Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Arumi Korban Malpraktik Berujung Amputasi, Kini Cari Mana Tangannya

Arumi Korban Malpraktik Berujung Amputasi, Kini Cari Mana Tangannya
Instagram.com/azkaarumi24

Nama Arumi Aghnia Azkayra sempat viral di tahun 2025 setelah menjadi korban dugaan malpraktik medis di Puskesmas Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Berawal dari pemasangan infus saat ia demam dan batuk, tangan kanan balita ini justru membengkak parah hingga mengeluarkan nanah, yang membuatnya harus menjalani amputasi pada tangannya.

Setahun setelah tragedi tersebut, Arumi yang kini berusia 2,4 tahun mulai menyadari kehilangan bagian tubuhnya, sampai seringkali bertanya hal yang membuat keluarga pilu.

Video CCTV yang beredar di media sosial viral memerlihatkan momen pilu ketika gadis kecil itu menanyakan keberadaan tangan kanannya kepada keluarga.

Kisahnya pun kembali menyita perhatian publik, bukan hanya karena malpraktik yang dialaminya, tapi juga karena dampak psikologis yang mulai tampak pada anak seusianya.

Berikut ini Popmama.com akan merangkumkan kronologi lengkap, dampak emosional pada Arumi, serta langkah hukum yang ditempuh keluarga untuk putri tercinta.

1. Dari infeksi bekas infusan yang berujung amputasi

infus tangan.jpg
Magnific/rawpixel

Pada 10 April 2025 silam, netizen Indonesia dibuat geram dengan dugaan malpraktik yang terjadi pada Arumi yang dibawa ke Puskesmas Bolo karena demam tinggi dan batuk.

Tim medis mengambil tindakan pemasangan infus, tapi tak lama setelah jarum ditancapkan, tangan kanan balita itu justru mengalami pembengkakan yang tak wajar.

Selama tiga hari dirawat, Arumi yang saat itu masih berusia 14 bulan justru tak kunjung membaik. Tangan kanannya semakin bengkak hingga bernanah, yang membuat panik pihak keluarga.

Guna menindaklanjuti kondisi kesehatan sang anak, keluarga lantas meminta rujukan ke RSUD Sondosia, tapi tak kunjung melihat signifikan pada putri tercinta.

Arumi akhirnya kembali dirujuk ke RSUD Bima untuk menjalani operasi. Setelah operasi, pihak keluarga diminta membawanya ke RSUP NTB di Mataram untuk memastikan fungsi jari-jemarinya.

Di rumah sakit inilah, tim medis dibuat terkejut dengan kondisi luka di tangan Arumi yang sudah menghitam akibat jaringan mati atau disebut nekrosis.

Demi menyelamatkan nyawa Arumi agar infeksi tidak menjalar ke organ tubuh lain, dokter mengambil keputusan pahit untuk mengamputasi tangan kanannya.

Kini, gadis kecil yang sudah genap berusia 2 tahun itu harus tumbuh dengan satu tangan, Ma.

2. Arumi mulai bertanya, "mana tangan?"

arumi korban amputasi karena malpraktik.jpg
Instagram.com/notif.id.medi

Saat kejadian berlangsung, usia Arumi masih begitu belia, yakni 14 bulan. Ia belum mengerti apa yang terjadi pada tubuhnya.

Namun, setahun setelah amputasi, kini di usianya yang menginjak 2,4 tahun, Arumi mulai memasuki masa aktif dan sadar akan perbedaan fisik antara dirinya dengan orang lain.

Hal paling menyedihkan yang dibagikan keluarga Arumi adalah ketika dirinya seringkali menanyakan keberadaan tangan kanannya.

"Mana tangan?", ucap Arumi sebagaimana dalam video CCTV yang viral di media sosial. Pertanyaan polos inilah yang selalu membuat pilu Mama, Papa, hingga kakek Arumi yang mendengarnya.

Keluarga Arumi hanya bisa menangis dan menjelaskan dengan lembut, bahwa tangannya sudah dipinjam Allah, mengingat dirinya yang belum paham penjelasan rumit tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Lebih lanjut, Papa dari Arumi, Andika, menjelaskan bahwa pertanyaan polos yang memilukan itu sering muncul kerika putrinya menonton video di HP.

Ketika melihat orang lain di video sedang tepuk tangan atau menggunakan kedua tangan untuk bermain, Arumi akan menatap tangannya sendiri lalu bertanya.

Hal ini yang membuat keluarga akhirnya membatasi Arumi menonton video, karena setiap kali ia melihat orang lain memiliki dua tangan, pertanyaan yang sama kembali terucap.

3. Keluarga laporkan pihak medis atas dugaan malpraktik

close up tangan balita.jpg
Magnific/pvproductions

Tak terima dengan kenyataan pahit yang menimpa putri tercinta, keluarga Arumi sudah sempat melaporkan dugaan malpraktik ke Polres Bima pada 21 April 2025 silam.

Dugaan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari tiga fasilitas yang merawat Arumi, yakni Puskesmas Bolo, RSUD Sondosia, dan RSUD Bima.

Pihak Dinas Kesehatan Bima kemudian mengungkapkan bahwa total 89 tenaga kesehatan dan dokter diperiksa oleh Majelis Disiplin dan Profesi (MDP).

Rinciannya, 16 orang dari Puskesmas Bolo berstatus teradu, 19 orang dari RSUD Sondosia, 5 orang dari RSUD Bima, dan 53 nakes lainnya sebagai saksi.

Seluruh teradu dan saksi telah menjalani sidang MDP karena dianggap melayani langsung pasien Arumi. Meski jumlahnya sangat besar dan kasus ini menyita perhatian publik, perkara hukum akhirnya berakhir dengan perdamaian.

Pemerintah Kabupaten Bima bertemu langsung dengan orangtua Arumi untuk menyampaikan permintaan maaf serta memberikan ganti rugi.

Dari pihak puskesmas, Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur sesuai SOP dan siap mengikuti proses hukum yang ada.

Namun bagi keluarga, tak ada ganti rugi yang bisa mengembalikan tangan kanan si Kecil atau menghapus pertanyaan "Mana tangan?" yang terus menghantui mereka.

4. Pesan haru Mama dari Arumi untuk sang putri

arumi korban amputasi karena malpraktik (1).jpg
Instagram.com/azkaarumi24

Di tengah kesedihan yang mendalam, sang Mama, Marliana, mengunggah reels yang berisikan kompilasi momen-momen Arumi sebelum tangannya diamputasi.

Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan caption penuh doa:

"Anakku Arumi, Sehat selalu ya nak, kamu tetap sempurna sayang. doain ayah ibu banyak rejeki ya syg biar ayah ibu bisa membahagiakan Ade sama Abang dan tidak pernah merasa kekurangan dalam hal apapun, dan Arumi sama Abang juga harus janji ya syg sehat trs."

Yang paling menyayat hati adalah dua kalimat terakhir dari sang Mama yang meminta maaf kepada putri kecilnya karena merasa gagal melindunginya.

Meski kasus telah berakhir damai dan pihak rumah sakit sudah meminta maaf sejak satu tahun lalu, rasa bersalah karena tak bisa melindungi buah hatinya tentu tetap membekas.

Sebagai orangtua, Andika dan Marliana berusaha meyakinkan Arumi bahwa ia tetap sempurna, di tengah kenyataan pahit yang harus mereka jalani bersama.

Semoga tumbuh besar menjadi gadis yang ceria dan sehat selalu ya, Arumi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More

7 Menu Sarapan Olahan Kentang dan Telur untuk Anak, Praktis & Bergizi

08 Mei 2026, 10:19 WIBKid