Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Ciri-Ciri Anak Malas Belajar, Banyak Alasan dan Malah Ngobrol

7 Ciri-Ciri Anak Malas Belajar, Banyak Alasan dan Malah Ngobrol
Pexels/Tima Miroshnichenko
Intinya Sih
  • Mama perlu menyadari bahwa si Kecil sering kali memiliki seribu satu alasan atau "akal-akalan" unik untuk menghindari tugas sekolah yang membosankan.

  • Berbagai perilaku seperti akting lemas, mendadak lapar, hingga mengalihkan pembicaraan sebenarnya merupakan strategi cerdik si Kecil untuk mengulur waktu belajar.

  • Dengan mengenali taktik pelarian ini, Mama bisa lebih bijak dalam menghadapi drama si Kecil agar sesi belajar di rumah tetap berjalan efektif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Melihat si Kecil mendadak punya seribu satu alasan saat diminta membuka buku pelajaran pasti sering membuat Mama merasa gemas sekaligus ingin tertawa. 

Hal ini sebenarnya hal yang lumrah terjadi karena si Kecil sering kali merasa jenuh dengan rutinitas sekolah dan mencoba mencari celah untuk menghindar dari tugas-tugas akademis yang membosankan bagi mereka.

Tugas Mama adalah menjadi detektif yang jeli untuk membedakan mana kondisi yang serius dan mana yang hanya sekadar strategi "akal-akalan" agar sesi belajar berakhir lebih cepat. 

Berikut Popmama.com rangkum 7 ciri unik si Kecil yang sedang malas belajar lewat berbagai tingkah laku yang sering mereka tunjukkan!

Table of Content

1. Mendadak lemas dan tidak berdaya saat buku dibuka

1. Mendadak lemas dan tidak berdaya saat buku dibuka

Anak merasa ngantuk saat belajar
Pexels/www.kaboompics.com

Ciri pertama yang paling sering dilakukan si Kecil adalah menunjukkan perubahan kondisi fisik secara drastis atau akting lemas sesaat setelah Mama meletakkan buku di meja belajar. 

Jika sebelumnya ia tampak sangat aktif berlarian ke sana kemari atau bermain dengan penuh semangat, tiba-tiba saja badannya lunglai, kelopak matanya sayu, dan suaranya berubah menjadi sangat lirih seperti orang yang sedang sakit berat. 

Akting lemas ini adalah strategi klasik agar Mama merasa kasihan dan akhirnya memberikan kelonggaran atau bahkan membatalkan sesi belajar hari itu. 

Mama perlu memperhatikan pola ini secara saksama, jika rasa lemas tersebut mendadak hilang secara ajaib saat Mama menawarkan camilan favorit atau mengizinkannya menonton televisi, maka bisa dipastikan bahwa kondisi lemas tersebut hanyalah akal-akalan si Kecil untuk menghindari tugas sekolah yang dirasa cukup berat baginya saat itu.

2. Menggunakan jurus mengantuk hebat saat hendak belajar

Anak mencari sesuatu saat belajar
Pexels/Mikhail Nilov

Menguap berkali-kali dengan mulut lebar adalah senjata andalan berikutnya yang sering dikeluarkan si Kecil saat mereka mulai merasa malas belajar. 

Meskipun si Kecil sudah tidur siang dengan cukup atau baru saja bangun dari istirahat yang berkualitas, rasa kantuk ini akan mendadak muncul secara misterius ketika mereka harus membaca materi pelajaran atau mengerjakan soal matematika. 

Mereka akan menunjukkan gestur mata yang berair karena terus-menerus menguap, bahkan terkadang sampai menempelkan kepala di atas meja belajar seolah-olah sudah tidak kuat lagi menahan beban matanya yang berat. 

Strategi "ngantuk” ini dilakukan untuk memberikan sinyal kepada Mama bahwa otak mereka sudah tidak mampu lagi menerima informasi baru.

Mereka berharap Mama akan menyuruh mereka segera tidur dan meninggalkan tumpukan buku pelajaran yang membosankan tersebut di meja tanpa dikerjakan sama sekali.

3. Garuk-garuk kepala selama belajar

Anak menggaruk kepala saat belajar
Pexels/Mikhail Nilov

Pernahkah Mama melihat si Kecil terus-menerus menggaruk kepalanya dengan ekspresi wajah yang sangat serius saat sedang melihat soal pelajaran? 

Gerakan menggaruk kepala secara berlebihan ini sering kali merupakan cara si Kecil untuk menunjukkan bahwa materi yang sedang dipelajari sangat sulit dan membuat mereka pusing luar biasa. 

Padahal, sering kali itu hanyalah cara untuk mengulur waktu agar mereka tidak perlu segera mulai menulis atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Mama atau guru lesnya. 

Dengan gestur ini, mereka berharap Mama akan merasa bahwa mereka sudah berusaha keras untuk berpikir sampai kepalanya "gatal".

Mereka berharap Mama akan tergerak untuk memberikan jawaban secara langsung atau justru menghentikan sesi belajar tersebut karena merasa kasihan melihat si Kecil yang tampak sangat bingung. 

Mama harus tetap tenang dan tidak langsung memberikan jawaban, karena sering kali garukan tersebut hanyalah bagian dari drama kecil untuk menutupi rasa malas mereka dalam menganalisis soal secara mandiri.

