Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Luka Anak Harus Dibiarkan Terbuka atau Tertutup? Ini Penjelasannya!

Luka Anak Harus Dibiarkan Terbuka atau Tertutup? Ini Penjelasannya!
Popmama.com/Sania Chandra
Intinya Sih
  • Banyak orangtua masih percaya mitos bahwa luka anak sebaiknya dibiarkan terbuka, padahal justru meningkatkan risiko infeksi karena paparan kotoran dan bakteri dari lingkungan.
  • Menutup luka penting untuk menggantikan fungsi perlindungan kulit yang terganggu, mencegah masuknya mikroorganisme berbahaya, serta menjaga kondisi luka tetap bersih dan aman.
  • Penanganan luka anak yang tepat dimulai dengan membersihkan menggunakan antiseptik, mengoleskan salep luka bila perlu, lalu menutupnya dengan plester agar proses penyembuhan lebih cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat anak sedang di fase aktif-aktifnya, luka kecil seperti lecet atau goresan memang kerap terjadi dan sulit dihindari. Namun, masih banyak orangtua yang bingung soal cara merawat luka dengan benar. Apakah sebaiknya dibiarkan terbuka agar cepat kering, atau justru ditutup?

Ternyata, anggapan yang beredar selama ini belum tentu benar, lho, Ma. Mama perlu mengetahui cara penanganannya dengan tepat agar luka anak tidak berujung pada infeksi yang membahayakan.

Simak penjelasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan.

Table of Content

1. Banyak mitos yang beredar seputar penanganan luka

1. Banyak mitos yang beredar seputar penanganan luka

Popmama.com/Sania Chandra
Popmama.com/Sania Chandra

Masih banyak orangtua yang percaya bahwa luka sebaiknya dibiarkan terbuka agar cepat kering. Padahal, hal ini hanyalah mitos yang sudah lama beredar di masyarakat. Faktanya, luka yang terbuka justru berisiko lebih tinggi terkena kotoran dan bakteri dari lingkungan sekitar.

“Banyak orangtua yang beranggapan kalau luka perlu diangin-anginin, itu mitos. Luka yang benar harus ditutup,” kata Yosephine Carolline, Marketing Manager Healthcare Beiersdorf Indonesia, saat acara ‘Media Gathering & Experience Hansaplast Aqua Protect Kids’ di BxSea, Minggu (3/5/2026)

Dengan menutup luka, Mama membantu menciptakan kondisi yang lebih bersih dan terlindungi. Hal ini penting agar proses penyembuhan bisa berjalan lebih optimal tanpa gangguan dari luar.

2. Kulit adalah pelindung utama tubuh

Popmama.com/Sania Chandra
Popmama.com/Sania Chandra

Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh yang memiliki fungsi penting sebagai pelindung dari berbagai ancaman, termasuk bakteri dan kuman. Ketika kulit mengalami luka, perlindungan alami ini otomatis terganggu.

“Kenapa? Karena pada saat terjadi luka, organ tubuh kita terbesar ada pada kulit. Kulit berfungsi melindungi dari bakteri, jadi kalau terluka tandanya ada jaringan terputus yang membuat bakteri dengan mudah masuk,” ujar Yosephine Carolline.

Itulah sebabnya, luka yang tidak ditangani dengan baik bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai mikroorganisme berbahaya. Menutup luka menjadi langkah penting untuk menggantikan fungsi perlindungan kulit yang sedang terganggu.

3. Luka terbuka memperlambat proses penyembuhan

Popmama.com/Sania Chandra
Popmama.com/Sania Chandra

Selain meningkatkan risiko infeksi, membiarkan luka terbuka juga bisa membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama. Kuman yang masuk ke dalam luka dapat memperparah kondisi dan memicu infeksi.

“Kalau sudah terjadi luka, sudah ada infeksi, dan kulitnya tidak ditutup bisa membuat kuman bebas masuk, jadinya luka tidak kunjung sembuh,” jelas Yosephine Carolline.

Dengan kata lain, menjaga luka tetap tertutup bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga mempercepat pemulihan. Luka yang bersih dan tertutup cenderung lebih cepat sembuh dibandingkan luka yang dibiarkan terbuka.

4. Cara penanganan luka anak yang tepat bagi orangtua

Popmama.com/Sania Chandra
Popmama.com/Sania Chandra

Tak bisa dipungkiri, anak yang terluka memang sering kali membuat orangtua panik dan bahkan marah. Reaksi tersebut tanpa disadari membuat anak tidak bisa menahan air matanya hingga berujung menangis.

“Mama dan papanya jangan panik dulu. Saking paniknya hiasanya mamanya marah marah dan bikin anaknya makin nangis,” ungkap Yosephine Carolline.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan luka menggunakan antiseptik. Hal ini penting karena setiap luka berpotensi terinfeksi. Setelah itu, luka bisa dilindungi dengan plester.

Sebelum menutupnya, Mama juga bisa mengoleskan salep luka agar membantu proses penyembuhan sekaligus mengurangi risiko bekas luka.

“Bersihkan dulu pakai antiseptik pembersih luka. Setiap terjadi luka berpotensi infeksi makanya harus segera bersihkan,” jelas Yosephine Carolline.

“Lindungi dengan plester. Sebelum plester bisa juga pakai salep luka agar tidak membekas,” tambahnya.

5. Peluncuran Hansaplast Aqua Protect Kids yang dapat melindungi luka di dalam air

Popmama.com/Sania Chandra
Popmama.com/Sania Chandra

Penggunaan plester bukan sekadar menutup luka, tetapi juga memberikan perlindungan ekstra dari kuman. Plester dapat membantu menciptakan penghalang agar bakteri tidak mudah masuk ke area luka.

Memahami bahwa anak-anak identik dengan aktivitas bermain dan mengeksplor, Hansaplast Aqua Protect Kids hadir dengan teknologi Bacterial Shield yang mampu menghalang 99% bakteri dan kotoran. 

Dengan material yang lembut dan fleksibel, plester ini juga dilengkapi fitur 100% waterproof melindungi luka dari air,  bahkan saat anak bermain air atau beraktivitas di luar ruangan.

“Kami memahami bahwa anak-anak membutuhkan perlindungan yang tidak hanya efektif, tetapi juga nyaman dan praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Melalui Aqua Protect Kids, kami ingin memastikan anak tetap bisa aktif, sementara orang tua merasa lebih tenang," ujar Vivilya Lukman, BU Health Care Director PT Beiersdorf Indonesia.

Demikian informasi mengenai penjelasan luka anak harus dibiarkan terbuka atau tertutup. Jadi, sekarang sudah paham kan Ma penanganan luka yang tepat?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More