Alasan Tetap Perlu Sunscreen Meski Hujan atau Cuaca Teduh

Meski hujan dan cuaca mendung, sunscreen tetap wajib digunakan ya, Ma

25 September 2020

Alasan Tetap Perlu Sunscreen Meski Hujan atau Cuaca Teduh
Freepik

Menjaga kesehatan kulit merupakan hal yang penting. Hal yang paling sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kulit adalah dengan menggunkan krim perawatan seperti Sun Protecting Factor (SPF) lotion. SPF lotion atau yang biasa dikenal dengan istilah sunscreen atau tabir surya, wajib digunakan bagi Mama yang tinggal di daerah tropis, seperti Indonesia ini. 

Pentingnya SPF lotion untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV (ultraviolet) yang dapat mengakibatkan kulit terbakar dan ancaman kanker kulit. Paparan sinar UV memang tidak terus menerus ada sepanjang waktu. Di Indonesia sendiri paparan sinar matahari yang mengandung UV mulai terjadi sekitar 09.00 dan berakhir saat matahari terbenam sekitar pukul 18.00.

Nah, namun bagaimana dengan sinar UV saat musim hujan? Ternyata, paparan sinar UV tidak dipengaruhi oleh cuaca, sinar UV tetap dapat membahayakan kulit saat musim hujan sekalipun.

Pentingnya menggunakan sunscreen saat musim hujan dikarenakan masih ada jumlah radiasi dari matahari pada saat mendung atau musim hujan lho. Ada beberapa hal lainnya yang perlu Mama ketahui tentang pentingnya menggunakan sunscreen saat musim hujan.

Berikut Popmama.com akan merangkum beberapa fakta yang perlu Mama ketahui tentang pentingnya tetap menggunakan sunscreen saat musim hujan ya, Ma! 

1. Kulit tidak pernah terlepas dari paparan sinar UV

1. Kulit tidak pernah terlepas dari paparan sinar UV
Freepik

Untuk melindungi kulit Mama dengan baik saat di musim hujan sekalipun, Mama memerlukan sunscreen yang setidaknya memiliki kandungan SPF 15, yang bisa Mama gunakan sebelum beraktivitas ke luar ruangan ya.

Di saat musim hujan sekalipun, sama seperti saat cuaca cerah, Mama perlu memakai sunscreen secara rutin sepanjang hari. Hal ini menjadi penting agar kulit Mama tetap terlindungi selama beraktivitas. Khususnya saat Mama akan menghabiskan banyak waktu di luar ruangan.

Menggunakan sunscreen secara rutin saat musim hujan tidak hanya membantu kulit Mama tetap sehat, tetapi juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan mengurangi potensi kanker pada kulit Mama lho!

Editors' Picks

2. Bentuk sinar UV bukanlah cahaya, tetapi radiasi

2. Bentuk sinar UV bukanlah cahaya, tetapi radiasi
Rawpixel/Ake

Nah, kebanyakan orang seringkali mengaitkan sinar UV dengan kulit yang terbakar sinar matahari, terik dari sinar matahari, dan cuaca panas. Padahal, sinar UV merupakan sesuatu yang tak kasat mata lho!

Bentuknya tidak dapat terlihat ataupun dirasakan. Namun, hal penting yang perlu diingat adalah ketika matahari sedang bersinar, sinar UV selalu hadir.

Bahkan ketika cuaca sedang berawan atau hujan, sinar UV dapat menembus awan begitu juga jendela kaca. Karena secara teknis, bentuk dari sinar UV bukanlah cahaya, tetapi radiasi.

3. Pentingnya sunscreen

3. Penting sunscreen
Freepik/rawpixel.com

Sinar UV, selain dapat menembus awan, juga mampu menembus kaca lho. Oleh karena itu, saat Mama melakukan aktivitas di dalam ruangan yang memiliki jendela sekalipun, sinar UV juga dapat masuk ke dalam ruangan. Maka dari itu pentingnya menggunakan sunscreen ya, Mama.

Selain itu, pencahayaan dalam ruangan seperti lampu juga memancarkan sinar UV meski dalam jumlah yang sedikit. Namun tetap saja ya Ma, sinar UV pada lampu akan berdampak pada kesehatan kulit Mama lho!

Jenis tabir surya dan tingkatan SPF sendiri dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Mama ya. Jika Mama sudah mengaplikasikan pelembap kulit yang bertekstur tebal, lapisi dengan tabir surya yang ringan.

Sementara untuk tingkatan SPF, bagi Mama yang sering terpapar cahaya lampu dan layar komputer serta ponsel, disarankan untuk mengaplikasikan tabir surya ber-SPF 30 ke atas.

4. Dampak sinar UV

4. Dampak sinar UV
Pixabay/Kjerstin Michaela

Mama, jangan anggap remeh dampak dari sinar UV ini yang dapat mengakibatkan berbagai problem kesehatan kulit lho! Mulai dari penuaan, kulit terbakar, masalah pigmentasi kulit seperti flek, dan memicu beberapa penyakit kulit yang sensitif terhadap cahaya UV. Serta tumor jinak dan tumor ganas (kanker) kulit..

Dampak negatif lain sinar UV di antaranya menimbulkan keriput, hilangnya elastisitas kulit, tekstur kulit kasar, dan pelebaran pembuluh darah (telangiektasia)

Sebuah penelitian memaparkan, angka kejadian penuaan kulit akibat sinar UVA meningkat selama beberapa dekade terakhir. Untuk itu, pentingnya mengaplikasikan sunscreen yang memiliki spektrum luas.

Selain UVA, sinar matahari ultra violet B (UVB) juga dapat berdampak buruk pada kulit yang terpapar terlalu lama. Tidak seperti UVA, hanya lima persen UVB yang sampai ke bumi, namun efeknya sangat berbahaya hingga bisa menyebabkan kulit terbakar.

Ternyata efek tidak menggunakan sunscreen banyak ya, Ma! 

5. Pilih sunscreen sesuai dengan aktivitas

5. Pilih sunscreen sesuai aktivitas
Unsplash/Anastasiia Ostapovych

Pilihlah sunscreen yang memiliki kandungan SPF dan PA yang cukup tinggi. Angka SPF ini menggambarkan tingkat perlindungan sinar UVB, sementara PA menggambarkan perlindungan terhadap sinar UVA.

Jangan lupa untuk mengoleskan ulang tabir surya setiap tiga hingga empat jam sehari.

Pemilihan besaran SPF (sun protection factor) juga perlu disesuaikan dengan aktivitas seseorang. Semakin lama beraktivitas dengan paparan cahaya matahari maka pilihlah SPF yang semakin besar pula.

Mulai saat ini tidak ada alasan untuk tidak menggunakan sunscreen ya, Ma walaupun sedang hujan atau cuaca mendung! Karena penting sekali untuk menjaga kulit Mama dari paparan sinar UV.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.