Bagi sebagian orang yang memilih untuk berinvestasi Dollar AS secara tradisional dengan menyimpan uang fisik di rumah, ada risiko non-teknis yang perlu diketahui.
Dunia perbankan di Indonesia terkenal sangat diskriminatif dan ketat terhadap kondisi fisik uang kertas Dollar AS, khususnya pecahan USD 100. Sedikit saja ada kecacatan, nilai uang bisa jatuh bebas.
Uang dollar yang terlipat tajam, sedikit robek, memiliki coretan pulpen, ada stempel kecil dari bank lain, atau bahkan sekadar terlihat agak lusuh, sering kali akan ditolak mentah-mentah, bahkan oleh pihak money changer.
Jika ada yang mau menerima, biasanya mereka akan memotong harganya jauh di bawah kurs pasar resmi. Selain itu, dollar cetakan tahun lama (misalnya seri sebelum tahun 2013) juga kerap dihargai lebih murah daripada cetakan terbaru karena alasan risiko pemalsuan.
Hal ini membuat penyimpanan dollar fisik membutuhkan perawatan ekstra di dalam brankas khusus agar kualitas kertasnya tidak menurun.
Nah, itu dia keuntungan dan kerugian menabung Dollar AS. Jadi, bagaimana menurut pendapatmu?