Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

10 Aturan Rumah yang Tegas untuk Diajarkan pada Anak Usia 4 Tahun

10 Aturan Rumah yang Tegas untuk Diajarkan pada Anak Usia 4 Tahun
Magnific/bearfotos
Intinya Sih
  • Pentingnya aturan rumah yang tegas namun penuh kasih untuk anak usia 4 tahun agar tumbuh mandiri dan memahami batasan sejak dini.

  • Dijelaskan sepuluh aturan dasar seperti makan di meja, membereskan barang sendiri, berbicara sopan, serta belajar tanggung jawab terhadap barang dan tindakan.

  • Konsistensi orangtua dalam menerapkan aturan dan memberi contoh langsung disebut kunci utama agar kebiasaan baik tertanam secara alami pada anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mendidik anak usia toddler, terutama 4 tahun, memang butuh kesabaran ekstra ya, Ma. Di usia ini, mereka mulai aktif bereksplorasi namun belum sepenuhnya memahami batasan.

Itulah kenapa memiliki aturan rumah yang jelas itu penting. Bukan untuk membuat anak jadi robot yang selalu nurut, tapi untuk membentuk kebiasaan baik sejak dini.

Nah, berikut Popmama.com rangkumkan 10 aturan yang bisa Mama terapkan dengan tegas namun penuh kasih.

Semua aturan ini efektif dalam membantu anak tumbuh mandiri dan bertanggung jawab.

1. Duduk di meja makan saat makan

mama memberi makan anak-anaknya
Freepik

Inilah kebiasaan baik yang perlu dijadikan aturan tegas sejak kecil, yaitu mengajak anak duduk bersama di meja makan setiap kali waktu makan tiba.

Jangan izinkan dia bermain atau berlarian sambil makan, Ma. Kalau anak mau membawa piring ke sofa sembari menonton TV, Mama bisa bilang, "Ayo kita makan di meja. Nanti kalau sudah selesai, baru nonton lagi."

Hindari screen time saat sedang makan ya, Ma. Baik dari TV maupun dari layar gadget.

2. Meletakkan piring kotor ke wastafel

memberi makan sehat pada anak
Freepik/tirachardz

Setelah makan, Mama juga bisa mengajarkan pada anak untuk membawa piring atau gelas bekas pakainya ke wastafel setelah selesai makan.

Contohnya, jika anak sudah cukup kuat membawa piring dari meja makan ke wastafel, Mama bisa bilang padanya, "Wih hebat banget nih anak mama bisa bawa piring sendiri. Sekarang antar ke wastafel ya."

Ajak dia melakukannya setiap hari sampai jadi kebiasaan yang akan diingatnya sampai besar.

3. Membereskan kekacauannya sendiri

anak melakukan pekerjaan rumah tangga
Freepik/krakenimagescom

Aturan tegas lain yang harus dijadikan kebiasaan adalah mengajarkan anak untuk membereskan kekacauannya sendiri. Misalnya, saat anak tidak sengaja menumpahkan minum atau menjatuhkan makanan, jangan langsung Mama bersihkan.

Mama bisa mengatakan padanya, "Nah kan tumpah, yuk sini Mama yang ambil lap, kamu yang bantu lap juga, ya." Biarkan dia berusaha membersihkan walau hasilnya belum sempurna.

Libatkan anak untuk membantu, nanti perlahan anak akan terbiasa membereskan sendiri, Ma.

4. Biasakan mengucap tolong dan terima kasih

mama dengan anak laki-lakinya
Freepik

Basic manner yang perlu diajarkan sedari dini adalah dengan membiasakan anak mengucapkan kata "tolong" saat meminta sesuatu dan "terima kasih" setelah menerima sesuatu.

Contohnya kalau anak berkata, "Mama, ambilkan minum," Mama bisa mengingatkan, "Kamu lupa kata ajaibnya. Coba bilang 'tolong' dulu." Beri pujian saat dia mengucapkannya dengan benar.

