama, muncul perasaan lelah, marah, dan jengkel.

    Maka dari itu, penting untuk menyadari bahwa emosi berlebihan dapat memicu konflik yang makin membesar, Ma. 

    Jika Mama atau Papa merespons dengan luapan emosi, si Kecil justru berfokus pada ledakan amarah dibanding perintahnya. 

    Mengelola emosi diri sendiri menjadi langkah paling awal sebelum Mama melatih disiplin pada anak. 

    Jika menghadapinya dengan tenang, Mama akan dengan mudah menyampaikan perintahnya. 

    Anak juga akan lebih mudah mengerti, deh.

  3. 3. Menerapkan strategi komunikasi efektif

    Mama sedang memasak dan anaknya bermain
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Ma, tips agar ucapan Mama atau Papa didengar oleh si Kecil adalah mengurangi jumlah kata yang diucapkan. 

    Caranya cukup sederhana Ma, sampaikan instruksi tersebut cukup satu kali saja. 

    Jika si Kecil belum merespons, berikan satu kali ingatan atau reminder yang singkat dan jelas. 

    Setelah itu, bantu anak secara tenang untuk menyelesaikan apa yang diminta tanpa harus berteriak. 

    Penggunaan kata-kata yang lebih sedikit justru akan membuat anak mendengarkan dengan jauh lebih baik, lho.

  4. 4. Memahami alasan utama dibalik tindakan anak

    Mama pusing melihat anaknya bermain
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Agar tips ini sukses Ma, ada satu hal yang perlu Mama dan Papa ketahui.

    Mama perlu paham bahwa anak-anak sebenarnya tidak berniat untuk sengaja memancing emosi atau kemarahan orangtua. 

    Pada kenyataannya, mereka hanya sedang menguji dan mencari tahu di mana letak batasan aturan yang sebenarnya. 

    Proses menguji batasan ini merupakan bagian alami dari tumbuh kembang anak dalam memahami lingkungan sekitarnya!

    Anak sebenarnya tetap membutuhkan batasan yang tegas dan jelas agar mereka merasa aman dan terlindungi. 

    Oleh karena itu, Mama atau Papa tidak perlu berkecil hati atau merasa gagal ketika si Kecil melakukan hal itu, ya.

  5. 5. Membagikan peran dan tanggung jawab secara jelas

    Keluarga yang sedang membagi peran di rumah
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Tugas utama orangtua adalah menetapkan batasan atau boundaries yang sehat dan konsisten. 

    Sementara itu, tugas si Kecil memang menguji sejauh mana batasan tersebut bertahan.

    Dengan memahami pembagian peran ini, Mama dan Papa bisa bersikap lebih bijak dan konsisten saat menegakkan aturan di rumah.

    Dengan menetapkan batasan yang penuh kasih sayang adalah kunci pengasuhan yang suportif, Ma!

    Konsistensi inilah yang akan membentuk disiplin positif pada diri si Kecil hingga ia dewasa nanti.

    Mengasuh anak memang membutuhkan kesabaran yang ekstra serta konsistensi yang terus-menerus digali setiap harinya. 

    Nah itu dia  tentang anak susah dengar kata orangtua, ini rahasia mengatasinya!

    Dengan membatasi pengulangan kata dan langsung menindaklanjutinya secara tenang, si Kecil akan belajar menghargai setiap arahan, deh.

    Semoga tips di atas bisa membantu menciptakan komunikasi yang lebih harmonis dan minim stres di rumah ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More