Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Seorang Balita Meninggal karena Weight Faltering, Ketahui Gejala dan Dampaknya

Seorang Balita Meninggal karena Weight Faltering, Ketahui Gejala dan Dampaknya
Tiktok.com/@rayayudistira
Intinya Sih
  • Kisah seorang Mama yang kehilangan balitanya akibat weight faltering menjadi pengingat penting bagi orangtua untuk lebih waspada terhadap tanda gagal tumbuh pada anak sejak dini.

  • Weight faltering ditandai berat badan anak sulit naik atau menurun, grafik pertumbuhan mendatar, serta daya tahan tubuh melemah hingga meningkatkan risiko infeksi berbahaya.

  • Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan stunting, gangguan kognitif dan emosional; pencegahan dilakukan dengan pemantauan rutin dan pemenuhan nutrisi seimbang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Seorang Mama berbagi kisah pilu kehilangan putri balitanya yang didiagnosis falteri ight (weight faltering) dan hampir divonis wasting.

Dalam unggahan TikTok miliknya @rayayudistira, ia menunjukkan foto terakhir sang buah hati yang tengah makan sambil bermain ponsel.

Kisah ini menjadi pengingat bagi para orangtua untuk lebih waspada terhadap kondisi gagal tumbuh pada anak. Weight faltering sering kali tidak menunjukkan gejala drastis, sehingga banyak yang baru menyadari saat kondisi sudah parah.

Dari cerita pilu ini, ada beberapa hal penting yang perlu Mama ketahui tentang weight faltering beserta dampak seriusnya. Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.

1. Apa itu weight faltering?

weight faltering
Freepik

Mengutip dari National Library of Medicine, Weight faltering adalah kondisi ketika kenaikan berat badan anak tidak sesuai dengan standar kurva pertumbuhan anak seusianya.

Berbeda dengan anak kurus biasa, pada kondisi ini berat badan anak bisa saja stagnan atau bahkan turun meski secara kasatmata anak terlihat makan dengan baik.

Dalam kasus yang dialami Mama @rayayudistira, kondisi ini hampir membuat sang putri divonis wasting, yang merupakan kondisi gizi buruk di mana berat badan sangat rendah untuk tinggi badannya, yang biasanya ditandai dengan tubuh yang sangat kurus.

Menurut sejumlah pakar kesehatan anak, jika kondisi gagal tumbuh pada anak ini terus dibiarkan, anak dapat jatuh ke dalam kondisi underweight dan berlanjut menjadi wasting, seperti yang diceritakan Mama Raya pada followers-nya.

2. Gejala weight faltering

weight faltering
Freepik/jcomp

Seperti yang ditulis sang Mama, dampak weight faltering sering kali tidak langsung kelihatan karena prosesnya perlahan, tapi bisa mematikan, Ma.

Gejala utamanya adalah berat badan anak yang susah naik atau malah turun, serta grafik pertumbuhan di Kartu Menuju Sehat (KMS) yang mendatar atau memotong garis merah.

Selain itu, daya tahan tubuh anak pun bisa ikut melemah sehingga ia jadi gampang sakit, seperti batuk pilek, atau bolak-balik ke fasilitas kesehatan karena kondisi tertentu.

Dalam jangka pendek, kondisi ini sudah bisa mengganggu respon imun dan meningkatkan risiko infeksi berbahaya pada balita, Ma. Itulah mengapa perlu segera mendapat penanganan yang tepat.

3. Dampaknya jika tidak segera ditangani

weight faltering
Freepik

Jika weight faltering tidak segera diatasi, dampaknya bisa sangat serius dan permanen, Ma.

Ketika seorang anak mengalami malnutrisi yang berkepanjangan, hal ini tentu akan memengaruhi laju pertumbuhan berat badan, lalu diikuti panjang badan (stunting), dan pada kondisi parah akan memengaruhi lingkar kepala.

Lebih mengkhawatirkan lagi, gangguan ini dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan psikomotor anak, yang berujung pada gangguan kemampuan belajar, masalah perilaku, hingga gangguan emosional dan intelektual di kemudian hari.

Jadi, jika si Kecil menunjukkan tanda adanya kekurangan gizi yang tak sesuai usianya, langsung bawa dan periksakan kondisinya ke dokter spesialis anak ya, Ma.

4. Pencegahan dan penanganan weight faltering

weight faltering
Freepik/diana-grytsku

Melihat masih banyaknya kasus malnutrisi pada anak tentu menjadi alarm bagi kita sebagai orangtua, Ma. Untuk itu, pencegahan terbaiknya adalah dengan rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat.

Mama disarankan untuk memastikan asupan nutrisi si Kecil terpenuhi dengan baik, dimulai dari ASI eksklusif hingga pemberian MPASI yang tepat waktu dan berkualitas dengan gizi seimbang.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda berat badan sulit naik, segera konsultasikan dengan dokter spesialisasi anak atau ahli gizi untuk mendapatkan penanganan dini, karena intervensi yang cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius seperti wasting dan stunting.

Kisah duka yang dibagikan Mama Raya ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jangan pernah anggap remeh berat badan anak yang sulit naik, karena di balik itu bisa jadi ada masalah kesehatan serius yang mengintai.

Semangat selalu dalam memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang sang buah hati.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More