Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa?

Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa?
Unsplash/Roman Marchenko
Intinya Sih
  • Berbagai mazhab Islam memiliki pandangan berbeda soal hukum menyikat gigi saat puasa, mulai dari makruh hingga mubah, tergantung keyakinan dan pemahaman masing-masing umat.
  • Menyikat gigi diperbolehkan selama tidak menelan pasta atau air secara sengaja; penggunaan siwak atau pasta ringan disarankan agar puasa tetap sah.
  • Penelitian menyarankan menjaga kebersihan mulut dengan sikat gigi setelah sahur dan berbuka, hindari kafein serta obat kumur beralkohol untuk mencegah mulut kering dan bau tak sedap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat berpuasa, menjaga kebersihan mulut menjadi hal yang penting agar tetap merasa nyaman sepanjang hari.

Salah satu masalah yang sering muncul adalah bau mulut, yang bisa disebabkan oleh berkurangnya produksi air liur saat berpuasa.

Selain itu, sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi juga bisa menjadi pemicu munculnya bakteri penyebab bau tak sedap.

Oleh karena itu, menyikat gigi dengan cara yang benar sangat dianjurkan agar kesehatan mulut tetap terjaga tanpa membatalkan puasa.

Namun, masih banyak orang yang ragu apakah sikat gigi saat puasa bisa membatalkan ibadah atau tidak?

Untuk itu, penting mengetahui cara menyikat gigi yang aman selama puasa agar ibadah tetap lancar dan napas tetap segar sepanjang hari. Berikut Popmama.com telah merangkum apakah sikat gigi membatalkan puasa?

Table of Content

1. Hukum menyikat gigi saat puasa

1. Hukum menyikat gigi saat puasa

Unsplash/Marcos Ramirez
Unsplash/Marcos Ramirez

Beberapa mazhab memiliki pandangan yang berbeda mengenai hukum menyikat gigi saat berpuasa.

Dalam pandangan Mazhab Syafi'i dan Mazhab Hambali, menyikat gigi setelah waktu zuhur saat berpuasa dianggap makruh.

Makruh berarti perbuatan tersebut tidak berdosa jika dilakukan, tetapi lebih baik jika dihindari agar puasa tetap terjaga dengan sempurna.

Sementara itu, menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Hanafi, sebagaimana dijelaskan dalam kitab At-Tadzhib fi Adillati Matn al-Ghayah wa al-Taqrib karya Musthafa Dib Al-Bugha, menyikat gigi saat berpuasa hukumnya mubah atau diperbolehkan. 

Artinya, seseorang yang sedang berpuasa tetap boleh menyikat gigi tanpa perlu khawatir puasanya batal atau menjadi kurang sempurna.

Dengan demikian, perbedaan pendapat ini memberikan kebebasan bagi umat Muslim untuk memilih sesuai dengan keyakinan dan pemahaman mereka terhadap hukum fiqih.

2. Jenis sikat gigi yang membatalkan puasa

Dalam Islam, menjaga keabsahan puasa berarti menghindari memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja, terutama makanan dan minuman.

Oleh karena itu, meskipun menyikat gigi saat berpuasa pada dasarnya diperbolehkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak sampai membatalkan puasa.

Berikut adalah beberapa jenis sikat gigi yang dapat membatalkan puasa jika tidak dilakukan dengan hati-hati:

  • Menggunakan pasta gigi dalam jumlah berlebihan

Salah satu risiko utama dalam menyikat gigi saat berpuasa adalah tertelannya pasta gigi. Jika pasta gigi tertelan, maka puasa bisa batal karena dianggap memasukkan sesuatu ke dalam tubuh. 

Oleh karena itu, jika ingin menggunakan pasta gigi, pastikan untuk menggunakannya dalam jumlah sedikit dan berhati-hati agar tidak tertelan.

Ada baiknya menyikat gigi dengan sedikit air atau bahkan hanya menggunakan siwak, sebagaimana disunnahkan dalam Islam.

  • Menyikat gigi dengan air berlebihan

Menggunakan terlalu banyak air saat menyikat gigi juga bisa menjadi risiko bagi orang yang sedang berpuasa.

Jika air yang digunakan untuk berkumur-kumur atau membilas mulut secara tidak sengaja tertelan, maka hal ini dapat membatalkan puasa.

  • Menggunakan pasta gigi atau obat kumur beraroma kuat

Pasta gigi dengan rasa yang sangat kuat, seperti mint yang menyengat atau pasta gigi berfluoride yang meninggalkan sensasi di mulut, dapat meningkatkan risiko zat-zat tersebut tertelan tanpa disadari.

Begitu juga dengan obat kumur atau penyegar napas yang mengandung bahan-bahan kimia tertentu. Jika bahan-bahan ini masuk ke tenggorokan, maka puasa bisa batal.

