Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Benarkah Begadang Bisa Menyebabkan Kematian?
Pexels/cottonbro studio
  • Begadang tidak langsung menyebabkan kematian, kecuali pada kasus genetik langka Fatal Familial Insomnia, namun efek domino kurang tidur bisa memicu kerusakan organ dan risiko fatal seperti serangan jantung.
  • Rekor manusia tanpa tidur terlama adalah 11 hari oleh Randy Gardner, yang mengalami gangguan kognitif berat dan halusinasi; tubuh normal mulai terganggu hanya dalam 24 jam tanpa tidur.
  • Kebiasaan begadang menurunkan fokus, meningkatkan risiko penyakit jantung dan obesitas, melemahkan imun, serta berpotensi menyebabkan kecelakaan; disarankan menjaga pola tidur dengan menghindari cahaya biru dan kafein.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sering kali kita terpaksa mengorbankan waktu istirahat malam demi menyelesaikan tumpukan pekerjaan, menemani anak yang rewel, atau sekadar memuaskan hasrat menonton serial favorit tanpa jeda. 

Kebiasaan memangkas waktu tidur ini seolah sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat modern. Namun, bahaya di baliknya ternyata jauh lebih mengintai daripada sekadar munculnya kantung mata hitam di keesokan paginya.

Seiring dengan banyaknya informasi kesehatan yang beredar, ada satu pertanyaan yang kerap menjadi perbincangan hangat sekaligus memicu keprihatinan: benarkah begadang bisa menyebabkan kematian? 

Untuk menjawab rasa penasaran kamu, berikut Popmama.com rangkum benarkah begadang bisa menyebabkan kematian? Simak sampai habis, ya!

Apakah Benar Begadang Bisa Menyebabkan Kematian?

Pexels/cottonbro studio

Mari kita jawab keresahan utamanya. Mengutip Sleep Foundation, secara teknis, sangat jarang ditemukan kasus seseorang meninggal dunia murni hanya karena ia tidak tidur semalam atau dua malam. 

Memang ada sebuah kondisi genetik langka yang disebut Fatal Familial Insomnia, di mana mutasi gen membuat penderitanya kehilangan kemampuan untuk tidur sama sekali dan berujung pada kematian tragis dalam hitungan bulan. 

Namun, kondisi ini sangat langka dan tidak dialami oleh masyarakat awam pada umumnya.

Dikutip dari Verywell Health, bahaya fatal dari kurang tidur datang dari "efek domino" yang disebabkannya. Terlalu sering begadang akan memicu kerusakan organ secara perlahan, menurunkan konsentrasi secara drastis, hingga memperbesar risiko insiden yang mengancam nyawa, seperti kecelakaan lalu lintas atau serangan jantung mendadak. 

Jadi, walaupun begadang tidak secara langsung membunuhmu layaknya sebuah racun, dampak kerusakannya sangat berpotensi menjadi penyebab utama hilangnya nyawa.

Berapa Lama Seseorang Bisa Tahan Tidak Tidur?

Pexels/cottonbro studio

Melanjutkan fakta di atas, kamu mungkin jadi penasaran, sebenarnya seberapa kuat tubuh manusia mampu menahan rasa kantuk terus-menerus? 

Merujuk pada catatan sejarah yang dilansir oleh Medical News Today, rekor dunia tanpa tidur terlama tanpa penggunaan stimulan medis dipegang oleh seorang pemuda bernama Randy Gardner pada tahun 1964. 

Ia berhasil tetap terjaga selama 11 hari dan 25 menit, atau setara dengan 264 jam!

Tentu saja, eksperimen itu tidak berakhir tanpa konsekuensi. Melewati beberapa hari tanpa istirahat, Gardner mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan fungsi kognitif yang parah, paranoia, hingga halusinasi. 

Bagi manusia normal pada umumnya, dampak kurang tidur akan langsung terasa hanya dalam waktu 24 jam. 

Jika dipaksakan untuk tidak tidur selama 72 jam atau tiga hari penuh, otak akan kehilangan kemampuannya untuk mengontrol realitas. 

Tubuhmu juga secara otomatis akan memaksakan microsleep, kondisi di mana kamu tertidur selama sepersekian detik tanpa kamu sadari, yang sangat berbahaya jika terjadi saat mengemudi.

Dampak Buruk dari Kebiasaan Begadang

Pexels/cottonbro studio

Berikut adalah deretan dampak buruk begadang yang wajib kamu waspadai:

  • Menurunkan ketajaman fokus dan memori: Otak butuh waktu untuk mengolah informasi harianmu. Kurang tidur akan membuat proses berpikir menjadi sangat lamban, mudah lupa, dan sulit menyerap informasi baru.

  • Risiko penyakit jantung meningkat: Merujuk pada panduan Healthline, kurang tidur membuat tekanan darah melonjak dan memicu peradangan dalam tubuh. Hal ini memaksa jantung bekerja jauh lebih keras dari yang seharusnya.

  • Memicu kenaikan berat badan: Sering merasa lapar tengah malam saat begadang? Ini terjadi karena kurang tidur mengacaukan hormon pengatur rasa lapar dan rasa kenyang, sehingga memicu obesitas.

  • Melemahkan sistem kekebalan tubuh: Tubuh memproduksi sitokin (protein pelawan infeksi) saat kita tidur. Kurang istirahat membuat produksi sitokin menurun, sehingga kamu jadi lebih gampang terkena flu atau demam.

  • Kecelakaan fatal: Seperti yang disinggung sebelumnya, mengemudi dalam kondisi mengantuk berat memiliki tingkat bahaya yang setara dengan menyetir di bawah pengaruh alkohol.

Tips Ampuh agar Tidak Susah Tidur

Pexels/cottonbro studio

Dikutip dari Healthline, berikut beberapa tips sederhana namun efektif berikut ini:

  • Batasi paparan cahaya biru (Blue light): Ini adalah aturan emasnya. Jauhkan layar ponsel cerdas, tablet, maupun televisi setidaknya 1 hingga 2 jam sebelum waktu tidur. Paparan cahaya biru akan memanipulasi otakmu untuk berpikir bahwa hari masih siang, sehingga menekan produksi hormon melatonin (hormon pemicu kantuk).

  • Atur suasana kamar yang kondusif: Buatlah kamarmu menjadi tempat yang paling nyaman. Matikan lampu, pastikan suhu ruangan cukup sejuk, dan minimalkan suara bising. Suasana yang tenang akan memberi sinyal pada tubuh bahwa ini saatnya untuk beristirahat total.

  • Hindari kafein di sore hari: Secangkir kopi di pagi hari memang menyegarkan, tapi hindari mengonsumsinya setelah jam 3 atau 4 sore. Efek stimulan kafein bisa bertahan berjam-jam di aliran darah dan membuatmu tetap terjaga di malam hari.

  • Buat jadwal tidur yang konsisten: Usahakan untuk mulai berbaring di kasur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya, bahkan di akhir pekan sekalipun. Hal ini akan membantu mengatur ulang jam biologis alami tubuh (circadian rhythm).

  • Relaksasi: Jika otak masih terasa penuh dengan beban pekerjaan, lakukan kegiatan yang menenangkan saraf sebelum tidur. Kamu bisa mandi air hangat, mendengarkan alunan musik instrumental lembut, atau membaca beberapa halaman buku fisik.

Nah, itulah pembahasan mengenai benarkah begadang bisa menyebabkan kematian? Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article