- Rasa gatal hebat dan menetap
Apa Itu Eksim? Masalah Kulit Kronis yang Perlu Dipahami

- Eksim adalah peradangan kulit jangka panjang yang menyebabkan rasa gatal, kulit kering, dan kemerahan
- Penyebab eksim melibatkan faktor genetik, imun, dan lingkungan
- Eksim dapat mempengaruhi kualitas hidup anak secara keseluruhan
Eksim kerap membuat Mama berada di posisi serba salah. Di satu sisi ingin membantu Si Kecil berhenti menggaruk, di sisi lain khawatir kondisi kulitnya semakin parah.
Eksim bukan hanya soal ruam di kulit, tetapi kondisi kronis yang bisa mempengaruhi kenyamanan, kualitas tidur, hingga suasana hati anak. Eksim atau dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan kulit jangka panjang yang berkaitan dengan gangguan pada sistem pelindung kulit.
Kulit seharusnya mampu menahan kelembaban dan melindungi tubuh dari iritan, bakteri, serta alergi. Namun pada penderita eksim, fungsi ini melemah.
Untuk mengetahui lebih dalam, Popmama.com akan membahas tentang apa itu eksim serta bagaimana pemicunya?. Yuk simak pembahasan berikut ini.
1. Apa itu Eksim?

Menurut American Academy of Dermatology, kerusakan skin barrier membuat kulit kehilangan kelembapan lebih cepat, sehingga menjadi kering dan mudah meradang.
Kondisi ini juga membuat kulit lebih sensitif terhadap zat yang seharusnya tidak menimbulkan reaksi pada kulit normal. Inilah sebabnya eksim seringkali memerlukan perawatan rutin, bukan hanya saat gejala muncul.
Menurut Mayo Clinic, eksim adalah peradangan kulit jangka panjang yang menyebabkan rasa gatal, kulit kering, dan kemerahan, serta sering kali dimulai sejak usia anak-anak.
NHS Inggris juga menjelaskan bahwa eksim bersifat kambuhan, artinya bisa membaik lalu muncul kembali, sehingga membutuhkan perawatan berkelanjutan, bukan penanganan sesaat.
2. Penyebab Eksim melibatkan faktor genetik, imun, dan lingkungan

Eksim tidak muncul tanpa sebab dan jarang dipicu oleh satu faktor saja. Kondisi ini merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor bawaan dan lingkungan.
Menurut National Eczema Association, anak yang memiliki orang tua dengan riwayat eksim, asma, atau alergi memiliki risiko lebih tinggi mengalami eksim. Hal ini menunjukkan peran faktor genetik dalam perkembangan penyakit.
Di sisi lain, World Health Organization (WHO) menekankan bahwa faktor lingkungan seperti polusi, paparan iritan, dan kondisi tempat tinggal juga berkontribusi dalam memicu dan memperparah penyakit kulit kronis, termasuk eksim.
Artinya, meski faktor genetik tidak bisa diubah, Mama tetap bisa membantu mengendalikan eksim dengan mengelola lingkungan dan perawatan harian anak.
3. Gejala Eksim

Gejala eksim pada anak tidak selalu sama dan bisa berubah seiring waktu. Namun, ada beberapa tanda umum yang sering dialami dan perlu Mama perhatikan dengan cermat:
Menurut Mayo Clinic, gatal merupakan gejala utama eksim dan sering memburuk pada malam hari, sehingga anak menjadi lebih sering terbangun dan sulit tidur. Sementara itu, gangguan tidur akibat gatal kronis dapat mempengaruhi suasana hati dan konsentrasi anak keesokan harinya.
- Kulit sangat kering, kasar, dan bersisik
Menurut American Academy of Dermatology, gangguan skin barrier pada eksim membuat kulit kehilangan kelembaban lebih cepat, meski sudah diberi pelembab. Kulit kering yang tidak tertangani dapat memperparah peradangan dan memicu siklus gatal–garuk.
- Ruam kemerahan atau keabu-abuan pada area tertentu
Menurut NHS Inggris, pada anak-anak, eksim sering muncul di pipi, leher, siku, lutut, dan lipatan kulit. Lokasi ruam dapat berubah seiring pertumbuhan anak, sehingga pola eksim bisa berbeda dari waktu ke waktu.
- Kulit menebal dan menggelap akibat sering digaruk
Menurut American Academy of Dermatology, kebiasaan menggaruk berulang dapat menyebabkan penebalan kulit (likenifikasi). National Eczema Association menyebutkan bahwa kondisi ini menandakan eksim yang sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan perhatian ekstra.
- Luka berair, berkerak, atau tanda infeksI
Menurut Mayo Clinic, eksim yang disertai luka terbuka meningkatkan risiko infeksi bakteri. NHS Inggris menegaskan bahwa tanda infeksi seperti cairan bernanah atau nyeri perlu segera diperiksakan ke dokter.
4. Faktor pemicu eksim kambuh

