Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tips Atasi Anak yang Sering Terbangun di Malam Hari
Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI
  • Orangtua perlu memahami bahwa anak belajar terlelap dan melewati siklus tidur; terbangun malam hari dapat terjadi saat transisi tidur ringan ke tidur dalam.

  • Terapkan jadwal tidur konsisten, terutama pukul 19.00–20.30 untuk balita, serta ciptakan suasana redup agar anak lebih mudah mengantuk dan tidak rewel.

  • Ajarkan anak tidur mandiri secara bertahap sambil tetap memberi dukungan emosional; tenangkan dengan pelukan dan kata lembut bila terbangun akibat mimpi buruk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama dan Papa pernah nggak sih kaget karena si Kecil mendadak terbangun di malam hari?

Menghadapi anak yang terbangun di tengah malam tentu menjadi tantangan tersendiri, ya.

Sering kali Mama merasa kelelahan karena harus bolak-balik menenangkan anak agar bisa kembali tidur. 

Padahal Ma, penting lho memahami pola tidur anak untuk mengatasi masalah ini dengan lebih tenang dan sabar.

Sebagai new mom, wajar sekali jika merasa bingung ketika si Kecil tiba-tiba rewel dan susah tidur kembali pada tengah malam. 

Padahal, tidur adalah hal yang bersifat instingtif bagi manusia, namun kemampuan untuk terlelap yang harus dipahami. 

Oleh karena itu, Mama atau Papa perlu mengetahui berbagai cara tepat untuk membantu si Kecil tidur mandiri tanpa harus merasa stres.

Yuk simak di Popmama.com 7 tips atasi anak yang sering terbangun di malam hari!

1. Pahami bahwa tidur itu instingsif dan perlu belajar

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Ma, tau nggak sih, tidur merupakan sebuah proses alami yang bersifat instingtif bagi manusia sejak lahir.

Namun, kemampuan untuk terlelap saat tidur adalah hal yang harus dipelajari oleh anak.

Mama dan Papa perlu membimbing si Kecil secara perlahan agar mereka menguasai keterampilan ini.

Proses belajar ini tidak harus dilakukan dengan cara mengabaikan kebutuhan emosional mereka, ya.

Mama tetap bisa membangun kebiasaan tidur yang sehat tanpa harus merusak ikatan batin dengan anak.

Untuk mempelajari ini, si Kecil membutuhkan pendekatan yang penuh kasih sayang agar ia merasa jauh lebih aman dan didukung.

2. Terapkan jam tidur malam yang tepat

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Anak usia balita perlu tidur sebelum jam 21.00, Ma!

Karena melalui jam tidur yang tepat, anak akan menunjukkan pertumbuhan yang baik juga. 

Waktu tidur malam yang sangat ideal bagi si Kecil adalah antara pukul 19.00 hingga 20:30.

Dengan menerapkan rentang waktu tidur tersebut, anak akan tidak mudah lelah dan rewel, deh. 

Konsistensi jam tidur membuat tubuh anak menjadi lebih teratur setiap harinya.

Mama bisa mulai meredupkan lampu kamar menjelang jam-jam tersebut agar anak merasa mengantuk.

Kebiasaan ini secara alami akan mempermudah si Kecil untuk terlelap dengan nyenyak sepanjang malam, deh.

3. Kenali siklus alami tidur anak

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Perlu Mama ketahui bahwa semua manusia mengalami siklus tidur dari kondisi ringan ke dalam.

Perubahan siklus dari tidur ringan ke tidur dalam ini terjadi secara berulang sepanjang malam.

Ketika si Kecil terbangun di malam hari, itu adalah bagian normal dari transisi siklus tidur mereka, Ma.

Anak belum terbiasa pada siklus tersebut, sehingga ia akan merasa kesulitan untuk kembali tidur nyenyak.

Dengan memahami siklus ini, Mama tidak akan panik ketika anak tiba-tiba terbangun di jam tertentu.

Jadi Mama bisa membantu si Kecil untuk melewati transisi tidur dengan lebih baik.

4. Ajarkan kebiasaan tidur secara mandiri

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Sebagian besar kasus terbangun di tengah malam bisa diatasi dengan mengajarkan kebiasaan tidur mandiri, lho.

Karena melalui kemampuan tertidur secara mandiri, anak tidak akan selalu mengandalkan orangtuanya. 

Mama tidak perlu menerapkan metode cry it out atau membiarkan anak menangis histeris di kamar.

Proses mengajarkan kemandirian ini bisa dilakukan secara perlahan dengan penuh kesabaran ya, Ma.

Jadinya si Kecil akan belajar menenangkan dirinya saat terbangun di tengah malam.

Hal ini tentu akan sangat membantu Mama atau Papa untuk mendapatkan waktu istirahat yang lebih cukup, deh.

5. Waspadai faktor mimpi buruk

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Ma, ternyata mimpi buruk mulai dialami oleh anak ketika mereka menginjak usia sekitar tiga tahun, lho!

Kemunculan mimpi buruk ini hadir seiring dengan perkembangan imajinasi si Kecil yang semakin aktif.

Imajinasi yang berkembang membuat mereka sering kali membayangkan hal-hal yang terasa menakutkan.

Ketika terbangun karena mimpi buruk, si Kecil membutuhkan kehadiran dan pelukan hangat dari Mama.

Mama bisa menenangkan mereka dengan kata-kata lembut bahwa semuanya baik-baik saja.

Berikan rasa aman agar anak kembali tenang dan bisa melanjutkan tidurnya dengan nyenyak, ya.

6. Atasi kesulitan tidur anak dengan tenang

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Kesulitan untuk tertidur secara mandiri bukan sekadar fase yang akan lewat begitu saja, Ma.

Justru kondisi ini sering kali membutuhkan bimbingan aktif dari orangtua agar anak bisa beradaptasi.

Mama bisa mendampingi mereka dengan tenang tanpa harus langsung merespons setiap tangisannya.

Berikan ruang bagi anak untuk mencoba menenangkan dirinya sendiri di bawah pengawasan Mama.

Konsistensi dalam membimbing si Kecil tentu akan membuahkan hasil yang manis dalam beberapa hari ke depan kok, Ma!

Perlahan-lahan anak akan terbiasa tidur sendiri tanpa merasa cemas atau takut.

7. Tanamkan hubungan emosional

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Ketika ruang tidur Mama dan si Kecil terpisah, jangan lupa meningkatkan kekuatan emosional, ya.

Karena penting sekali bagi Mama untuk mengajarkan kepada anak bahwa kita tetap terhubung meski terpisah.

Rasa aman dan ikatan batin yang kuat membuat si Kecil tidak merasa ditinggal sendirian di kamar.

Mama juga bisa memberikan afirmasi positif sebelum tidur agar anak merasa aman.

Kepercayaan ini akan mengurangi kecemasan anak saat mereka terbangun di tengah malam.

Nah, melalui hubungan emosional yang erat dapat menjaga waktu dan pola tidur anak.

Dengan hati yang tenang, si Kecil pun dapat tidur dengan lebih pulas hingga pagi, deh.

Menghadapi masa-masa sulit ketika si Kecil sering terbangun di malam hari memang membutuhkan kesiapan mental ekstra dari orangtua. 

Namun, dengan menerapkan pola asuh yang tepat dan konsistensi, masalah ini pasti dapat teratasi dengan baik.

Itu dia Ma, 7 tips atasi anak yang sering terbangun di malam hari!

Semoga tips ini dapat membantu Mama dan si Kecil mendapatkan kualitas tidur yang jauh lebih baik setiap malamnya, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article