Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Bukan Berlebihan, Ini Perilaku Normal Anak Berdasarkan Usianya

Anak perempuan menempel atau menyender pada Mama
Freepik
Intinya sih...
  • Banyak perilaku anak menandakan perkembangan yang normal sesuai tahap usia.
  • Memahami alasan di balik perilaku anak membantu orang tua merespons dengan lebih tenang.
  • Peran orang tua menemani dengan batas yang sehat dan kehadiran yang konsisten.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebelum Mama berpikir si Kecil terlalu berlebihan, terlalu manja, terlalu melawan, atau terlalu sulit diatur, ada satu hal penting yang perlu diingat, banyak perilaku anak sebenarnya adalah perilaku normal sesuai usianya.

Memahami perilaku anak berdasarkan usia bisa membantu kita lebih tenang, lebih empatik, dan tidak buru-buru memberi label negatif. Jadi, bukan berlebihan, ini perilaku normal anak berdasarkan usianya yang Popmama.com bagikan selengkapnya!

1. Usia 0-2 tahun

Mama memegang dan main bersama anak perempuannya
Freepik

Biasanya terjadi:

  • Nangis kalau ditinggal.
  • Gigit, pukul, lempar barang.
  • Maunya nempel terus.
  • Tantrum karena hal sepele.

Hal-hal tersebut wajar terjadi karena mereka sedang belum memiliki kemampuan mengatur emosi. Maka, hal yang bisa dilakukan adalah menangis dan berteriak.

Orangtua bisa membantu dengan tetap tenang, dekat, dan konsisten. Bantu ia melabeli emosinya serta bantu penuhi kebutuhannya.

2. Usia 3-5 tahun

Anak laki-laki bermain mobil-mobilan sendiri
Freepik

Biasanya terjadi:

  • Semua dijawab "nggak".
  • Drama kalau rutinitas berubah.
  • Mulai bossy.
  • Reaksi besar buat hal kecil.

Pada fase ini, mereka sedang belajar tentang kontrol diri dan identitas diri, sementara imajinasi mereka berkembang lebih cepat dibanding kemampuan mengatur emosi.

Orangtua bisa memvalidasi perasaan mereka sebelum memberi arahan, memberi pilihan terbatas agar mereka merasa punya kendali, dan menjaga rutinitas agar anak merasa aman.

3. Usia 6-9 Tahun

Mama dan anak perempuan saling tos
Freepik

Biasanya terjadi:

  • Mulai suka membantah
  • Emosi yang naik-turun
  • Suka pamer dan cari perhatian
  • Sensitif soal keadilan

Di umur ini, mereka sedang belajar aturan sosial, pertemanan, dan konsep adil atau tidak adil. otak mereka butuh rasa diterima, meski belum sepenuhnya bisa memahami situasi dengan matang.

Maka, beri contoh sikap yang baik, menggunakan humor, tetap empatik, mengakui perasaan mereka, dan membantu mereka belajar menyelesaikan masalah secara perlahan.

4. Usia 10-12 Tahun

Anak laki-laki terlihat bingung dan cemas
Freepik

Biasanya terjadi:

  • Memutar mata, menentang, bertanya balik
  • Butuh privasi
  • Cepat malu
  • Mood naik turun

Perilaku ini wajar karena perubahan hormon mulai terjadi, peran teman semakin penting, dan mereka sedang mencari jati diri. ini bukan tanda menolak orang tua, melainkan proses menuju kemandirian.

Hormati privasi mereka sambil tetap hadir, mengajak ngobrol dengan santai, dan menghindari reaksi yang terlalu meledak-ledak.

5. Usia 13–16 tahun

Anak perempuan tersebut menyilangkan tangan dengan ekspresi marah
Freepik/8photo

Biasanya terjadi:

  • Remaja mulai mengetes batasan diri
  • Ingin serba sendiri dan menyimpan banyak rahasia
  • Lebih memprioritaskan teman, dan sering mempertanyakan atau menentang aturan.

Bagi remaja, ini wajar karena otak mereka sedang mengalami banyak perubahan. mereka butuh tantangan, rasa bebas, dan sedang belajar mengambil keputusan sendiri.

Maka yang bisa Mama dan Papalakukan adalah memberi batas yang jelas namun tetap hangat, memperbanyak mendengarkan dibanding ceramah, dan menjaga komunikasi tetap terbuka.

6. Usia 17-20 tahun

Terlihat pertemanan anak remaja yang sedang mengobrol
Freepik

Biasanya terjadi:

  • Anak ingin mandiri
  • Terkadang impulsif
  • Sulit menerima nasihat, dan
  • Masih belajar bertanggung jawab.

Hini wajar karena mereka berada di fase setengah anak, setengah dewasa. bagian otak yang mengatur pengambilan keputusan belum sepenuhnya matang.

Maka yang bisa dilakukan adalah menjadi teman diskusi, bukan pengendali, mendukung proses mereka, dan memberi nasihat saat diminta.

7. Usia 20–25 tahun

mama menenangkan anak perempuan
Freepik/rawpixel.com

Biasanya terjadi:

  • Anak mulai membuat batas dengan keluarga
  • Mengambil pilihan hidup sendiri
  • Terkadang butuh jarak, dan dinamika hubungan keluarga mulai berubah.

Mereka sedang membangun identitas dan kehidupan sendiri. bukan berarti menjauh dari cinta, melainkan memperluasnya. Hormati pilihan mereka, tetap terbuka, tidak posesif, dan menjadi rumah yang selalu bisa mereka datangi.

Pada akhirnya, memahami tahap perkembangan anak bukan untuk membenarkan semua perilaku, tapi untuk membantu kita merespons dengan lebih bijak. Jadi, bukan berlebihan, ini perilaku normal anak berdasarkan usianya

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More

10 Topik Ngobrol Seru Bareng Anak Perempuan yang Bisa Dicoba Orangtua

19 Jan 2026, 12:05 WIBKid
toddler yang aktif

7 Tanda Balita Kurang Tidur

07 Jan 2026, 14:23 WIBKid