Sebagai solusi, pilihlah pasta gigi yang ringan atau tanpa rasa, atau jika memungkinkan, gunakan siwak yang lebih alami dan disunnahkan dalam Islam.

3. Menjaga kesehatan gigi menurut jurnal

Freepik/user18526052
Freepik/user18526052

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Dental Research and Review, penggunaan miswak sebagai alat pembersih gigi dianggap kurang efektif dalam menghilangkan plak.

Selain itu, jika tidak digunakan dengan benar, miswak dapat meningkatkan risiko masalah gigi, seperti radang gusi.

Penelitian ini juga memberikan beberapa tips untuk menjaga kebersihan mulut selama berpuasa.

Disarankan agar orang yang berpuasa menyikat gigi dan menggunakan benang gigi setelah sahur dan berbuka untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Selain itu, para peneliti menyarankan untuk menghindari minuman berkafein serta obat kumur yang mengandung alkohol, karena keduanya dapat menyebabkan mulut menjadi kering, yang berpotensi menimbulkan bau mulut dan masalah kesehatan gigi lainnya.

4. Tips gosok gigi saat puasa

Freepik
Freepik

Bau mulut saat puasa bisa dihindari dengan menjaga kebersihan gigi. Agar tetap segar tanpa membatalkan puasa, ikuti tips berikut:

  • Gunakan pasta gigi berfluoride secukupnya, jangan terlalu banyak.
  • Sikat gigi dengan lembut selama 2 menit, pastikan seluruh area gigi bersih.
  • Hindari melakukan aktivitas lain saat gosok gigi agar lebih fokus dan mencegah air atau busa tertelan.
  • Berkumur secukupnya hingga mulut bersih, tetapi pastikan tidak ada air yang tertelan.

Jika ragu menggunakan pasta gigi, kamu bisa menyikat gigi hanya dengan air bersih atau menggunakan siwak sebagai alternatif. Dengan cara ini, puasa tetap lancar dan napas tetap segar.

5. Tips menjaga kesehatan gigi selama puasa

Agar tetap segar selama puasa, penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah bau mulut. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Sikat Gigi Setelah Sahur & Berbuka
    Bersihkan gigi, lidah, dan gunakan pasta gigi berfluoride untuk menghilangkan sisa makanan dan bakteri penyebab bau mulut.
  • Berkumur dengan Air Garam atau Antiseptik
    Membantu membunuh bakteri dan menjaga kesegaran napas. Air garam bisa jadi alternatif alami yang mudah dilakukan.
  • Gunakan Benang Gigi
    Flossing setelah sahur dan berbuka dapat membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat gigi.
  • Minum Air yang Cukup
    Hindari dehidrasi dengan minum air putih yang cukup saat berbuka hingga sahur. Kurangi kafein agar mulut tidak cepat kering.
  • Pilih Makanan Sehat
    Hindari makanan berbau menyengat seperti bawang dan makanan pedas. Pilih buah dan sayur untuk kesehatan gigi yang lebih baik.

Dengan menjaga kebersihan gigi dan pola makan yang tepat, kamu bisa menjalani puasa dengan lebih nyaman dan bebas bau mulut. Selamat berpuasa!

FAQ Seputar Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa?

Apakah boleh sikat gigi saat puasa menurut Imam Syafi'i?

Menurut Imam Syafi'i, hukum gosok gigi (siwak) saat puasa adalah makruh (tidak berdosa namun lebih baik dihindari) jika dilakukan setelah waktu zuhur (matahari tergelincir), karena bau mulut orang puasa menjadi lebih harum di sisi Allah. Namun, hukumnya boleh (mubah) atau bahkan dianjurkan jika dilakukan sebelum zuhur atau jika sangat dibutuhkan untuk menghilangkan bau tak sedap saat berinteraksi, asalkan air atau pasta gigi tidak tertelan.

Bolehkah kumur-kumur saat puasa?

Hukum berkumur saat puasa adalah boleh, namun tidak boleh berlebihan (mubalaghah) karena dikhawatirkan air tertelan dan membatalkan puasa, terutama saat berwudu atau sikat gigi; jika tidak sengaja tertelan, puasanya tidak batal, tapi jika sengaja, puasanya batal. Untuk menjaga kehati-hatian, disarankan berkumur secukupnya dan membuang seluruh air, atau lakukan sebelum imsak jika menggunakan pasta gigi untuk menghindari kekhawatiran.

Apakah boleh menelan air liur saat Ramadan?

“Menelan air liur tidak membatalkan puasa.” (Sahih Al Bukhari Jilid 3 bab 25). Dari hadits tersebut, jelas sekali bahwa menelan air liur adalah salah satu hal yang tidak membatalkan puasa.

Share
Topics
Editorial Team
Irma ediarti mardiyah
Erick akbar
Irma ediarti mardiyah
EditorIrma ediarti mardiyah
Follow Us

Latest in Kid

See More