Harus Dihindari, Ini Bahaya dari Air Keras

Bisa sebabkan luka bakar pada tubuh

10 Februari 2020

Harus Dihindari, Ini Bahaya dari Air Keras
Pexels/Sourav Misra

Setelah sebelumnya polisi berhasil menangkap 2 orang terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu kini mengumumkan kabar menyedihkan. Novel mengaku bahwa mata kiri yang tersiram air keras sudah buta secara permanen.

“Saya tidak boleh banyak aktivitas di mata kiri dan akhirnya di roses-proses pemeriksaan sebelumnya oleh penyidik sampai malam waktu itu, akibatnya mata kiri saya sekarang permanen tidak bisa lihat lagi,” jelas Novel Baswedan di Kediamnannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/2/2020).

Selain kebutaan pada mata kirinya, kini ia berupaya menjaga mata kanannya dari cahaya karena sangat sensitif.

“Ketika mata kiri saya sudah permanen tidak bisa lihat lagi, tentu saya harus hati-hati sekali dengan mata kanan saya,” tambah Novel Baswedan.

Berkaca dari berita tersebut, Mama dan Papa dapat belajar mengenai dampak air keras yang cukup berbahaya dan berisiko jika terkena bagian tubuh.

Untuk itu, diperlukan kewaspadaan dan pengawasan agar terhindar dari air keras yang dapat berakibat fatal. Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com berikan beberapa bahaya dari air keras yang perlu Mama ketahui dilansir dari berbagai sumber. 

1. Ketahui bahan pada air keras

1. Ketahui bahan air keras
Pexels/Ray Piedra

Air keras merupakan larutan asam pekat yang mudah terbakar dan berbahaya jika mengenai tubuh manusia. Air keras, terdiri dari beberapa jenis, misalnya asam sulfat atau H2SO4, asam klorida atau HCL, dan asam fosfat H3PO4.

Namun, beberapa air keras ini dapat digunakan untuk keperluan industri, seperti asam sulfat yang dipakai pada aki, asam klorida untuk membersihkan permukaan logam sebelum disoldir, asam nitrat untuk menguji logam mulia dan asam fosfat untuk membuat garam fosfat.

Editors' Picks

2. Bahaya air keras jika terkena tubuh

2. Bahaya air keras jika terkena tubuh
Pexels/George Becker

Meskipun air keras dapat digunakan sebagai alat bantu tugas industri, tetapi air keras sangat berbahaya jika terkena manusia.

Hal ini karena kandungan asam yang tinggi sehingga akan menyebabkan terbakarnya kulit manusia. Mengingat kandungan asam tinggi cenderung memiliki sifat korosif atau mudah terbakar. 

Saat air keras mengenai jaringan, kulit akan bereaksi dengan protein yang menjadi penyusun jaringan. Asam sulfat akan menyebabkan reaksi exotermik (reaksi kimia yang menghasilkan panas) dan kulit akan terasa sangat panas.

Dalam beberapa kasus bahkan kulit akan hancur dan bagian dalam tulang akan terlihat. 

3. Penanganan jika terkena air keras

3. Penanganan jika terkena air keras
Pexels/Pixabay

Dikarenakan bahannya yang sangat berbahaya, penggunaan air keras tidak boleh dilakukan sembarangan dan tanpa pelindung. Maka, ada baiknya mengetahui beberapa tindakan pertama apabila terkena air keras.

Jika seseorang secara tidak sengaja menghirup air keras, iritasi berat bisa terjadi pada hidung dan tenggorokan mereka.

Gejala iritasi setelah menghirup air keras ini meliputi:

  • batuk,
  • napas sesak,
  • dada seperti tertekan.

Jika terjadi gejala tersebut, maka lakukan  pertolongan pertama saat terkena siraman air keras dengan melakukan beberapa hal berikut: 

  • Jika air keras mengenai bagian tubuh, segera membasuh diri di bawah air mengalir untuk mengurangi bahan kimia yang masih ada di permukaan tubuh, sekaligus mengencerkan bahan kimianya.
  • Tutup bagian luka dengan plastik tipis untuk menghindari kontaminasi dan segera temui tim medis untuk perawatan.
  • Apabila air keras sampai terminum dan korban masih sadar, dianjurkan untuk minum air putih.
  • Segera bawa korban menuju tempat dengan sirkulasi udara segar dan bawa ke dokter untuk dapat tindakan medis.

Itulah yang perlu diketahui dari bahan baku air keras dan penangan jika terkena air keras. Kandungan yang sangat berbahaya, hindari dari jangakauan anak-anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!