“Ketika anak dirawat di rumah sakit, fokus utama memang pada pemulihan fisik. Namun, kita tidak boleh melupakan bahwa perkembangan otak anak tetap berlangsung setiap hari. Tanpa stimulasi yang tepat, ada potensi kehilangan momen penting dalam tumbuh kembang mereka. Melalui Pojok Pintar, kami ingin memastikan bahwa proses bertumbuh berjalan seiring dengan proses penyembuhan,” ujar CEO & Founder Tentang Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, melansir dari Siaran Pers yang diterima Popmama.com.
Setiap Anak Berhak Belajar, Pojok Pintar Hadir di RSAB Harapan Kita

- Banyak anak kehilangan stimulasi tumbuh kembang saat dirawat di rumah sakit, yang dapat memengaruhi kemampuan kognitif, emosional, dan sosial mereka dalam jangka panjang.
- Tentang Anak menghadirkan Pojok Pintar di RSAB Harapan Kita sebagai ruang belajar dan bermain berbasis riset untuk mendukung perkembangan anak selama masa perawatan.
- Diresmikan pada 20 Mei 2026, kegiatan seperti read aloud dan edukasi bagi orang tua menjadi bagian dari upaya menjaga stimulasi bahasa serta memperkuat bonding anak dan keluarga.
Masa rawat inap di rumah sakit bisa menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak. Selain harus menjalani pengobatan dan beradaptasi dengan lingkungan baru, anak juga berisiko kehilangan momen penting untuk belajar dan mendapatkan stimulasi tumbuh kembang.
Padahal, stimulasi yang tepat tetap dibutuhkan agar perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak terus berjalan optimal.
Melihat kondisi tersebut, Tentang Anak menghadirkan Pojok Pintar di RSAB Harapan Kita sebagai ruang belajar dan bermain yang dirancang khusus untuk mendukung tumbuh kembang anak selama masa perawatan.
Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi ruang aman dan menyenangkan bagi anak maupun orang tua di tengah proses pemulihan. Bagi yang penasaran, simak informasi selengkapnya telah Popmama.com rangkum.
Table of Content
1. Banyak anak mengalami tantangan tumbuh kembang saat dirawat di rumah sakit

Masalah tumbuh kembang anak masih menjadi perhatian penting di Indonesia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2018, sekitar 1 dari 4 balita menghadapi tantangan perkembangan, dengan prevalensi gangguan tumbuh kembang mencapai 28,7 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Situasi ini dapat semakin kompleks ketika anak harus menjalani hospitalisasi. Masa rawat inap yang berlangsung sekitar 7 hingga 14 hari berpotensi membuat anak kehilangan stimulasi yang biasanya mereka dapatkan di rumah atau sekolah.
Jika berlangsung terus-menerus, kurangnya stimulasi di periode penting perkembangan dapat memengaruhi kemampuan kognitif, emosi, hingga interaksi sosial anak dalam jangka panjang.
2. Pojok Pintar hadir sebagai ruang stimulasi yang menyenangkan

Melihat pentingnya stimulasi selama masa perawatan, Tentang Anak meresmikan Pojok Pintar di RSAB Harapan Kita sebagai ruang yang mendukung anak untuk tetap belajar dan bermain.
Ruang ini dirancang dengan pendekatan ilmiah agar anak tetap mendapatkan pengalaman yang menyenangkan meski sedang dirawat di rumah sakit.
Pojok Pintar dilengkapi berbagai fasilitas seperti buku cerita anak, mainan edukatif, hingga konten visual berbasis riset tumbuh kembang.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu anak merasa lebih nyaman, aman, sekaligus tetap aktif mengeksplorasi kemampuan mereka selama proses pemulihan berlangsung.
3. Diresmikan pada 20 Mei 2026

Dalam peresmian Pojok Pintar pada 20 Mei 2026, Tentang Anak juga mengadakan kegiatan read aloud dan bernyanyi bersama anak-anak.
Aktivitas ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari stimulasi yang penting untuk perkembangan kemampuan bahasa dan kognitif anak.
Selain itu, orangtua dan tenaga medis turut mendapatkan edukasi mengenai manfaat read aloud. Kebiasaan membacakan cerita secara rutin dinilai mampu membantu meningkatkan kemampuan berpikir anak, memperkaya kosakata, hingga memperkuat bonding antara anak dan orang tua.
Menariknya, read aloud yang dilakukan selama sekitar 15 menit setiap hari disebut dapat membantu meningkatkan IQ anak hingga 5,58 poin.
Karena itu, aktivitas sederhana ini dinilai bisa menjadi salah satu stimulasi yang mudah diterapkan, bahkan ketika anak sedang berada dalam masa perawatan.
4. Diharapkan jadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lainnya

Kehadiran Pojok Pintar di RSAB Harapan Kita diharapkan dapat menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak ruang stimulasi tumbuh kembang di berbagai fasilitas kesehatan anak di Indonesia.
Sebab, proses penyembuhan anak sebaiknya tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga mendukung kebutuhan emosional dan perkembangan mereka.
Ruang yang ramah anak dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman selama masa pengobatan. Anak pun tetap memiliki kesempatan untuk bermain, belajar, dan merasa tenang di tengah situasi yang mungkin terasa menegangkan bagi mereka.
Demikian informasi mengenai Pojok Pintar Tentang Anak yang hadir di RSAB Harapan Kita. Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan semakin banyak pihak yang menyadari bahwa tumbuh kembang anak tetap perlu menjadi perhatian, sekalipun anak sedang menjalani proses pemulihan di rumah sakit.


















