Berapa Normalnya Helai Rambut yang Rontok dalam Sehari?

Jangan sepelekan rambut rontok ya

21 April 2021

Berapa Normal Helai Rambut Rontok dalam Sehari
Unsplash/The Creative Exchange

Mengalami kerontokan memang memusingkan, belum lagi bila itu sampai mengganggu penampilan kamu. 

Ya, kebotakan siapapun tak ingin terkena yang namanya kebotakan. Apalagi bagi yang usianya masih cukup muda. 

Nah, maka dari itu simak artikel khas ulasan Popmama.com berikut ini ya Ma. 

Agar kamu mengetahui sudah separah apa kerontokan pada ekosistem kepalamu, Simak ya! 

1. Batas wajar rambut rontok pada seseorang

1. Batas wajar rambut rontok seseorang
Unsplash/Jakayla Toney

Pernahkah kamu melihat sumbatan di saluran air tersebab rambutmu yang rontok? Nah, kalo iya kamu jangan langsung keburu panik.

Karena menurut dokter spesialis kulit, Wilma Bergfeld, Md, sebenarnya, adanya gumpalan rambut di kamar mandi atau di sisir ialah hal yang normal.

Setiap orang bisa memiliki rambut hingga 250.000 rambut yang tumbuh di kulit kepalanya. 

Beberapa folikelnya bahkan bisa dipecah menjadi beberapa helai.

Nah wajarnya, rata-rata orang kehilangan 50 hingga 100 helai rambut sehari, tetapi ini juga bergantung pada panjang dan tebalnya rambut.

Orang dengan rambut lebih pendek atau lebih tipis tentu akan rontok lebih sedikit.

Editors' Picks

2. Kalau lebih banyak jumlah kerontokannya bisa jadi tanda adanya masalah

2. Kalau lebih banyak jumlah kerontokan bisa jadi tanda ada masalah
Unsplash/Seth Doyle

Golongan orang-orang yang hanya keramas sekali atau dua kali dalam seminggu, berkemungkinan mengalami kerontokan lebih banyak  ketimbang mereka yang lebih sering mencuci rambut. 

“Sebagian besar rambut rontok terjadi di kamar mandi, meski memang masih akan kehilangan beberapa helai rambut lagi saat kita menyisirnya setelah keramas. Tetapi, jika rambutmu terus rontok beberapa waktu setelah keramas atau kamu tiba-tiba menemukan banyak rambut rontok di pakaian, hati-hati itu bisa menandakan adanya masalah,” kata Dr Bergfeld.

3. Cara mengurangi rambut rontok

3. Cara mengurangi rambut rontok
Unsplash/Arun Sharma

Untuk mengurangi kerontokan pada rambut, Bergfeld merekomendasikan menggukan sisir bergigi lebar untuk membantu mengurangi rontoknya rambut. 

Karena, menggunakan sisir bergigi kecil mampu menyebabkan kerusakan hingga berisiko mencabut lebih banyak rambut dari kulit kepalamu Ma. 

Selain itu, usahakan juga untuk mengurangi frekuensi mencuci rambutmu Ma. Paling tidak satu hingga tiga kali saja dalam seminggu.

Sisi lain rambut yang rontok juga bisa menjadi pertanda trauma pada kulit kepala, seperti kebiasaan sering menarik dan menyentaknya saat menyisir atau terus-menerus mengikat rambut dengan model kuncir kuda yang ketat.

Maka cobalah untuk membiarkan rambut terurai sesering mungkin, hindari terlalu sering menyentuhnya dan jangan gunakan ikat rambut karet terlalu kencang.

Selain itu, bagi kamu yang suka menata gaya rambut sedemikian rupa, hindari penggunaan blow dryer, curling, dan catokan. 

Selain alat-alat tersebut, panasnya matahari juga dapat merusak rambut, jadi pakailah penutup kepala bila harus beraktivitas di luar ruangan.

4. Mengenali penyakit rambut rontok

4. Mengenali penyakit rambut rontok
Unsplash/Laura Marques

Ada dua tipe kerontokan pada rambutmu. Kerontokan rambut yang pertama merupakan fase normal siklus hidup rambut dan selanjunya adalah kerontokan rambut ketika rambut memang sudah berhenti tumbuh.

Bila sudah berlebihan bisa disebut dengan kerontokan rambut kronis, untuk itu ada beberapa penyebabnya di antaranya:

- Mengalami masa yang sangat menegangkan (perceraian, kematian, atau PHK).
- Melahirkan dan perubahan hormon.
- Penyakit (seperti penyakit tiroid atau gangguan gizi).
- Penurunan berat badan atau diet.
- Obat.

Demikian informasi terkait kerontokan rambut yang bisa menjadi siklus normal tapi juga bisa menjadi permasalahan. Jika sudah sangat parah, maka baiknya kamu langsung melakukan pencegahan seperti mencari sampo anti rontok yang cocok untukmu ya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.