5. Bereskan dulu sebelum pindah aktivitas

anak bermain
Freepik/yanalya

Mama juga bisa membuat aturan bahwa mainan atau barang yang sedang dipakai, harus dibereskan dulu sebelum anak memulai kegiatan baru.

Contohnya sanak ingin menggambar, padahal balok mainannya masih berserakan, Mama bisa bilang, "Baloknya dimasukkan ke kotak dulu ya. Baru nanti kita ambil kertas gambar."

6. Tidak memotong pembicaraan orang lain

makan keluarga
Freepik

Selain kata tolong dan terima kasih, Mama juga perlu mengajarkan anak untuk mengucapkan "permisi" dan menunggu giliran saat ingin bicara ketika ada orang dewasa yang sedang berbicara.

Contohnya jika anak tiba-tiba memotong pembicaraan Mama dengan tamu, pegang tangannya lembut lalu katakan, "Sebentar ya, Mama lagi bicara. Kamu bilang 'permisi' dulu, nanti Mama selesai baru dengerin kamu."

7. Membantu saat ada yang butuh bantuan

anak belajar bersama orangtua
Magnific/freepik

Mama bisa melbatkan anak dalam pekerjaan rumah tangga kecil sesuai kemampuannya. Tekankan bahwa keluarga adalah tim yang harus saling bantu.

Misalnya ketika Mama membawa belanjaan, beri anak satu kantong ringan sambil bilang, "Mama butuh bantuan kamu, nih. Tolong bawakan kantong ini ke dapur, ya." Atau minta tolong menyusun sendok di meja makan.

8. Merawat barang milik sendiri

anak bermain tutup botol
Magnific/prostooleh

Nah, agar anak terbiasa bertanggung jawab dengan barangnya, Mama bisa mengajarkan bahwa setiap barang yang dia punya harus dirawat karena itu adalah suatu keberuntungan.

Jika anak melempar mainan, Mama bisa bilang, "Itu mainan kesayangan kamu, lho. Kalau dilempar nanti rusak. Simpan lagi di tempatnya pelan-pelan."

Agar lebih tegas, Mama juga bisa tidak langsung membelikan mainan baru jika barang rusak karena tidak dirawat. Yuk, ajarkan kebiasaan merawat barang sejak dini.

9. Biasakan tetap berbicara sopan

anak belajar bersama orangtua
Magnific/prostooleh

Orangtua wajib memvalidasi perasaan anak yang marah atau kecewa, tapi tetapkan batasan bahwa berkata kasar dan berteriak itu tidak diperbolehkan, ya.

Misalnya saat anak mama berteriak karena mainannya diambil adik, katakan, "Adek boleh kesal, tapi jangan teriak-teriak, ya. Coba bilang pelan-pelan."

10. Biasakan mencoba dulu sebelum bilang tidak bisa

anak bermain sponge
Magnific/freepik

Nah, yang satu ini juga tidak kalah penting, Ma. Biasakan anak untuk berusaha sendiri terlebih dahulu sebelum minta bantuan orangtua.

Saat anak bilang "Aku tidak bisa memakai sepatu," Mama jawab, "Coba dulu ya. Tarik lidah sepatunya, lalu masukkan kaki. Nanti kalau sudah berusaha dan masih susah, Mama bantu."

Dengan menerapkan sepuluh aturan ini dengan konsistensi dan kesabaran, bukan tidak mungkin lama kelamaan anak akan terbiasa dan melakukan semuanya tanpa perlu diingatkan terus.

Yang tak kalah penting, orangtua perlu jadi contoh bagi anak untuk membiasakan hal-hal tersebut, karena anak belajar paling banyak dari melihat contoh langsung yang orangtua lakukan.

Semoga informasinya bermanfaat dan bisa diterapkan pada si Kecil di rumah ya, Ma.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More