Awas Overdosis! Kenali 3 Fakta Buruk Akibat Terlalu Banyak Minum Obat

Cari tahu juga cara agar tidak mengalami overdosis ya, Ma!

13 Januari 2021

Awas Overdosis Kenali 3 Fakta Buruk Akibat Terlalu Banyak Minum Obat
Freepik/Poringdown

Banyak orang yang beranggapan kalau minum obat melebihi dosis akan membuat dirinya lebih cepat sembuh. Padahal seringkali disarankan ketika sebelum mengonsumsi obat harus selalu baca aturan pakainya. 

Selain itu pergunakan obat sesuai anjuran dokter pun sudah menjadi peringatan agar tidak terjadi overdosis. Meskipun sudah ada aturan dalam meminum obat seperti mengetahui dosis obat yang dianjurkan, waktu minum obat, kapan obat harus digunakan hingga cara obat diminum, namun beberapa orang masih berusaha untuk meminumnya dengan dosis terlalu banyak. 

Kesalahpahaman ketika mengonsumsi obat ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu diketahui bahwa terlalu banyak minum obat yang tak sesuai dosis dokter hanya akan memberikan efek samping merugikan. Selain bisa overdosis, maka organ-organ yang berada di dalam tubuh pun bisa mengalami luka. 

Jika Mama ingin mengetahui dampak negatif lain akibat terlalu banyak minum obat, kali ini Popmama.comtelah merangkumnya. 

Informasi ini perlu diperhatikan baik-baik agar tidak berdampak untuk kesehatan nih, Ma! 

1. Memicu gangguan kesehatan mental  

1. Memicu gangguan kesehatan mental  
Freepik

Minum obat memang menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan oleh semua orang untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Namun, jika obat terlalu diminum terlalu banyak alias penderita overdosis hanya akan berdampak negatif untuk kesehatan tubuh dan juga mental. 

Gangguan masalah mental dan emosional bisa saja muncul sewaktu-waktu. Efek paling umum yang dapat dirasakan ketika terlalu seri mengonsumsi obat yaitu adanya perubahan pada suasana hati, mulai merasa kelelahan hingga menimbulkan depresi yang berkepanjangan. 

Tak hanya itu, bahkan seseorang yang sengaja minum obat melebihi dosis seharusnya bisa dikatakan sebagai usaha untuk bunuh diri. 

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka ada baiknya segera dirujuk ke psikiater untuk menangani masalah kesehatan kejiwaan. 

Baca juga: Demi Kesehatan Anak dan Keluarga, Penggunaan Antibiotik Harus Bijak

Editors' Picks

2. Sewaktu-waktu akan muncul berbagai gejala penyakit baru

2. Sewaktu-waktu akan muncul berbagai gejala penyakit baru
Pixabay/4330009

Terlalu banyak mengonsumsi obat hanya akan berdampak negatif untuk kesehatan tubuh. 

Jika dibiarkan dan terlalu sering, maka tanpa disadari kebiasaan ini akan menimbulkan reaksi baru. Gejala baru yang memicu penyakit tertentu akan muncul dengan sendirinya, bahkan gejala tersebut mungkin saja belum pernah dirasakan. Hal inilah yang disebut sebagai interaksi obat terhadap sistem imun tubuh jika terus dikonsumsi dalam jumlah banyak. 

Biasanya akan muncul beberapa gejala yang dirasakan seperti kemampuan otak mulai menurun dari biasanya, adanya gangguan pencernaan, tubuh terasa lebih lemas, timbulmya masalah kulit hingga palpitasi jantung. 

Untuk mencegah terlalu banyak minum obat yang dapat mengakibatkan overdosis dan memicu gejala-gejala baru, maka ada baiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi beberapa obat. 

Setidaknya cara ini dapat membantu diri sendiri atau keluarga terhindar dari kemungkinan terburuk yang akan memunculkan berbagai gejala baru, termasuk memicu penyakit tertentu. 

3. Menimbulkan rasa nyeri pada bagian sendi atau otot

3. Menimbulkan rasa nyeri bagian sendi atau otot
womenshealtmag.com

Gangguan kesehatan lain yang bisa terjadi jika terlalu banyak minum obat yaitu munculnya rasa nyeri pada bagian sendi dan otot. 