4. Tiba-tiba mengeluh lapar atau haus saat baru mulai menulis

Anak lapar saat belajar
Pexels/Mikhail Nilov

Strategi "perut kosong" adalah salah satu akal-akalan paling cerdas yang sering digunakan si Kecil agar mereka bisa meninggalkan meja belajar sejenak untuk pergi ke dapur. 

Begitu pensil mulai menyentuh kertas, tiba-tiba saja si Kecil akan memegang perutnya dan mengeluh lapar luar biasa atau tenggorokannya mendadak terasa sangat kering sehingga butuh air segera. 

Mama mungkin merasa heran karena mungkin si Kecil baru saja selesai makan besar beberapa saat yang lalu, namun mereka akan bersikeras bahwa mereka membutuhkan energi tambahan untuk bisa fokus belajar. 

Alasan ini sangat efektif digunakan karena mereka tahu bahwa Mama pasti tidak akan membiarkan si Kecil belajar dalam kondisi kelaparan. 

Padahal, sering kali ini hanyalah alasan agar mereka bisa mendapatkan waktu istirahat lebih lama atau sekadar ingin mengonsumsi camilan manis sebagai bentuk pengalihan perhatian dari tugas-tugas sekolah yang dianggap sebagai beban yang sangat menjemukan di sore hari tersebut.

5. Terlihat sibuk mencari sesuatu yang padahal tidak hilang

Anak berjalan-jalan saat belajar
Pexels/RDNE Stock Project

Si Kecil yang malas belajar sering kali mendadak menjadi orang yang sangat sibuk mencari benda-benda kecil seperti penghapus, penggaris tertentu, atau bahkan rautan pensil yang sebenarnya ada di depan mata mereka. 

Mereka akan mengobrak-abrik kotak pensil, mencari di bawah meja, hingga masuk ke dalam lemari hanya untuk mencari satu benda yang sebenarnya tidak terlalu krusial untuk proses belajar saat itu. 

Aktivitas mencari barang ini adalah bentuk penguluran waktu yang disengaja agar sesi belajar tidak segera dimulai atau terhenti di tengah jalan dengan alasan alat tulisnya tidak lengkap. 

Selama mereka "sibuk" mencari, mereka merasa bebas dari beban berpikir dan berharap waktu belajar akan habis begitu saja tanpa ada satu pun soal yang berhasil mereka selesaikan. 

Mama harus membantu mereka menyiapkan semua peralatan tulis dalam satu wadah sebelum belajar dimulai agar drama mencari barang hilang ini tidak lagi menjadi alasan bagi si Kecil untuk mangkir dari kewajiban belajarnya.

6. Berusaha ajak ngobrol di luar topik pelajaran

Anak mengajak ngobrol saat belajar
Pexels/Martha Wave

Teknik mengalihkan topik pembicaraan ini adalah taktik komunikasi yang cerdik agar perhatian Mama teralih dari buku pelajaran ke cerita-cerita seru yang mereka sampaikan. 

Mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau menanyakan rencana liburan keluarga hanya agar Mama terus berbicara dan lupa untuk mengecek apakah tugas sekolah mereka sudah selesai atau belum. 

Anak-anak yang pandai bicara biasanya sangat mahir menggunakan cara ini, mereka akan membuat suasana belajar menjadi sesi curhat yang sangat panjang sehingga waktu belajar habis terpakai untuk mengobrol. 

Mama harus tetap fokus dan dengan lembut mengembalikan pembicaraan ke topik pelajaran, karena jika tidak, si Kecil akan merasa berhasil "menipu" Mama dengan kelincahan lidahnya dalam menghindari tanggung jawab akademis mereka.

7. Mendadak ingin ke kamar mandi berkali-kali

Anak mencuci tangan di kamar mandi
Pexels/cottonbro studio

Satu lagi akal-akalan yang paling sering digunakan adalah alasan ingin buang air kecil atau buang air besar secara berulang-ulang dalam waktu yang sangat berdekatan. 

Kamar mandi menjadi tempat persembunyian untuk si Kecil yang sedang malas belajar karena di sana mereka bisa mendapatkan privasi dan waktu bebas selama beberapa menit tanpa pengawasan langsung dari Mama. 

Mama mungkin akan mendapati si Kecil menghabiskan waktu sangat lama di dalam kamar mandi hanya untuk sekadar mencuci tangan atau duduk diam merenung demi menghindari soal-soal latihan yang sedang menanti di meja belajar. 

Jika "ingin ke belakang" ini hanya terjadi secara intens saat jam belajar dan tidak terjadi di waktu bermain atau menonton film, maka Mama perlu curiga bahwa ini hanyalah bagian dari taktik pelarian mereka. 

Menetapkan aturan jadwal ke toilet sebelum jam belajar dimulai bisa menjadi solusi efektif agar alasan klise ini tidak lagi mengganggu konsentrasi belajar si Kecil di rumah setiap harinya.

Lucu-lucu ya, Ma, akal-akalan si Kecil jika sudah urusan malas belajar!

Dari ketujuh poin tadi, jurus "ajaib" mana nih yang paling sering dikeluarkan si Kecil di rumah sampai-sampai Mama sering hampir terkecoh karena aktingnya yang sangat meyakinkan?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More