Eksim mudah kambuh ketika anak terpapar pemicu tertentu. Sayangnya, banyak pemicu eksim yang tampak sepele dalam keseharian seperti:
- Produk perawatan kulit dengan parfum atau bahan keras
Menurut National Eczema Association, sabun, sampo, dan lotion beraroma dapat merusak skin barrier pada kulit sensitif. Gunakan penggunaan produk bebas parfum untuk mencegah iritasi berulang.
- Keringat berlebih dan kulit yang terlalu lembap
Menurut Cleveland Clinic, keringat dapat memicu rasa gatal dan memperburuk peradangan pada penderita eksim. Pakaian lembab dan jarang diganti dapat memperparah kondisi kulit.
- Bahan pakaian tertentu
Bahan seperti wol atau kain sintetis dapat mengiritasi kulit sensitif anak. National Eczema Association merekomendasikan bahan katun yang lembut dan menyerap keringat.
- Stres emosional dan perubahan rutinitas
Stres dapat mempengaruhi sistem imun dan memperparah peradangan kulit. Perubahan rutinitas tidur atau aktivitas dapat memicu kekambuhan eksim pada anak.
- Perubahan cuaca dan kondisi lingkungan
Menurut WHO, udara dingin dan kering dapat memperburuk penyakit kulit kronis.Perubahan suhu ekstrim sering menjadi pemicu kambuhnya eksim.
5. Eksim dapat mempengaruhi kualitas hidup

Eksim tidak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga pada dinamika keluarga secara keseluruhan. Anak yang sering merasa gatal atau tidak nyaman cenderung lebih sensitif secara emosional.
Menurut WHO, penyakit kulit kronis pada anak dapat memengaruhi kualitas hidup, termasuk hubungan sosial dan kepercayaan diri. Hal ini disebabkan akibat rasa gatal yang mengganggu aktivitas.
Sementara Cleveland Clinic menekankan bahwa dukungan orang tua berperan besar dalam membantu anak menghadapi ketidaknyamanan fisik dan emosional akibat eksim.
Bagi Mama, ini menjadi pengingat bahwa perhatian dan empati sama pentingnya dengan perawatan medis. Eksim memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikontrol dengan perawatan yang tepat dan konsisten.
Menurut American Academy of Dermatology, menjaga kelembaban kulit dengan pelembab adalah fondasi utama perawatan eksim, bahkan saat kulit tampak membaik.
Hal ini diperkuat oleh CDC, yang menyebutkan bahwa perawatan kulit rutin dapat mengurangi frekuensi kambuh dan membantu anak menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Tidak semua eksim bisa ditangani sendiri di rumah. Mama perlu waspada jika kondisi kulit semakin parah atau tidak kunjung membaik. Menurut Mayo Clinic, eksim yang menyebabkan luka terbuka atau tanda infeksi memerlukan penanganan medis.
Sementara NHS Inggris menyarankan konsultasi ke dokter jika eksim mengganggu tidur, aktivitas, atau kualitas hidup anak secara keseluruhan. Penanganan tepat waktu dapat mencegah komplikasi dan membantu anak merasa lebih nyaman.
Sekarang Mama sudah tahu nih apa itu eksim serta bagaimana pemicunya. Mulai sekarang, yuk lebih peduli akan kebersihan tubuh serta penting untuk mengatui faktor pemicu datangnya eksim yang membuat tidak nyaman.


















