- Jenis rambut: rambut lurus dan tipis cenderung lebih cepat berminyak sehingga perlu dicuci lebih sering. Sedangkan rambut keriting atau kering biasanya tidak membutuhkan keramas terlalu sering, karena minyak alami lebih sulit menyebar ke seluruh helai rambut.
- Produksi minyak alami: kulit kepala yang memproduksi minyak lebih banyak membuat rambut terasa cepat lepek dan perlu lebih sering dibersihkan.
- Aktivitas harian: yang memicu keringat, seperti olahraga atau aktivitas luar ruangan, dapat membuat rambut terasa lebih cepat kotor.
- Penggunaan produk rambut: seperti gel, hairspray, atau mousse dapat meninggalkan residu yang menumpuk sehingga memengaruhi kebutuhan keramas.
- Paparan lingkungan: debu dan polusi juga dapat membuat rambut terasa tidak segar meski tidak terlihat berminyak.
Apakah Terlalu Sering Keramas Bisa Merusak Rambut?

- Kulit kepala memproduksi minyak alami yang menjaga kelembapan rambut, terlalu sering keramas dapat mengangkat minyak alami sehingga rambut menjadi kering, kasar, dan kusam.
- Frekuensi keramas tergantung pada kondisi rambut dan kulit kepala, seperti jenis rambut, produksi minyak alami, aktivitas harian, penggunaan produk rambut, dan paparan lingkungan.
- Tanda-tanda rambut terlalu sering dikeramas antara lain rambut kering, kusam, rapuh, dan kulit kepala gatal.
Keramas merupakan bagian penting dari perawatan rambut untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala. Namun, apakah mencuci rambut terlalu sering dapat membuat rambut menjadi kering, rapuh, atau kehilangan kilau alaminya.
Faktanya, kebutuhan keramas setiap orang tidak bisa disamaratakan karena kondisi rambut dan kulit kepala yang berbeda.
Berikut Popmama.com membahas apakah terlalu sering keramas dapat berdampak buruk pada kesehatan rambut? Yuk simak berikut ini.
Table of Content
Dampak Keramas pada Kesehatan Rambut

Kulit kepala secara alami memproduksi minyak atau sebum yang berfungsi menjaga kelembapan rambut sekaligus melindungi batang rambut dari kerusakan.
Minyak alami ini membantu rambut tetap lembut, berkilau, dan tidak mudah patah terutama saat menggunakan shampo yang membuat minyak alami tersebut dapat ikut terangkat.
Akibatnya, rambut kehilangan lapisan pelindung alaminya sehingga terasa lebih kering, kasar, dan tampak kusam.
Frekuensi Keramas yang Berbeda

Keramas sagat bergantung pada kebutuhan masing-masing Mama. Sebagian merasa perlu mencuci rambut setiap hari, sementara yang lain cukup melakukannya beberapa kali dalam seminggu.
Perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi rambut dan kulit kepala yang berbeda. Melansir dari Healthline, frekuensi keramas tidak bisa disamaratakan karena setiap orang memiliki kondisi rambut dan kulit kepala yang berbeda.
Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Keramas

Mengutip dari Healthline, kebutuhan keramas setiap orang tergantung pada jenis rambut, produksi minyak alami, aktivitas harian, dan penggunaan produk rambut.
Berikut faktor seberapa sering Mama perlu keramas antara lain:
Tanda Rambut Terlalu Sering Keramas

Beberapa tanda yang dapat muncul ketika rambut terlalu sering dikeramas antara lain:
- Rambut terasa lebih kering: biasanya sudah kehilangan kelembapan alaminya.
- Rambut tampak kusam: kondisi terlihat tidak berkilau.
- Rambut menjadi lebih rapuh: kondisi ini ketika rambut mudah patah atau rontok.
- Kulit kepala terasa gatal: hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman seharian.
Jika Mama mengalami satu atau beberapa tanda tersebut, bisa jadi rambut dan kulit kepala membutuhkan jeda agar keseimbangan minyak alaminya kembali terjaga.
Tips Menjaga Rambut

Untuk menjaga rambut tetap bersih tanpa harus terlalu sering keramas, Mama dapat menyesuaikan rutinitas perawatan rambut.
Mulai dari memilih shampo dengan formula lembut, mengurangi penggunaan produk penata rambut, atau memanfaatkan dry shampo untuk menyerap minyak berlebih.
Tips ini dapat membantu menjaga kebersihan rambut sekaligus mempertahankan kelembapan alami yang dibutuhkan rambut agar tetap sehat.
Inilah penjelasan proses keramas pada kesehatan rambut. Meskipun cukup penting untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. Namun, melakukannya terlalu sering tanpa menyesuaikan kondisi rambut justru dapat berdampak pada kesehatan rambut.
Selain itu, dengan mengenali jenis rambut dan kebutuhan kulit kepala, Mama dapat menentukan frekuensi keramas yang tepat agar rambut tetap bersih, sehat, dan terawat.


















