Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Anak Cuma Cari Mama? Ini Tips untuk Papa agar Makin Disayang Anak

Anak Cuma Cari Mama? Ini Tips untuk Papa agar Makin Disayang Anak
Pexels/Polesie Toys
Intinya Sih
  • Fenomena si Kecil yang sangat Mama-sentris ini sering kali bikin Papa merasa tidak percaya diri atau bahkan merasa kehadirannya di rumah tidak dianggap.

  • Pentingnya memiliki waktu berkualitas tanpa gadget, keterlibatan dalam tugas harian si Kecil, serta keberanian Papa menghadapi momen rewel untuk menumbuhkan rasa aman pada si Kecil.

  • Papa dianjurkan menunjukkan kasih sayang lewat sentuhan fisik, bermain aktif bersama si Kecil, dan mendengarkan cerita mereka dengan antusias agar hubungan semakin hangat dan penuh kepercayaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pa, rasanya agak sedih jika Papa sudah semangat ajak si Kecil main atau bantu ganti baju ternyata si Kecil malah teriak tidak mau sama Papa dan langsung lari cari Mama.

Fenomena si Kecil yang sangat Mama-sentris ini sering kali bikin Papa merasa tidak percaya diri atau bahkan merasa kehadirannya di rumah tidak dianggap. 

Tapi tenang dulu, Pa, kondisi ini bukan berarti si Kecil tidak sayang melainkan karena "jam terbang" kedekatan emosional antara Papa dan si Kecil masih perlu ditambah lewat rutinitas harian. 

Berikut Popmama.com rangkum 7 panduan buat Papa agar Si Kecil nggak lagi "Mama-sentris"!

Table of Content

1. Luangkan waktu minimal 15 menit tanpa gadget

1. Luangkan waktu minimal 15 menit tanpa gadget

Anak dan Papa duduk bersama
Pexels/Anna Shvets

Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah Papa ada secara fisik di dekat si Kecil tapi pikiran dan mata kita tertuju ke layar ponsel. 

Anak-anak sangat peka terhadap perhatian orangtuanya sehingga mereka tahu kapan Papa benar-benar hadir secara utuh untuk mereka. 

Cobalah untuk menaruh ponsel jauh-jauh dan fokuslah bermain atau sekadar mengobrol dengan si Kecil selama 15 menit saja setiap harinya secara konsisten. 

Kehadiran yang berkualitas ini akan membuat si Kecil merasa dihargai dan mulai membangun kepercayaan bahwa Papa adalah teman bicara yang asyik bagi mereka setiap saat.

2. Pelajari cara tangani anak yang rewel

Anak sedang menangis sambil digendong Papa
Pexels/Misho Cha

Sering kali saat si Kecil menangis Papa langsung menyerah dan memberikan si Kecil kembali ke pelukan Mama karena merasa tidak tega atau bingung cara menenangkannya. 

Padahal momen rewel adalah kesempatan bagi Papa untuk membuktikan bahwa Papa bisa menjadi tempat bersandar yang aman bagi si Kecil saat mereka merasa tidak nyaman. 

Cobalah untuk belajar teknik menenangkan si Kecil versi Papa sendiri entah itu dengan diajak bernyanyi atau digendong dengan cara yang berbeda. 

Saat si Kecil menyadari bahwa Papa juga bisa memberikan rasa nyaman saat mereka sedih maka secara otomatis mereka tidak hanya akan selalu mencari Mama di setiap kesulitan.

3. Ambil alih tugas rutin yang biasanya dilakukan Mama

Papa memasak
Pexels/cottonbro studio

Si Kecil biasanya hanya menempel pada Mama karena Mama adalah orang yang paling sering memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makan mandi atau mengganti baju. 

Untuk itu, Papa harus mulai berani mengambil alih tugas rutin tersebut misalnya menjadi orang yang selalu memandikan si Kecil di pagi hari atau membacakan buku sebelum tidur. 

Rutinitas ini akan menciptakan keterikatan yang kuat karena si Kecil akan terbiasa bersama oleh Papa dalam hal-hal yang paling pribadi bagi mereka. 

