Bisa Muncul Disertai Radang, Inilah 5 Fakta Mengenai Kista Gigi

Penanganan kista gigi harus sedini mungkin, lho!

21 Juni 2021

Bisa Muncul Disertai Radang, Inilah 5 Fakta Mengenai Kista Gigi
Freepik/prostooleh

Dengan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, masalah pada gigi dan mulut pun dapat terdeteksi sedini mungkin dan segera teratasi secara maksimal.

Namun sayangnya, sebagian orang telah mengalami kista gigi akibat terbentuknya kantong berisi cairan di sekitarnya.

Kista ini umumnya terbentuk pada gusi dekat mahkota, ujung akar gigi mata, gigi geraham bungsu dan gigi yang tidak sehat. 

Kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi pada akar gigi yang mati dan terkadang disertai radang serta infeksi pada gigi maupun gusi. 

Untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com informasikan 5 fakta mengenai kista gigi:

1. Apa saja penyebab kista gigi?

1. Apa saja penyebab kista gigi
Freepik/prostooleh

Faktanya, kista gigi biasanya disebabkan karena infeksi akar yang melibatkan kerusakan gigi. 

Selain itu, karies gigi yang tidak diobati kemudian memungkinkan bakteri untuk mencapai tingkat pulpa dan menyebabkan infeksi. 

Namun ada beberapa penyebab munculnya kista gigi, antara lain:

  • Infeksi gigi yang tidak diobati, sehingga jaringan gigi membusuk dan mati

  • Kelainan pada pertumbuhan gigi, yakni posisi gigi tumbuh miring di dalam gusi

  • Gigi tertinggal di dalam gusi atau impaksi gigi

Editors' Picks

2. Apa saja komplikasi kista gigi?

2. Apa saja komplikasi kista gigi
Freepik/pressfoto

Kamu sudah pergi ke dokter dan mendapat diagnosis bahwa mengalami kista gigi?

Dikutip dari Dentalexcellencegreenbay, dalam kasus ekstrem kista gigi yang tidak terdeteksi akan membuat tulang rahang dan berisiko komplikasi lainnya. Selain itu, kista gigi yang terinfeksi akhirnya berkembang menjadi abses atau kantung berisi nanah.

Lebih bahayanya lagi, komplikasi kista gigi bisa menyebarkan infeksi bakteri ke seluruh tubuh.

Bahkan jika kista gigi tidak ditangani dengan cara tepat, maka dapat terjadi kelainan seperti:

  • Infeksi

  • Kehilangan gigi

  • Fraktur rahang

  • Ameloblastoma, yaitu sejenis tumor rahang jinak

  • Pergeseran pada benih gigi tetap di bawahnya, sehingga gigi tetap akan tumbuh ke arah yang salah dan membuat gigi tersebut tumbuh miring tidak beraturan

3. Apa saja gejala kista gigi?

3. Apa saja gejala kista gigi
Freepik/cookie_studio

Faktanya, kista gigi kecil yang berkembang di dalam tulang rahang mungkin terlihat pada sinar-X. Namun kista yang lebih besar, maka dapat menyebabkan pembengkakan wajah.

Dilansir dari Healthline, kista gigi yang lebih kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Tapi jika kista tumbuh lebih besar dari diameter 2 sentimeter, artinya kamu perlu mendapat perawatan.

Selain itu, gejala kista gigi juga menimbulkan rasa sakit bagi penderitanya.

Bahkan ada beberapa tanda-tanda dan gejala kista gigi yang patut diwaspadai seperti:

  • Gigi sensitif

  • Gigi longgar

  • Gigi berubah posisi sehingga muncul celah antara gigi

  • Gusi bengkak pada area tertentu

  • Rasa nyeri dan ketidaknyamanan saat menyentuh bagian gusi

  • Mati rasa pada wajah dikarenakan kista dapat menekan saraf

4. Bagaimana pengobatan kista gigi?

4. Bagaimana pengobatan kista gigi
Freepik/senivpetro

Apabila kamu menyadari kondisi abnormal pada bagian mulut seperti kista gigi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, ada beberapa langkah penanganan yang dapat dilakukan dokter gigi untuk mengobati kista gigi:

  • Penggunaan obat-obatan

Kista gigi yang berukuran sangat kecil dapat diobati dengan mengonsumsi obat-obatan, seperti antibiotik dan antinyeri. Antibiotik digunakan untuk kista gigi yang disertai infeksi. Sedangkan obat antinyeri dapat mengatasi rasa sakit yang disebabkan oleh kista gigi.

  • Pencabutan gigi

Untuk pengobatan kista gigi, biasanya ditempuh dengan perawatan akar hingga tuntas dan pencabutan gigi. Jika gigi masih bisa diselamatkan, maka perawatan dan pembersihan akar gigi harus dilakukan oleh dokter spesialis.

  • Operasi

Jika kista gigi tidak dapat diatasi dengan antibiotik dan antinyeri, selanjutnya dokter akan melakukan operasi menggunakan teknik marsupialisasi. Operasi ini bertujuan untuk pengangkatan kista dan memperbaiki jaringan yang terganggu akibat adanya kista dan mencegah munculnya kista di area gigi lainnya.

5. Bagaimana cara pencegahan kista gigi?

5. Bagaimana cara pencegahan kista gigi
Freepik/drobotdean

Jika kamu khawatir bahwa telah mengalami kista gigi, maka perlu membicarakan dengan dokter.

Jika perlu, kamu dapat merujuk ke spesialis untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Selain itu, kista gigi sebaiknya dicegah dengan menjaga kebersihan dan merawat gigi dengan benar. Ini termasuk rutin menyikat gigi, setidaknya 2 kali sehari.

Menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut, tujuannya yakni agar gigi tidak berlubang.

Demikianlah 5 fakta mengenai kista gigi. Jadi jangan malas sikat gigi, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.