Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Jenis Anxiety dan Penyebabnya, Wajib Ketahui Sejak Dini

7 Jenis Anxiety dan Penyebabnya, Wajib Ketahui Sejak Dini
Freepik.com/Dragen Zigic
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan bahwa rasa cemas adalah respons alami tubuh, namun bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan yang mengganggu aktivitas jika muncul tanpa pemicu jelas.
  • Terdapat tujuh jenis gangguan kecemasan seperti GAD, kecemasan sosial, panik, kesehatan, perpisahan, fobia spesifik, dan mutisme selektif dengan gejala serta dampak berbeda pada kehidupan sehari-hari.
  • Penyebab anxiety meliputi faktor biologis seperti ketidakseimbangan serotonin dan dopamin, faktor genetik dari keluarga, serta faktor lingkungan dan trauma masa lalu yang memicu kerentanan emosional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rasa cemas (anxiety) merupakan bagian alami dari respons tubuh manusia. Perasaan ini muncul sebagai reaksi ketika tubuh mendeteksi adanya ancaman atau bahaya.

Namun, rasa cemas yang sering muncul tanpa pemicu yang jelas dapat berkembang menjadi gangguan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Melansir dari World Health Organization, gangguan kecemasan ditandai dengan rasa takut atau khawatir berlebihan yang disertai perubahan perilaku. Gejalanya dapat cukup parah hingga mengganggu fungsi kehidupan pribadi maupun sosial.

Setiap orang juga bisa memiliki pemicu kecemasan yang berbeda. Karena itu, penting untuk memahami berbagai jenis anxiety yang dapat muncul.

Pada kesempatan kali ini, Popmama.com akan menjelaskan 7 jenis anxiety dan penyebabnya agar kamu dapat memahami perbedaannya.

Table of Content

1. Gangguan kecemasan umum (generalised anxiety disorder/GAD)

1. Gangguan kecemasan umum (generalised anxiety disorder/GAD)

Jenis Anxiety dan Penyebabnya 2.jpg
Freepik.com/DC Studio

GAD merupakan salah satu jenis anxiety yang paling sering ditemukan. Kondisi ini membuat penderitanya merasa cemas terhadap berbagai hal, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Mengutip dari National Health Service UK, GAD dapat berlangsung dalam jangka panjang karena pemicunya sering berasal dari berbagai masalah dan situasi, bukan hanya satu peristiwa tertentu.

Gejalanya umumnya meliputi ketegangan otot, mudah lelah, serta rasa gelisah yang sulit mereda.

2. Gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder)

Jenis Anxiety dan Penyebabnya 3.jpg
Freepik.com/freepik

Kamu mungkin menganggap kecemasan sosial sebagai sifat pemalu. Padahal, kondisi ini dapat menjadi ketakutan yang cukup kuat hingga menghambat seseorang dalam mengejar pendidikan atau karier.

Kecemasan sosial merupakan rasa takut berlebihan dalam situasi sosial. Penderitanya sering merasa khawatir akan penilaian orang lain, takut dihakimi, atau dipermalukan.

Gangguan ini biasanya mulai muncul pada masa remaja. Gejalanya dapat berupa jantung berdebar saat berbicara di depan umum, menghindari kontak mata, hingga menarik diri dari interaksi sosial.

3. Gangguan panik (panic disorder)

Jenis Anxiety dan Penyebabnya 4.jpg
Freepik.com/BalashMirzabey

Pernahkah kamu merasa panik karena waktu tenggat tugas atau pekerjaan yang sudah mepet? atau karena merasa khawatir terhadap sesuatu? rasa panik pada kondisi ini memang terbilang wajar. 

Berbeda dengan rasa panik tersebut, gangguan panik merupakan rasa cemas yang muncul secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini ditandai dengan serangan panik berulang yang dapat disertai sesak napas, nyeri dada, hingga perasaan kehilangan kendali.

4. Kecemasan kesehatan (health anxiety)

Jenis Anxiety dan Penyebabnya 5.jpg
Freepik.com/freepik

Kecemasan kesehatan juga dikenal dengan istilah hipokondria. Kondisi ini terjadi ketika seseorang terus-menerus merasa khawatir terhadap kondisi kesehatannya, meskipun hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada masalah serius.

Akibatnya, penderitanya dapat menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kemungkinan sakit atau takut jatuh sakit, hingga akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari.