Kebiasaan terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan bukanlah sesuatu yang membuat tubuh menjadi sehat, melainkan sebaliknya apalagi jika sudah masuk ke dalam indikasi overdosis. Reaksi obat-obatan terlalu banyak ini hanya akan memicu rasa sakit yang dapat bersumber dari bagian sendi atau otot. 

Jika dibiarkan dan terlalu sering dilakukan, maka bagian sendi dan otot akan terus merasa nyeri yang tak kunjung henti. Tak hanya itu, rasa sakit di bagian lain yang bukan bersumber dari sendi dan otot pun dapat muncul sewaktu-waktu. 

Tips Pencegahan agar Terhindari dari Overdosis  

Tips Pencegahan agar Terhindari dari Overdosis  
Freepik/Jcomp

Dalam mengonsumsi obat yang bertujuan untuk menurunkan hingga menghilangkan berbagai gejala penyakit tentu tidak boleh sembarangan ketika dikonsumsi. 

Perlu Mama ketahui bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi obat untuk mencegah terjadinya overdosis serta keracunan obat. Berikut beberapa hal yang perlu diingat, seperti: 

  • Penting sekali berkonsultasi dengan dokter agar dirinya bisa mengetahui semua jenis obat yang sedang dikonsumsi. Beritahukan semua obat-obatan yang memang aktif dikonsumsi seperti obat resep dari dokter, obat tanpa resep alias dijual bebas maupun obat herbal. Hal ini dikarenakan berbagai jenis obat yang dikonsumsi tentu akan memiliki interaksi atau efek samping yang berbeda-beda untuk tubuh.
  • Selalu terbuka dan berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu, termasuk saat memiliki alergi dengan kandungan obat tertentu.
  • Bukan hanya sebatas minum obat sesuai dosis aja, namun perlu sekali minum obat dengan cara yang baik dan benar. Minumlah obat sesuai waktu yang telah dianjurkan.
  • Tidak mengonsumsi obat bersamaan dengan obat lain bila tidak dianjurkan oleh dokter. Pastikan mengonsumsi segala sesuatunya agar sesuai dengan yang telah diresepkan.  
  • Pahami ukuran dalam mengonsumsi obat seperti ml (mililiter), sdt (sendok teh), dan sdm (sendok makan). Kenali juga bahwa ukuran 1 sdt (sendok teh) setara dengan 5 ml (mililiter). Lalu takaran sdm (sendok makan) setara dengan tiga kali lipat takaran sdt (sendok teh) yaitu 15 ml. 
  • Lakukan tiga langkah pemeriksaan obat sebelum dikonsumsi, seperti memeriksa keutuhan kemasannya, memeriksa labelnya untuk mengetahui jenis obat dan takaran pemberian. Lalu periksa juga kualitas obatnya dengan memastikan bau, warna dan bentuknya tidak berubah.
  • Perlu diketahui bahwa ada obat untuk anak dengan takaran berdasarkan berat badan. Pastikan Mama mengetahui berat badan anak dengan benar karena akan memengaruhi dosisnya.
  • Perhatikan untuk selalu menggunakan wadah agar obat tidak mudah rusak. 
  • Simpanlah obat di tempat yang aman, bersih, sejuk dan hindari dari jangkauan anak-anak. Selalu tutup rapat wadah obat setiap kali sudah selesai digunakan. 
  • Jika efektivitas obat yang sudah dikonsumsi kurang ampuh untuk melawan penyakit, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter. Tujuannya agar dokter bisa memahami dan menaikkan dosis obat atau mengganti obat yang lebih ampuh. Hindari mengonsumsi obat terlalu berlebihan. 
  • Jika selama minum obat mulai muncul efek samping yang membuat tidak nyaman, maka berkonsultasi ke dokter untuk mengganti obatnya. 
  • Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan tujuan agar obat dapat bekerja secara lebih efektif. Bahkan obat yang dikonsumsi dengan penggunaan yang tepat bisa membantu dalam mengendalikan berbagai gejala selama sedang sakit.     

Semoga informasi baru kali ini bisa membantu ya, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.