Lama-kelamaan si Kecil akan merasa bahwa Papa adalah sosok yang sangat kompeten dan tidak ragu lagi untuk meminta bantuan langsung kepada Papa.

4. Ajak anak bermain berdua saja ke luar rumah

Papa bermain bersama anak
Pexels/Kampus Production

Cobalah untuk memiliki agenda rutin pergi berdua saja dengan si Kecil tanpa perlu mengajak Mama sebagai pengawas atau penengah. 

Pergi ke taman kota atau sekadar jajan es krim di minimarket akan memberikan pengalaman baru yang seru bagi si Kecil sekaligus melatih kemandirian Papa dalam menjaga si Kecil.

Tanpa adanya sosok Mama si Kecil akan berkomunikasi dan bergantung sepenuhnya kepada Papa untuk segala kebutuhannya selama perjalanan singkat tersebut. 

Pengalaman petualangan berdua ini akan membangun ikatan batin yang sangat kuat dan si Kecil akan merasa bahwa Papa adalah partner yang sangat menyenangkan untuk diajak pergi ke mana pun.

5. Ikut permainan fisik yang seru dan aktif

Papa bermain bersama anak
Pexels/Kampus Production

Salah satu keunggulan utama Papa adalah biasanya memiliki tenaga yang lebih besar untuk mengajak si Kecil bermain fisik yang seru seperti lari-larian atau angkat-angkatan. 

Permainan fisik yang terkontrol ini ternyata sangat bagus untuk melatih motorik dan kontrol emosi si Kecil sekaligus membedakan gaya main Papa dengan Mama yang biasanya cenderung lebih lembut. 

Anak-anak sangat menyukai tantangan fisik dan momen ini akan membuat mereka selalu menantikan kedatangan Papa setiap hari di rumah.

Dengan menjadi teman main yang aktif si Kecil akan merasa bahwa dunia mereka jadi jauh lebih berwarna saat ada Papa yang menemani mereka bereksplorasi.

6. Tunjukkan afeksi dan kasih sayang lewat sentuhan fisik

Anak memeluk Papa
Pexels/Maria Fahmer

Jangan ragu untuk sering memberikan pelukan ciuman di kening atau sekadar elusan di kepala kepada si Kecil sesering mungkin di sela aktivitas harian. 

Sentuhan fisik dari seorang Papa memberikan rasa aman dan perlindungan yang berbeda bagi perkembangan emosional si Kecil di masa depan nanti. 

Meskipun Papa adalah sosok yang mungkin terlihat tegas namun kelembutan lewat sentuhan akan membuat si Kecil merasa dicintai secara tulus tanpa syarat apa pun. 

Anak yang sering dipeluk oleh Papanya akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan memiliki kesehatan mental yang lebih stabil karena merasa memiliki sosok pelindung yang penuh kasih sayang.

7. Dengarkan cerita anak dengan antusias

Papa mendengar anak cerita
Pexels/cottonbro studio

Saat si Kecil bercerita tentang hal-hal sepele yang mereka alami seharian cobalah untuk mendengarkan dengan penuh antusias dan memberikan respon yang positif. 

Jangan hanya menjawab dengan gumaman singkat karena lelah pulang bekerja tetapi berikan pertanyaan balik yang menunjukkan bahwa Papa benar-benar tertarik dengan dunianya. 

Hal ini akan membuat si Kecil merasa bahwa pendapat dan ceritanya sangat dihargai oleh Papa sehingga mereka akan lebih terbuka untuk berbagi cerita di masa depan. 

Menjadi pendengar yang baik adalah kunci utama untuk menjaga komunikasi yang sehat agar si Kecil merasa Papa bukan hanya sekadar orangtua tetapi juga sahabat terbaik.

Semangat ya, Pa, memang butuh kesabaran ekstra untuk bisa memberikan kenyamanan yang sama seperti yang diberikan Mama setiap harinya. 

Tapi percayalah waktu dan tenaga Papa sekarang akan terbayar lunas saat si Kecil nanti lari ke pelukan Papa sambil teriak memanggil Papa dengan wajah yang sangat bahagia.

Dari tujuh cara tadi, kira-kira mana yang menurut Papa paling menantang untuk dilakukan pertama kali di rumah nanti?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More