5.Gangguan kecemasan perpisahan (separation anxiety disorder)

Jenis Anxiety dan Penyebabnya 6.jpg
Freepik.com/Dragen Zigic

Gangguan ini memang lebih sering dialami oleh anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Separation anxiety adalah rasa takut berlebihan ketika harus berpisah dengan sosok yang memiliki ikatan emosional kuat, seperti orang tua, pasangan, atau anak. Keterikatan yang kuat tersebut membuat penderitanya merasa tidak nyaman ketika harus berada jauh dari orang yang dianggap penting.

6. Fobia spesifik

Jenis Anxiety dan Penyebabnya 7.jpg
Freepik.com/8photo

Jangan anggap sepele jika kamu memiliki fobia, karena hal ini juga tergolong dalam jenis anxiety yang perlu diperhatikan. Fobia juga termasuk dalam jenis gangguan kecemasan yang cukup umum. Kondisi ini biasanya mulai muncul sejak masa anak-anak.

Fobia ditandai dengan rasa takut yang sangat kuat terhadap objek atau situasi tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya. Ketakutan ini sering kali berakar dari pengalaman atau peristiwa yang meninggalkan kesan mendalam di masa lalu.

7. Mutisme selektif (selective mutism)

Jenis Anxiety dan Penyebabnya 8.jpg
Freepik.com/8photo

Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak mampu berbicara di  situasi sosial tertentu, meskipun sebenarnya ia dapat berbicara dengan normal di lingkungan yang dianggap aman.

Menurut laporan dari Newport Institute, mutisme selektif sering dikaitkan dengan kecemasan sosial yang ekstrem. Hal ini mengakibatkan otak menghentikan kemampuan bicara sebagai bentuk pertahanan diri. 

8. Penyebab munculnya anxiety

Jenis Anxiety dan Penyebabnya 9.jpg
Freepik.com/jcomp

Gangguan kecemasan yang berbeda-beda pada setiap orang tidak muncul begitu saja tanpa alasan spesifik. Hal ini muncul karena kombinasi biologis dan pengalaman hidup yang terbagi menjadi beberapa faktor sebagai berikut. 

Faktor Biologis: Hal ini melibatkan masalah pada sistem kerja otak yang menghubungkan bagian-bagian yang mengontrol suasana hati seperti serotonin dan dopamin. Ketidakseimbangan tersebut yang menjadi akar masalah munculnya anxiety. 

Faktor Genetik: Kecemasan juga dapat diwarisi secara turun-temurun melalui gen keluarga. Jika ada anggota keluarga yang memilikinya, risiko seseorang untuk mengalaminya juga meningkat.

Faktor Lingkungan dan Trauma: Pengalaman masa kecil, tekanan pekerjaan, atau peristiwa traumatis (seperti kehilangan orang yang dicintai) dapat menjadi pemicu utama. Jika seseorang mengalami atau melihat kembali peristiwa negatif tersebut, kerentanan seseorang  dapat meningkat dan berujung pada kecemasan. 

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai jenis anxiety dan penyebabnya. Dengan memahami kondisi ini sejak dini, kamu dapat lebih peka terhadap gejala yang muncul dan mencari cara yang tepat untuk mengatasinya.

FAQ Tentang Anxiety

1. Apakah anxiety dapat menyebabkan diare?

Ya, anxiety sangat bisa menyebabkan diare karena adanya hubungan erat antara otak dan sistem pencernaan yang sering disebut gut-brain axis. Saat merasa cemas, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol yang dapat mempercepat gerakan usus secara mendadak. Hal ini membuat cairan tidak terserap dengan sempurna oleh tubuh sehingga feses menjadi cair.

2. Apa anxiety bisa diobati?

Sangat bisa, anxiety memiliki berbagai opsi pengobatan efektif dan teruji secara klinis seperti terapi perilaku kognitif (CBT) atau dengan penanganan dokter dan psikiater melalui obat-obatan tertentu jika diperlukan.

3. Apa saja solusi untuk mengatasi anxiety?

Solusi utama untuk mengatasi anxiety melibatkan kombinasi teknik fisik dan pengaturan pola pikir. Lakukan teknik pernapasan dalam (deep breathing) atau meditasi. Selain itu, rutin berolahraga dan membatasi asupan kafein juga akan sangat membantu. Jika kecemasan terasa mulai mengganggu aktivitas, menulis jurnal atau bercerita kepada orang kepercayaan juga sangat dianjurkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Related Articles

See More