Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Persiapan dari IDI

Diprediksi terjadi pada bulan Desember 2021

13 Oktober 2021

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Persiapan dari IDI
Freepik/user7350813

Dunia belum pulih dari pandemi Covid-19. Bahkan, diprediksi akan ada gelombang ketiga di akhir tahun 2021 ini. Ingin lebih siap, IDI membentuk Tim Mitigasi untuk mematangkan segalanya. 

Tim ini menyiapkan beberapa langkah antisipasi untuk mencegah gelombang ketiga berlangsung. Meski kenyataannya, sulit sekali untuk mencegahnya agar tidak terjadi. 

Berharap tidak terjadi, namun persiapan untuk berperang melawannya tak kalah penting. Popmama.com akan merangkumkan apa saja persiapan dari tim tersebut untuk menghadapi gelombang ketiga Covid-19. 

1. Prediksi yang berasal dari para ahli

1. Prediksi berasal dari para ahli
Pexels/Ketut Subiyanto

Dalam Media Briefing Tim Mitigasi IDI pada Selasa (12/10), Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI dr Mahesa Paranadipa Maikel, menjelaskan bahwa gelombang ketiga Covid-19 terjadi di akhir tahun. 

"Ini bukan prediksi dari Tim Mitigasi IDI namun dari banyak pakar epidemiologi. Faktornya apa kita belum bisa prediksi, varian baru atau varian delta penularannya seperti apa," ujarnya dalam acara. 

Prediksi ini hadir karena di akhir tahun ada libur Natal dan Tahun Baru. Di mana pada waktu-waktu tersebut, banyak orang yang akan kemungkinan berkumpul bersama keluarga atau bepergian ke beberapa destinasi. 

Editors' Picks

2. Persiapan rumah sakit menghadapi gelombang ketiga

2. Persiapan rumah sakit menghadapi gelombang ketiga
Freepik/DCStudio

IDI daerah mengaku selalu bersinergi dengan pemerintah kota untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19. Beberapa di antaranya adalah IDI Kota Bekasi dan IDI Kota Samarinda yang memiliki kerjasama baik untuk menanggulangi itu semua. 

"Kami selalu jadi bagian dari program-program yang telah ditetapkan pemerintah Kota Bekasi. Alhamdulillah dukungan seperti fasilitas hazmat, pemeriksaan PCR dan beberapa rumah sakit cukup membantu bahkan Pemerintah Kota Bekasi meminta rumah sakit di daerahnya untuk lebih all out, jadi saya rasa bisa copy paste untuk menghadapi gelombang ketiga," ujar Ketua IDI Kota Bekasi, dr Niken dalam acara yang sama. 

Hal senada dilakukan di beberapa daerah lain seperti Samarinda dan Kudus.

Di Samarinda, stok seperti APD untuk para nakes juga disiapkan dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Osa Rafshodia dalam acara yang sama. 

"Kami menyiapkan berupa APD dan lainnya yang dibutuhkan untuk memproteksi," ujar dr Cisca Nelwan, Ketua IDI Wilayah Samarinda dalam acara yang sama. 

3. Mengenai ketersediaan oksigen

3. Mengenai ketersediaan oksigen
Pixabay/asayuri

Di gelombang pertama, masalahnya ada di APD yang sulit didapatkan. Sedangkan di gelombang kedua adalah masalah ketersediaan oksigen. 

Untuk itu, persiapan mengenai oksigen pun tak kalah matang. Ketua IDI Wilayah Kudus, Jawa Tengah dr Ahmad Syaifuddin mengatakan pihaknya fokus untuk memenuhi ketersediaan stok oksigen. 

"Gelombang kedua benar-benar mengalami dan pusingnya minta ampun kalau kita kekurangan stok oksigen, terutama oksigen-oksigen yang likuid maupun tabung sama saja," ujarnya dalam acara yang sama. 

Setelah dievaluasi, pihaknya ingin mengoptimalkan oksigen konsentrator. Sedangkan Kabupaten Kudus sendiri mendapat beberapa bantuan oksigen konsentrator untuk dapat digunakan di tempat isolasi terpusat. 

Sementara itu di Samarinda, mengaku tidak kekurangan oksigen dalam gelombang kedua lalu. Namun fokusnya ada di regulator oksigen. 

"Kita akan mempersiapkan regulator oksigen karena oksigen sendiri di sini tidak kurang," ujar dr Osa. 

Dr Ahmad melanjutkan, bagaimanapun sumber ketersediaan oksigen bergantung pada produksi dan distribusi. Sehingga, dukungan dari pemerintah dan produsen sangat diperlukan. 

4. Tim Mitigasi IDI yang gencar melakukan pelatihan untuk menghadapi gelombang ketiga

4. Tim Mitigasi IDI gencar melakukan pelatihan menghadapi gelombang ketiga
Pexels/Anna Tarazevich

Anggota Tim Mitigasi IDI Wilayah Jambi dr Nirwan Satria mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan pemberian pelayanan untuk menghadapi gelombang ketiga Covid-19. 

Persiapan tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi di rumah sakit. Tak hanya itu, hal ini juga menjadi salah satu langkah IDI menjaga sesama sejawat dokter dan tenaga kesehatan. 

"Kami dari Tim Mitigasi melakukan sosialisasi, pelatihan, bagi anggota kami yang terlibat langsung dalam pelayanan pasien Covid-19. Kami sangat trauma pada gelombang pertama dan kedua, sangat banyak senior, guru besar, dan mahasiswa kami berguguran sehingga berbagai upaya mitigasi kami lakukan," ujar dr Nirwan dalam acara yang sama.

Lebih lanjut, dr Mahesa mengatakan bahwa yang terpenting adalah memperketat protokol kesehatan masing-masing dan bersama. 

Mari berharap gelombang ketiga tidak terjadi. Namun, jangan lengah dan tak bersiap apa-apa. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.