Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Bau Badan Makin Menyengat

Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Bau Badan Makin Menyengat
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Handuk lembap yang jarang dicuci, pakaian berkeringat yang ditumpuk, serta pakaian dalam kurang bersih dapat menjadi tempat bakteri berkembang dan memicu bau badan.
  • Baju sintetis menahan panas dan keringat, sedangkan kurang minum membuat keringat lebih pekat; pilih katun, segera ganti baju basah, dan cukupkan air putih.
  • Makanan beraroma tajam dapat memengaruhi aroma keringat; selain itu, deodoran perlu dipakai pada ketiak yang sudah bersih dan kering, bukan kulit berkeringat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perawatan tubuh sering kali berfokus pada penggunaan parfum atau deodoran mahal, padahal menjaga kesegaran membutuhkan kebiasaan harian yang konsisten. Rutin merawat kebersihan diri terbukti sangat membantu melindungi kesehatan kulit serta mencegah berbagai masalah bau tidak sedap yang mengganggu.

Bagi yang ingin mengoptimalkan kenyamanan tubuh sepanjang hari secara alami, sangat penting untuk menerapkan langkah perawatan yang tepat dan menyeluruh. Langkah ini tidak hanya menjaga kebersihan badan secara keseluruhan, tetapi juga membuat rasa percaya diri meningkat setiap saat.

Berikut Popmama.com bagikan kebiasaan sepele yang bisa bikin bau badan makin menyengat.

  1. 1. Malas mengganti handuk mandi

    Malas mengganti handuk mandi
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Handuk mandi yang lembap dan jarang dicuci menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dengan sangat cepat. Bakteri dari handuk kotor tersebut akan berpindah kembali ke kulit tubuh yang baru saja selesai dibersihkan.

    Lakukan pencucian handuk secara rutin menggunakan air hangat dan detergen lembut demi menjaga higienitasnya. Pastikan handuk benar-benar kering sebelum digunakan kembali untuk mencegah munculnya bau apek yang mengganggu.

    Kebiasaan baik ini sangat penting dan wajib dilakukan secara konsisten setiap minggu. Kulit yang bersih tentu akan terhindar dari risiko penumpukan kuman penyebab bau badan.

  2. 2. Mengabaikan kebersihan pakaian dalam

    Mengabaikan kebersihan pakaian dalam
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Pakaian dalam yang tidak menyerap keringat atau jarang diganti dapat memicu kelembapan berlebih di area lipatan tubuh. Kondisi tertutup ini menciptakan lingkungan yang sangat disukai oleh bakteri penghasil bau tidak sedap.

    Sesuaikan bahan pakaian dalam dengan aktivitas harian agar sirkulasi udara di area sensitif tetap terjaga dengan baik. Ganti pakaian dalam secara teratur minimal dua kali sehari atau setiap kali merasa berkeringat.

    Konsistensi dalam merawat kebersihan pakaian ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesegaran tubuh. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dipakai agar terhindar dari bau lembap.

  3. 3. Terlalu sering memakai baju berbahan sintetis

    Terlalu sering memakai baju berbahan sintetis
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Baju berbahan kain sintetis seperti Polyester cenderung menahan panas tubuh dan membuat keringat sulit menguap keluar. Akibatnya, keringat yang terjebak di permukaan kulit akan bercampur dengan bakteri dan memicu aroma kurang sedap.

    Pilihlah pakaian berbahan katun alami yang memiliki daya serap tinggi agar kulit bisa bernapas dengan leluasa. Ganti pakaian dengan segera apabila sudah terasa basah oleh keringat setelah beraktivitas padat.

    Perhatian kecil pada pemilihan bahan pakaian ini sangat membantu menjaga tubuh tetap harum sepanjang hari. Jadikan kenyamanan berpakaian sebagai prioritas utama dalam merawat diri.

  4. 4. Kurang minum air putih harian

    Kurang minum air putih harian
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Kurangnya asupan cairan tubuh membuat proses detoksifikasi alami melalui keringat menjadi kurang optimal dan lebih pekat. Keringat yang terlalu pekat ini cenderung lebih mudah menghasilkan bau menyengat saat bereaksi dengan bakteri kulit.

    Pastikan berkonsentrasi pada pemenuhan kebutuhan minum air putih secara rutin alih-alih mengabaikannya seharian. Hidrasi tubuh yang terjaga dengan baik akan membantu menetralkan aroma alami keringat.

    Perawatan dari dalam ini juga membantu menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh agar tetap segar. Jadikan kebiasaan minum air putih sebagai rutinitas menyenangkan setiap hari.

  5. 5. Suka mengonsumsi makanan pemicu bau

    Suka mengonsumsi makanan pemicu bau
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Makanan beraroma tajam seperti bawang putih, bawang bombay, atau rempah pekat dapat memengaruhi aroma keringat tubuh. Senyawa sulfur dari makanan tersebut akan dilepaskan melalui pori-pori kulit saat proses metabolisme berlangsung.

    Batasi porsi konsumsi makanan pemicu bau tajam tersebut apabila kamu memiliki aktivitas sosial yang padat. Perbanyak asupan buah segar dan sayuran hijau untuk membantu menyeimbangkan aroma tubuh secara alami.

    Langkah ini merupakan pilihan tepat bagi yang ingin menjaga kesegaran tubuh dari dalam. Tetaplah bersemangat menjalani pola makan sehat ini demi kenyamanan maksimal.

  6. 6. Jarang mencuci baju langsung setelah dipakai

    Jarang mencuci baju langsung setelah dipakai
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Pakaian yang sudah terkena keringat lalu dibiarkan menumpuk begitu saja di keranjang akan menjadi sarang bakteri. Bakteri pada pakaian kotor tersebut bahkan bisa memicu bau apek yang sulit hilang meski sudah dicuci.

    Segera cuci pakaian yang basah oleh keringat atau gantung di tempat terbuka jika belum sempat mencucinya. Hindari kebiasaan memakai ulang baju kotor yang sudah pernah dipakai tanpa dicuci terlebih dahulu.

    Manfaatkan detergen beraroma segar serta pewangi pakaian saat mencuci untuk hasil yang maksimal. Perawatan lembut ini menjaga kebersihan pakaian dari ancaman bakteri penyebab bau.

  7. 7. Menggunakan deodoran di kulit kotor

    Menggunakan deodoran di kulit kotor
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Mengoleskan deodoran secara langsung di atas kulit ketiak yang masih berkeringat atau kotor justru memperburuk keadaan. Campuran produk dan kotoran lama ini akan menyumbat pori-pori serta memicu aroma tubuh yang semakin menyengat.

    Bersihkan area ketiak terlebih dahulu menggunakan sabun antibakteri dan pastikan kering sebelum mengaplikasikan perlindungan. Pilih produk deodoran yang sesuai dengan kebutuhan kulit agar tidak menimbulkan reaksi iritasi ringan.

    Perhatian kecil pada urutan penggunaan produk ini sangat membantu menjaga tubuh tetap wangi sepanjang hari. Tetaplah konsisten merawat detail kecil demi mendapatkan kesegaran maksimal.

    Tetap semangat menjaga kesehatan tubuh kamu ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More